<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Peluang Bisnis Kopi Minang yang Digandrungi Negara Korsel</title><description>Kopi Minang provinsi Sumatera Barat berpeluang untuk dilakukan  peningkatan akses pasar dan ekspor di tengah kondisi pandemic covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel"/><item><title>Intip Peluang Bisnis Kopi Minang yang Digandrungi Negara Korsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2020 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel-1ouhEScmJq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kopi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/12/455/2292232/intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel-1ouhEScmJq.jpg</image><title>Kopi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kopi Minang provinsi Sumatera Barat berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar dan ekspor di tengah kondisi pandemic covid-19. Hal ini didukung dengan diinisiasinya kegiatan Bussiness Matching antara Pelaku usaha/ Eksportir kopi dengan kelompok tani kopi minang provinsi Sumatera Barat pada tanggal 6-7 Oktober 2020 di Kota Padang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Syafrizal mengatakan penguatan pasar kopi di Provinsi Sumatera Barat walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi, tetapi kedepan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumatera Barat bisa meningkat signifikan.
Baca Juga: Keluarga Meninggal akibat Covid-19, Pengusaha Furnitur Beralih Produksi Peti Mati
 
Sebagai informasi, ekspor kopi minang hingga bulan September 2020 dengan volume 275 ton atau senilai Rp6,45 miliar ke Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong dan beberapa negara Timur Tengah.
&quot;Potensi perkebunan Sumatera Barat selain kopi juga dilakukan pengembangan komoditas kakao, kelapa, karet, sawit, teh, dan rempah-rempah perlu terus digali pengembangan hulu hilir dan ekspor,&quot; kata Syafrizal dalam siaran pers, Senin (12/10/2020).
Baca Juga: Ternak Lele Bermodal Rp3 Juta, Usaha Sampingan Heidi Laris
 
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi menyatakan, di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang defisit 5,32%, sub sektor perkebunan tumbuh positif dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian.
&quot;Tercatat PDB sektor Pertanian tumbuh 16,24% pada kuartal II tahun 2020, khusus komoditas kopi, ekspor Indonesia ke dunia meningkat 12% dari sisi volume ekspor jika dibandingkan kuartal II tahun 2019. Ini menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas perkebunan Indonesia terutama kopi minang, Sumatera Barat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS82LzEyMzEwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal perkebunan, Kasdi Subagyono menambahkan akan  memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pascapanen dan  pengolahan untuk menghasilkan produk-produk kopi bernilai tambah  tinggi, juga dalam hal pembinaan dan pendampingan petani.
Saat ini hanya tercatat Kopi Bareh Solok di tahun 2018 (dikenal  dengan Sumatera Arabica Minang Solok) yang memperoleh sertifikat  Indikasi Geografis.
&quot;Kami mendorong penetapan kopi-kopi di Sumatera Barat lain yang  memiliki kekhasan dari sisi geografis yang dihasilkan melalui perbedaan  rasa dan aroma. Saya mencatat ada potensi jenis kopi Sumbar yang  diperdagangkan dengan nama dagang Solok Rajo, Lasi, Robusta/Arabica  Equator Talu, Kopi Kajai Spesialty, Charmintoran Coffee, kopi Payo dan  lain-lain untuk mendapat pengakuan spesifik dari Indikasi Geografis,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kopi Minang provinsi Sumatera Barat berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar dan ekspor di tengah kondisi pandemic covid-19. Hal ini didukung dengan diinisiasinya kegiatan Bussiness Matching antara Pelaku usaha/ Eksportir kopi dengan kelompok tani kopi minang provinsi Sumatera Barat pada tanggal 6-7 Oktober 2020 di Kota Padang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Syafrizal mengatakan penguatan pasar kopi di Provinsi Sumatera Barat walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi, tetapi kedepan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumatera Barat bisa meningkat signifikan.
Baca Juga: Keluarga Meninggal akibat Covid-19, Pengusaha Furnitur Beralih Produksi Peti Mati
 
Sebagai informasi, ekspor kopi minang hingga bulan September 2020 dengan volume 275 ton atau senilai Rp6,45 miliar ke Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong dan beberapa negara Timur Tengah.
&quot;Potensi perkebunan Sumatera Barat selain kopi juga dilakukan pengembangan komoditas kakao, kelapa, karet, sawit, teh, dan rempah-rempah perlu terus digali pengembangan hulu hilir dan ekspor,&quot; kata Syafrizal dalam siaran pers, Senin (12/10/2020).
Baca Juga: Ternak Lele Bermodal Rp3 Juta, Usaha Sampingan Heidi Laris
 
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi menyatakan, di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang defisit 5,32%, sub sektor perkebunan tumbuh positif dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian.
&quot;Tercatat PDB sektor Pertanian tumbuh 16,24% pada kuartal II tahun 2020, khusus komoditas kopi, ekspor Indonesia ke dunia meningkat 12% dari sisi volume ekspor jika dibandingkan kuartal II tahun 2019. Ini menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas perkebunan Indonesia terutama kopi minang, Sumatera Barat,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS82LzEyMzEwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal perkebunan, Kasdi Subagyono menambahkan akan  memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pascapanen dan  pengolahan untuk menghasilkan produk-produk kopi bernilai tambah  tinggi, juga dalam hal pembinaan dan pendampingan petani.
Saat ini hanya tercatat Kopi Bareh Solok di tahun 2018 (dikenal  dengan Sumatera Arabica Minang Solok) yang memperoleh sertifikat  Indikasi Geografis.
&quot;Kami mendorong penetapan kopi-kopi di Sumatera Barat lain yang  memiliki kekhasan dari sisi geografis yang dihasilkan melalui perbedaan  rasa dan aroma. Saya mencatat ada potensi jenis kopi Sumbar yang  diperdagangkan dengan nama dagang Solok Rajo, Lasi, Robusta/Arabica  Equator Talu, Kopi Kajai Spesialty, Charmintoran Coffee, kopi Payo dan  lain-lain untuk mendapat pengakuan spesifik dari Indikasi Geografis,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
