<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI ke China Meroket di Tengah Corona, Ini Komoditasnya</title><description>Kemendag mencatat dktengah pandemi Covid-19, total kinerja ekspor  Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-Agustus 2020 terus meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya"/><item><title>Ekspor RI ke China Meroket di Tengah Corona, Ini Komoditasnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2020 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya-AntVTJwawE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logistik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/10/320/2291561/ekspor-ri-ke-china-meroket-di-tengah-corona-ini-komoditasnya-AntVTJwawE.jpg</image><title>Logistik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat dktengah pandemi Covid-19, total kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-Agustus 2020 terus meningkat. Kinerja ini didorong oleh peningkatan sejumlah ekspor produk unggulan dan potensial Indonesia ke Tiongkok.

&amp;ldquo;Menurut data yang dirilis Kepabeanan Tiongkok, nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai USD48,7 miliar,&amp;rdquo; ujar Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun di Jakarta, Sabtu (10/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Antisipasi Virus Korona, Kemenhub Lakukan Penundaan Penerbangan ke China
Dari jumlah tersebut, lanjut Djauhari, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai USD23,3 miliar atau tumbuh sebesar 6,4%. Hal ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Sementara, nilai impor Indonesia dari Tiongkok pada periode tersebut mencapai USD 25,4 miliar atau menurun sebesar 11,8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Canggih, Nginap di Hotel China Dilayani Robot
&amp;ldquo;Ada penurunan defisit yang sangat signifikan pada neraca perdagangan periode Januari&amp;mdash; Agustus 2020 yaitu sebesar 69,2% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Apabila tren tersebut terus berlangsung, diharapkan sampai akhir tahun ini defisit akan berkurang banyak,&amp;rdquo; jelas Djauhari.

Sejumlah produk unggulan dan potensial Indonesia yang meningkat secara signifikan, di antaranya besi dan baja (HS 72) meningkat 134,3%; tembaga (HS 74) meningkat 88,5%; alas kaki (HS 64) meningkat 31,9%; kertas dan paperboard (HS 48) meningkat 118,7%; produk perikanan (HS 03) meningkat 16,2%; karet (HS 40) meningkat 25,8%; plastik (HS 39) meningkat 20,4%; timah (HS 80) meningkat 1163,6%; aluminium (HS 76) meningkat 4124,1%; bahan kimia anorganik (HS28) meningkat 63,1%; buah-buahan tropis (HS 08) meningkat 72,8%; kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) meningkat 280,8%; produk tekstil (HS 63) meningkat 3296,3%; serta produk kain khusus (HS 56) meningkat 54,2%, dan lain-lain.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bKg_rDZTBm4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Sementara itu, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia pada periode  Januari&amp;mdash;Juli 2020 mencapai USD 2,4 miliar, meningkat 9% dibandingkan  periode yang sama di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Tiongkok  merupakan investor kedua terbesar di Indonesia. Namun, apabila ditambah  dengan investasi dari Hongkong senilai USD 1,7 miliar, maka dapat  dikatakan Tiongkok bersama Hongkong merupakan investor terbesar di  Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020.

Sementara itu, Atase Perdagangan Marina Novira menyampaikan, akan  terus berupaya mendorong ekspor Indonesia ke Tiongkok, terutama di  tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan memanfatkan plaform  digital.

&amp;ldquo;Pemanfaatan platform digital dengan optimal dalam situasi pandemi  saat ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja ekspor  Indonesia ke Tiongkok dan pada akhirnya diharapkan dapat menjaga neraca  perdagangan Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Marina.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat dktengah pandemi Covid-19, total kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-Agustus 2020 terus meningkat. Kinerja ini didorong oleh peningkatan sejumlah ekspor produk unggulan dan potensial Indonesia ke Tiongkok.

&amp;ldquo;Menurut data yang dirilis Kepabeanan Tiongkok, nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai USD48,7 miliar,&amp;rdquo; ujar Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun di Jakarta, Sabtu (10/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Antisipasi Virus Korona, Kemenhub Lakukan Penundaan Penerbangan ke China
Dari jumlah tersebut, lanjut Djauhari, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai USD23,3 miliar atau tumbuh sebesar 6,4%. Hal ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Sementara, nilai impor Indonesia dari Tiongkok pada periode tersebut mencapai USD 25,4 miliar atau menurun sebesar 11,8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Canggih, Nginap di Hotel China Dilayani Robot
&amp;ldquo;Ada penurunan defisit yang sangat signifikan pada neraca perdagangan periode Januari&amp;mdash; Agustus 2020 yaitu sebesar 69,2% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Apabila tren tersebut terus berlangsung, diharapkan sampai akhir tahun ini defisit akan berkurang banyak,&amp;rdquo; jelas Djauhari.

Sejumlah produk unggulan dan potensial Indonesia yang meningkat secara signifikan, di antaranya besi dan baja (HS 72) meningkat 134,3%; tembaga (HS 74) meningkat 88,5%; alas kaki (HS 64) meningkat 31,9%; kertas dan paperboard (HS 48) meningkat 118,7%; produk perikanan (HS 03) meningkat 16,2%; karet (HS 40) meningkat 25,8%; plastik (HS 39) meningkat 20,4%; timah (HS 80) meningkat 1163,6%; aluminium (HS 76) meningkat 4124,1%; bahan kimia anorganik (HS28) meningkat 63,1%; buah-buahan tropis (HS 08) meningkat 72,8%; kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) meningkat 280,8%; produk tekstil (HS 63) meningkat 3296,3%; serta produk kain khusus (HS 56) meningkat 54,2%, dan lain-lain.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bKg_rDZTBm4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Sementara itu, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia pada periode  Januari&amp;mdash;Juli 2020 mencapai USD 2,4 miliar, meningkat 9% dibandingkan  periode yang sama di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Tiongkok  merupakan investor kedua terbesar di Indonesia. Namun, apabila ditambah  dengan investasi dari Hongkong senilai USD 1,7 miliar, maka dapat  dikatakan Tiongkok bersama Hongkong merupakan investor terbesar di  Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020.

Sementara itu, Atase Perdagangan Marina Novira menyampaikan, akan  terus berupaya mendorong ekspor Indonesia ke Tiongkok, terutama di  tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan memanfatkan plaform  digital.

&amp;ldquo;Pemanfaatan platform digital dengan optimal dalam situasi pandemi  saat ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja ekspor  Indonesia ke Tiongkok dan pada akhirnya diharapkan dapat menjaga neraca  perdagangan Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Marina.</content:encoded></item></channel></rss>
