<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Investasi RI Terpusat di Pulau Jawa, Ternyata Ini Penyebabnya</title><description>Investasi di Indonesia terus mengalir, baik investasi asing maupun investasi dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya"/><item><title>   Investasi RI Terpusat di Pulau Jawa, Ternyata Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2020 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya-ei72MIERO1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2292885/investasi-ri-terpusat-di-pulau-jawa-ternyata-ini-penyebabnya-ei72MIERO1.jpeg</image><title>Investasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Investasi di Indonesia terus mengalir, baik investasi asing maupun investasi dalam negeri. Investasi tiap tahunnya terus bertambah namun penyebaran investasi masih belum merata ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri. Menurutnya investasi di Indonesia masih bertumpu di Pulau Jawa saja.

&quot;Kita lihat di daerah-daerah Indonesia Timur masih belum banyak investasinya dan masih banyak di Pulau Jawa. Jadi ke depannya bagaimana investasi itu bisa merata ke daerah-daerah yang memiliki memiliki potensi sumber daya alam,&quot; ujar dia dalam acara IDX Channel, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan apabila ada sentuhan investasi di daerah-daerah khususnya di Indonesia Timur maka akan ada nilai tambah daerah tersebut dengan potensi sumber daya alamnya.

&quot;Apabila ada investasi masuk di situ ini menjadi pertumbuhan ekonomi di daerah itu,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia juga menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penyebab tidak meratanya investasi di daerah-daerah. Di mana investor lebih memilih infrastruktur yang baik seperti di Pulau Jawa.

&quot;Kebanyakan investor memilih investasi ke suatu daerah yang mendekati pasar dan yang kedua mendapatkan sumber bahan baku. Tapi investor lebih banyak memilih investasi di dekat pasar daripada bahan bakunya,&quot; tandas dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut ketimpangan penanaman modal atau investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa kian minim dan hampir berimbang.</description><content:encoded>JAKARTA - Investasi di Indonesia terus mengalir, baik investasi asing maupun investasi dalam negeri. Investasi tiap tahunnya terus bertambah namun penyebaran investasi masih belum merata ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri. Menurutnya investasi di Indonesia masih bertumpu di Pulau Jawa saja.

&quot;Kita lihat di daerah-daerah Indonesia Timur masih belum banyak investasinya dan masih banyak di Pulau Jawa. Jadi ke depannya bagaimana investasi itu bisa merata ke daerah-daerah yang memiliki memiliki potensi sumber daya alam,&quot; ujar dia dalam acara IDX Channel, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan apabila ada sentuhan investasi di daerah-daerah khususnya di Indonesia Timur maka akan ada nilai tambah daerah tersebut dengan potensi sumber daya alamnya.

&quot;Apabila ada investasi masuk di situ ini menjadi pertumbuhan ekonomi di daerah itu,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia juga menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penyebab tidak meratanya investasi di daerah-daerah. Di mana investor lebih memilih infrastruktur yang baik seperti di Pulau Jawa.

&quot;Kebanyakan investor memilih investasi ke suatu daerah yang mendekati pasar dan yang kedua mendapatkan sumber bahan baku. Tapi investor lebih banyak memilih investasi di dekat pasar daripada bahan bakunya,&quot; tandas dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut ketimpangan penanaman modal atau investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa kian minim dan hampir berimbang.</content:encoded></item></channel></rss>
