<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berani Bisnis MLM? Pelajari Dulu Sistemnya</title><description>Di masa pandemi Covid-19, rupanya tidak sedikit orang  yang akhirnya mencari pendapatan tambahan dari bisnis Multi-level  Marketing (MLM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya"/><item><title>Berani Bisnis MLM? Pelajari Dulu Sistemnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2020 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya-aA81f2ARqv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inspirasi Usaha (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/10/455/2291574/berani-bisnis-mlm-pelajari-dulu-sistemnya-aA81f2ARqv.jpg</image><title>Inspirasi Usaha (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, rupanya tidak sedikit orang yang akhirnya mencari pendapatan tambahan dari bisnis Multi-level Marketing (MLM). Di sisi lain, banyak juga orang yang ragu mengenai MLM karena mitos dan pemahaman yang kurang tepat.
Ditambah banyak sekali penipuan berkedok MLM yang tidak lain tidak bukan adalah money game. Sebagian dari keraguan juga datang dari rendahnya tingkat keberhasilan pelaku MLM secara umum.
Namun, bagi yang tertarik untuk menambah penghasilan dari MLM, tidak ada salahnya untuk mencoba.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Bisnis yang Bisa Tahan Resesi, Buka Warung Salah Satunya
&quot;Agar dapat terhindar dari skema piramida atau pun jebakan MLM tipuan, maka wajib membekali diri dengan pengetahuan yang cukup,&quot; ujar Prita dalam keterangan tertulis di Instagram @pritaghozie, Jakarta, Sabtu (10/10/2020).
Oleh sebab itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dipelajari jika ingin memulai bisnis MLM.
 
1. Pelajari sistemnya
Setiap MLM memiliki sistem yang unik. Namun, umumnya terdapat dua cara untuk memperoleh penghasilan, yakni jika ingin meningkatkan penjualan ambil peran sebagai reseller.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Petani Milenial Buktikan Sukses Harumkan Kopi ke Dunia
Sementara jika ingin memperbesar referral, ambil peran sebagai sponsor untuk downline. &quot;Pesanku, pahami plus-minus dari dua opsi tersebut dan sesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas diri,&quot; ujar Prita.
 
2. Pahami apa yang dijual
MLM atau direct selling sebenarnya adalah salah satu mekanisme distribusi produk dari produsen ke konsumen. Sehingga, produk umumnya tidak dijual bebas di toko atau ritel besar.
&quot;Nah, hati-hati, ada juga MLM yang tidak jelas produknya. Kamu hanya akan diminta setor dana dan dijanjikan bonus saat mencapai rank tertentu. Pesanku, jauh-jauh dari yang money game begini ya,&quot; jelasnya.
 
3. Pilih MLM dengan produk yang dicintai
Perusahaan berbasis direct-selling yang baik akan mengajakmu untuk jujur kepada calon konsumen plus calon downline. Jika suka dan pakai produknya, maka ketulusan itu akan terlihat dari cara mempromosikannya.
&quot;Pesanku, cara berbisnis yang baik akan memastikan konsumen dan tim kamu merasakan manfaat, bukan malah mudarat. Dan pada akhirnya, kepercayaan yang akan membuatnya terus setia dengan dirimu,&quot; ujar Prita.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/_VlLQTj-sPk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;4. Meski bisa dilakukan dari rumah, it's still a job
Belajar dari cerita pelaku MLM yang gagal, rata-rata terhalusinasi  dengan premis tidur-tiduran pun akan menghasilkan uang. &quot;Pahami bahwa  sistem apa pun termasuk MLM, ya tetap butuh kita untuk kerja. Seperti  halnya bisnis lain, harus meluangkan waktu untuk memasarkan produk  dengan cara yang baik.
Untungnya, keberadaan media sosial dan lainnya akan membantu sehingga pangsa pasar juga bisa semakin luas,&quot; tuturnya.
Dirinya menyarankan, saat lingkaran terdekat juga menjadi  distributor, maka tantangannya adalah menjadikan kalian unik, sehingga  konsumen tertarik untuk membeli dari anda.
 
5. At the end, bisnis itu berdagang
Luangkan waktu untuk belajar pengelolaan keuangan bisnis kecil. Salah  satu hal yang membuat keuangan berantakan saat inventory produk  menumpuk, namun penjualan tidak terjadi.
Minta bantuan serta saran dari sponsor apabila hal ini sudah terjadi  lebih dari satu kuartal. &quot;Pesanku, pada akhirnya bisnis apa pun adalah  berdagang alias berjualan. Pahami bahwa keuntungan akan hadir setelah  terjadinya penjualan,&quot; jelas Prita.
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa semua berawal dari niat.  Sebaik-baiknya niat berusaha adalah untuk ibadah, bukan supaya jadi auto  tajir melintir. Maka, luruskan niat dalam berbisnis, percayalah bahwa  pintu rezeki akan terbuka dari banyak arah. Jadi, jangan patah semangat  ya.</description><content:encoded>JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, rupanya tidak sedikit orang yang akhirnya mencari pendapatan tambahan dari bisnis Multi-level Marketing (MLM). Di sisi lain, banyak juga orang yang ragu mengenai MLM karena mitos dan pemahaman yang kurang tepat.
Ditambah banyak sekali penipuan berkedok MLM yang tidak lain tidak bukan adalah money game. Sebagian dari keraguan juga datang dari rendahnya tingkat keberhasilan pelaku MLM secara umum.
Namun, bagi yang tertarik untuk menambah penghasilan dari MLM, tidak ada salahnya untuk mencoba.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Bisnis yang Bisa Tahan Resesi, Buka Warung Salah Satunya
&quot;Agar dapat terhindar dari skema piramida atau pun jebakan MLM tipuan, maka wajib membekali diri dengan pengetahuan yang cukup,&quot; ujar Prita dalam keterangan tertulis di Instagram @pritaghozie, Jakarta, Sabtu (10/10/2020).
Oleh sebab itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dipelajari jika ingin memulai bisnis MLM.
 
1. Pelajari sistemnya
Setiap MLM memiliki sistem yang unik. Namun, umumnya terdapat dua cara untuk memperoleh penghasilan, yakni jika ingin meningkatkan penjualan ambil peran sebagai reseller.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Petani Milenial Buktikan Sukses Harumkan Kopi ke Dunia
Sementara jika ingin memperbesar referral, ambil peran sebagai sponsor untuk downline. &quot;Pesanku, pahami plus-minus dari dua opsi tersebut dan sesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas diri,&quot; ujar Prita.
 
2. Pahami apa yang dijual
MLM atau direct selling sebenarnya adalah salah satu mekanisme distribusi produk dari produsen ke konsumen. Sehingga, produk umumnya tidak dijual bebas di toko atau ritel besar.
&quot;Nah, hati-hati, ada juga MLM yang tidak jelas produknya. Kamu hanya akan diminta setor dana dan dijanjikan bonus saat mencapai rank tertentu. Pesanku, jauh-jauh dari yang money game begini ya,&quot; jelasnya.
 
3. Pilih MLM dengan produk yang dicintai
Perusahaan berbasis direct-selling yang baik akan mengajakmu untuk jujur kepada calon konsumen plus calon downline. Jika suka dan pakai produknya, maka ketulusan itu akan terlihat dari cara mempromosikannya.
&quot;Pesanku, cara berbisnis yang baik akan memastikan konsumen dan tim kamu merasakan manfaat, bukan malah mudarat. Dan pada akhirnya, kepercayaan yang akan membuatnya terus setia dengan dirimu,&quot; ujar Prita.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/_VlLQTj-sPk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;4. Meski bisa dilakukan dari rumah, it's still a job
Belajar dari cerita pelaku MLM yang gagal, rata-rata terhalusinasi  dengan premis tidur-tiduran pun akan menghasilkan uang. &quot;Pahami bahwa  sistem apa pun termasuk MLM, ya tetap butuh kita untuk kerja. Seperti  halnya bisnis lain, harus meluangkan waktu untuk memasarkan produk  dengan cara yang baik.
Untungnya, keberadaan media sosial dan lainnya akan membantu sehingga pangsa pasar juga bisa semakin luas,&quot; tuturnya.
Dirinya menyarankan, saat lingkaran terdekat juga menjadi  distributor, maka tantangannya adalah menjadikan kalian unik, sehingga  konsumen tertarik untuk membeli dari anda.
 
5. At the end, bisnis itu berdagang
Luangkan waktu untuk belajar pengelolaan keuangan bisnis kecil. Salah  satu hal yang membuat keuangan berantakan saat inventory produk  menumpuk, namun penjualan tidak terjadi.
Minta bantuan serta saran dari sponsor apabila hal ini sudah terjadi  lebih dari satu kuartal. &quot;Pesanku, pada akhirnya bisnis apa pun adalah  berdagang alias berjualan. Pahami bahwa keuntungan akan hadir setelah  terjadinya penjualan,&quot; jelas Prita.
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa semua berawal dari niat.  Sebaik-baiknya niat berusaha adalah untuk ibadah, bukan supaya jadi auto  tajir melintir. Maka, luruskan niat dalam berbisnis, percayalah bahwa  pintu rezeki akan terbuka dari banyak arah. Jadi, jangan patah semangat  ya.</content:encoded></item></channel></rss>
