<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Kebijakan BI, Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp14.660/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd"/><item><title>Menanti Kebijakan BI, Rupiah Berpotensi Menguat ke Rp14.660/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2020 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd-ug33V0CK7G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2292739/menanti-kebijakan-bi-rupiah-berpotensi-menguat-ke-rp14-660-usd-ug33V0CK7G.jpg</image><title>Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, seiring sentimen rilis kebijakan Bank Indonesia. Diperkiraan Rupiah hari ini berada pada level Rp14.660- Rp14.800.
Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan Rupiah pada Senin 12 Oktober 2020, sama dengan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat 9 Oktober 2020. Sepanjang  perdagangan kemarin, nilai tukar Rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Melonjak Tinggi, Rupiah Malah Lesu ke Rp14.715/USD
Rupiah mampu bertahan dari koreksi di saat mayoritas mata uang Asia tumbang. Untuk diketahui, indeks dolar AS menguat 0,05% ke posisi 93,1050 saat perdagangan di pasar Asia ditutup. Demikian dikutip dari riset Treasury MNC Bank, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Investor Lirik Joe Biden Bikin Dolar AS Lesu
Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,18%. Pelemahan juga dialami rupe India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura. Hanya yen Jepang dan won Korea yang mampu menguat terhadap dolar AS.
Rupiah akan mengalami fluktuasi, meskipun kesempatan untuk menguat cukup terbuka.
Dari sentimen global, stimulus AS kembali gagal disahkan karena Presiden AS Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun, sedangkan Ketua DPR Nancy Pelosi menginginkan US$2,2 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, seiring sentimen rilis kebijakan Bank Indonesia. Diperkiraan Rupiah hari ini berada pada level Rp14.660- Rp14.800.
Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan Rupiah pada Senin 12 Oktober 2020, sama dengan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat 9 Oktober 2020. Sepanjang  perdagangan kemarin, nilai tukar Rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Melonjak Tinggi, Rupiah Malah Lesu ke Rp14.715/USD
Rupiah mampu bertahan dari koreksi di saat mayoritas mata uang Asia tumbang. Untuk diketahui, indeks dolar AS menguat 0,05% ke posisi 93,1050 saat perdagangan di pasar Asia ditutup. Demikian dikutip dari riset Treasury MNC Bank, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Investor Lirik Joe Biden Bikin Dolar AS Lesu
Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,18%. Pelemahan juga dialami rupe India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Singapura. Hanya yen Jepang dan won Korea yang mampu menguat terhadap dolar AS.
Rupiah akan mengalami fluktuasi, meskipun kesempatan untuk menguat cukup terbuka.
Dari sentimen global, stimulus AS kembali gagal disahkan karena Presiden AS Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun, sedangkan Ketua DPR Nancy Pelosi menginginkan US$2,2 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
