<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terdampak Pembangunan Pelabuhan Patimban, KKP Siap Ganti Rugi ke Nelayan</title><description>KKP menyelesaikan masalah pemberdayaan nelayan yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan Patimban.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan"/><item><title>Terdampak Pembangunan Pelabuhan Patimban, KKP Siap Ganti Rugi ke Nelayan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2020 18:37 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan-Le42SPiFxB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelabuhan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/12/320/2292478/terdampak-pembangunan-pelabuhan-patimban-kkp-siap-ganti-rugi-ke-nelayan-Le42SPiFxB.jpg</image><title>Pelabuhan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban akan menyelesaikan masalah pemberdayaan nelayan yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan Patimban.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) KKP Gunaryo menjelaskan, pihaknya sudah berdiskusi dengan sekitar 100 nelayan di dua tempat pendaratan ikan (TPI) Genteng dan Terungtum.
Baca Juga: Siap-Siap Pelabuhan Patimban Dioperasikan Tahun Ini
 
&quot;Kami pun siap membantu nelayan, baik berupa pengadaan kapal dan alat tangkapnya maupun permodalannya. Hal ini penting karena sebelum ada pembangunan Pelabuhan, nelayan dengan kapal di bawah 2 GT bisa menangkap ikan di perairan sekitarnya. Hasilnya, mereka bisa membawa uang Rp1,5 juta - Rp2 juta tiap hari berlayar,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2020).&amp;nbsp;
Namun diketahui, dengan adanya kegiatan pengerukan pelabuhan, penghasilan nelayan menurun drastis, hanya sekitar 300.000 - 500.000 per hari layar. Kini para nelayan harus berlayar lebih jauh lagi sehingga membutuhkan kapal yang lebih besar lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMi80LzEyMzMxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya bantuan kapal yang lebih besar beserta alat tangkapnya, para nelayan juga membutuhkan pelatihan bagaimana mengoperasikan kapal beserta alat tangkapnya.&amp;nbsp;
&quot;Kami siap membantu nelayan, termasuk permodalannya. Dan para nelayan juga sangat tertarik dengan skema bantuan (permodalan) yang kami tawarkan&amp;rdquo; jelas Gunaryo.
Kepala KSOP Patimban Anwar menambahkan, jumlah nelayan di 4 TPI  (Terungtum, Genteng, Laian, dan Ujunggebang) yang terkena dampak  pembangunan Patimban mencapai 1.530 orang. Mereka butuh bantuan sekitar  648 kapal penangkap ikan berkapasitas 8 - 10 GT.
Lebih lanjut, KSOP Patimban bekerjasama dengan JICA sudah melakukan  sejumlah pelatihan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek, seperti,  pelatihan bongkar muat, kuliner, pengoperasian kapal nelayan 10 GT,  security, cleaning service, dan lainnya.
Terkait rencana pengoperasian Pelabuhan Patimban, perwakilan Himpunan Kawasan Industri (HKI) sangat mengapresiasi hal tersebut.
&quot;Beberapa hal yang menjadi harapan HKI diantaranya konektivitas dan  akses jalan harus berstandar internasional, serta tersedianya hardware  dan software yang memadai di pelabuhan,&quot; tandas dia.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memastikan  Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, yang merupakan Proyek Strategis  Nasional (PSN), dijadwalkan mulai beroperasi Desember 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban akan menyelesaikan masalah pemberdayaan nelayan yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan Patimban.
Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) KKP Gunaryo menjelaskan, pihaknya sudah berdiskusi dengan sekitar 100 nelayan di dua tempat pendaratan ikan (TPI) Genteng dan Terungtum.
Baca Juga: Siap-Siap Pelabuhan Patimban Dioperasikan Tahun Ini
 
&quot;Kami pun siap membantu nelayan, baik berupa pengadaan kapal dan alat tangkapnya maupun permodalannya. Hal ini penting karena sebelum ada pembangunan Pelabuhan, nelayan dengan kapal di bawah 2 GT bisa menangkap ikan di perairan sekitarnya. Hasilnya, mereka bisa membawa uang Rp1,5 juta - Rp2 juta tiap hari berlayar,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2020).&amp;nbsp;
Namun diketahui, dengan adanya kegiatan pengerukan pelabuhan, penghasilan nelayan menurun drastis, hanya sekitar 300.000 - 500.000 per hari layar. Kini para nelayan harus berlayar lebih jauh lagi sehingga membutuhkan kapal yang lebih besar lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMi80LzEyMzMxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya bantuan kapal yang lebih besar beserta alat tangkapnya, para nelayan juga membutuhkan pelatihan bagaimana mengoperasikan kapal beserta alat tangkapnya.&amp;nbsp;
&quot;Kami siap membantu nelayan, termasuk permodalannya. Dan para nelayan juga sangat tertarik dengan skema bantuan (permodalan) yang kami tawarkan&amp;rdquo; jelas Gunaryo.
Kepala KSOP Patimban Anwar menambahkan, jumlah nelayan di 4 TPI  (Terungtum, Genteng, Laian, dan Ujunggebang) yang terkena dampak  pembangunan Patimban mencapai 1.530 orang. Mereka butuh bantuan sekitar  648 kapal penangkap ikan berkapasitas 8 - 10 GT.
Lebih lanjut, KSOP Patimban bekerjasama dengan JICA sudah melakukan  sejumlah pelatihan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek, seperti,  pelatihan bongkar muat, kuliner, pengoperasian kapal nelayan 10 GT,  security, cleaning service, dan lainnya.
Terkait rencana pengoperasian Pelabuhan Patimban, perwakilan Himpunan Kawasan Industri (HKI) sangat mengapresiasi hal tersebut.
&quot;Beberapa hal yang menjadi harapan HKI diantaranya konektivitas dan  akses jalan harus berstandar internasional, serta tersedianya hardware  dan software yang memadai di pelabuhan,&quot; tandas dia.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memastikan  Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, yang merupakan Proyek Strategis  Nasional (PSN), dijadwalkan mulai beroperasi Desember 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
