<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Tak Tertarik Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia</title><description>Indonesia menyatakan tak tertarik menjalin kerjasama dengan Rusia dalam pengadaan vaksin Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia"/><item><title>Indonesia Tak Tertarik Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2020 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia-uIVr1mg5ZC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/12/320/2292413/indonesia-tak-tertarik-beli-vaksin-covid-19-dari-rusia-uIVr1mg5ZC.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menyatakan tak tertarik menjalin kerjasama dengan Rusia dalam pengadaan vaksin Covid-19.
Hal itu dikatakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (12/10/2020).
&amp;ldquo;Selama ini belum ada perencanaan,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Dia menjelaskan, kini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa produsen vaksin yang berasal dari beberapa negara seperti Inggris dan China. Namun, dia tak membeberkan alasan secara rinci ihwal tak adanya kerjasama dengan Rusia tersebut.
&amp;ldquo;Tentu ini kita membahas dan menggarap yang sudah digarap saat ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia menyatakan terbuka dan siap bekerjasama dengan negara lain untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin virus corona buatan mereka.


CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF) Kirill Dmitriev mengatakan, pihaknya bahkan saat ini telah berencana untuk memproduksi vaksin tersebut di lima negara.
Dmitriev, yang berbicara saat menggelar konferensi pers virtual mengatakan bahwa awalnya muncul ide bahwa vaskin ini sebaiknya hanya untuk warga Rusia dan jangan diungkap ke dunia internasional. Namun, jelas Dmitriev, ini adalah pendekatan yang sangat salah dan oleh karena itu Rusia memutuskan terbuka mengenai vaksin ini kepada dunia.
&quot;Kami tunjukkan bahwa Rusia siap bekerjasama dengan semua negara. Dan kami akan melakukan uji klinis, seperti yang Anda ketahui. Tidak hanya di Rusia, tetapi juga di Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Filipina, mungkin di Brasil, atau di India, mungkin di kedua negara ini,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menyatakan tak tertarik menjalin kerjasama dengan Rusia dalam pengadaan vaksin Covid-19.
Hal itu dikatakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (12/10/2020).
&amp;ldquo;Selama ini belum ada perencanaan,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Dia menjelaskan, kini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan beberapa produsen vaksin yang berasal dari beberapa negara seperti Inggris dan China. Namun, dia tak membeberkan alasan secara rinci ihwal tak adanya kerjasama dengan Rusia tersebut.
&amp;ldquo;Tentu ini kita membahas dan menggarap yang sudah digarap saat ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia menyatakan terbuka dan siap bekerjasama dengan negara lain untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin virus corona buatan mereka.


CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF) Kirill Dmitriev mengatakan, pihaknya bahkan saat ini telah berencana untuk memproduksi vaksin tersebut di lima negara.
Dmitriev, yang berbicara saat menggelar konferensi pers virtual mengatakan bahwa awalnya muncul ide bahwa vaskin ini sebaiknya hanya untuk warga Rusia dan jangan diungkap ke dunia internasional. Namun, jelas Dmitriev, ini adalah pendekatan yang sangat salah dan oleh karena itu Rusia memutuskan terbuka mengenai vaksin ini kepada dunia.
&quot;Kami tunjukkan bahwa Rusia siap bekerjasama dengan semua negara. Dan kami akan melakukan uji klinis, seperti yang Anda ketahui. Tidak hanya di Rusia, tetapi juga di Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Filipina, mungkin di Brasil, atau di India, mungkin di kedua negara ini,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
