<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tekan Angka Pengangguran di RI, Bagaimana Caranya?</title><description>SDM merupakan salah satu faktor kunci untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing serta menciptakan inovasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya"/><item><title>Tekan Angka Pengangguran di RI, Bagaimana Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2020 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya-V6hA81Ok6D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/13/320/2293041/tekan-angka-pengangguran-di-ri-bagaimana-caranya-V6hA81Ok6D.jpg</image><title>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian secara konsisten menginisiasi program dan kegiatan strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memenuhi kebutuhan sektor industri saat ini. Sebab, SDM merupakan salah satu faktor kunci untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing serta menciptakan inovasi.
&amp;ldquo;Guna mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM, seiring dengan momentum bonus demografi yang sedang dinikmati hingga tahun 2030,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penanganan Covid-19 dan Ekonomi, Menko Airlangga: Kita Top Five
Menperin menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih massif. &amp;ldquo;Dalam hal ini, Kemenperin memiliki sejumlah satuan kerja yang dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri, seperti di BDI Jakarta ini,&amp;rdquo; tuturnya.
BDI Jakarta mempunyai tugas utama melaksanakan diklat secara khusus bagi pengembangan SDM untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Selain itu, BDI Jakarta juga bertekad untuk mampu menghasilkan wirausaha industri yang kompeten dan berdaya saing.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wNC8xLzEyMDExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Program unggulan BDI Jakarta antara lain adalah Diklat 3 in 1, yang mengusung konsep pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja,&amp;rdquo; ujar Agus. Pelatihan berbasis kompetensi tersebut menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.
Adapun Diklat 3 in 1 yang telah dilaksanakan oleh BDI Jakarta, antara lain Diklat Operator Mesin Industri Garmen, Diklat Operator Tekstil, Diklat Pertenunan Tingkat Supervisi, Diklat Operator QC Pertenunan, Diklat Mekanik Mesin Industri Garmen, Diklat QC Garmen, Diklat QC Tekstil, Diklat Supervisor Garmen, dan Diklat Membatik.Menperin optimistis, melalui program strategis tersebut, pihaknya  turut berperan dalam upaya menekan jumlah pengangguran, terutama akibat  dampak pandemi Covid-19. &amp;ldquo;Kami ingin para peserta diklat memiliki  inovasi dan kreativitas agar dapat mendukung produktivitas dan daya  saing sektor industri, yang ujungnya bisa menopang upaya pemulihan  ekonomi nasional,&amp;rdquo; katanya.
Menperin menambahkan, sejak awal mewabahnya Covid-19, pemerintah  memberikan fleksibilitas kepada para pelaku industri untuk tetap  beroperasi melalui penerbitan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan  Industri (IOMKI). Dengan izin tersebut, lebih dari 18 ribu industri  tetap bisa melakukan aktivitasnya. &amp;ldquo;Namun tujuan dari pemberian IOMKI  bukan hanya agar industri tetap jalan dan tekanan ekonomi tidak terlalu  dalam, tetapi untuk menekan PHK maupun jumlah karyawan yang dirumahkan,&amp;rdquo;  ungkapnya.
Dia menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah  terhadap para pekerja, terutama sebagai mempertahankan lapangan  pekerjaan sebelum bisa tercipta lapangan kerja baru. &amp;ldquo;Kemenperin juga  mendorong pemulihan produktivitas SDM industri lewat program re-skilling  dan up-skilling serta penyiapan skill baru untuk tenaga kerja indusri,&amp;rdquo;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian secara konsisten menginisiasi program dan kegiatan strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memenuhi kebutuhan sektor industri saat ini. Sebab, SDM merupakan salah satu faktor kunci untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing serta menciptakan inovasi.
&amp;ldquo;Guna mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM, seiring dengan momentum bonus demografi yang sedang dinikmati hingga tahun 2030,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penanganan Covid-19 dan Ekonomi, Menko Airlangga: Kita Top Five
Menperin menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih massif. &amp;ldquo;Dalam hal ini, Kemenperin memiliki sejumlah satuan kerja yang dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri, seperti di BDI Jakarta ini,&amp;rdquo; tuturnya.
BDI Jakarta mempunyai tugas utama melaksanakan diklat secara khusus bagi pengembangan SDM untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Selain itu, BDI Jakarta juga bertekad untuk mampu menghasilkan wirausaha industri yang kompeten dan berdaya saing.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8wNC8xLzEyMDExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Program unggulan BDI Jakarta antara lain adalah Diklat 3 in 1, yang mengusung konsep pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja,&amp;rdquo; ujar Agus. Pelatihan berbasis kompetensi tersebut menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.
Adapun Diklat 3 in 1 yang telah dilaksanakan oleh BDI Jakarta, antara lain Diklat Operator Mesin Industri Garmen, Diklat Operator Tekstil, Diklat Pertenunan Tingkat Supervisi, Diklat Operator QC Pertenunan, Diklat Mekanik Mesin Industri Garmen, Diklat QC Garmen, Diklat QC Tekstil, Diklat Supervisor Garmen, dan Diklat Membatik.Menperin optimistis, melalui program strategis tersebut, pihaknya  turut berperan dalam upaya menekan jumlah pengangguran, terutama akibat  dampak pandemi Covid-19. &amp;ldquo;Kami ingin para peserta diklat memiliki  inovasi dan kreativitas agar dapat mendukung produktivitas dan daya  saing sektor industri, yang ujungnya bisa menopang upaya pemulihan  ekonomi nasional,&amp;rdquo; katanya.
Menperin menambahkan, sejak awal mewabahnya Covid-19, pemerintah  memberikan fleksibilitas kepada para pelaku industri untuk tetap  beroperasi melalui penerbitan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan  Industri (IOMKI). Dengan izin tersebut, lebih dari 18 ribu industri  tetap bisa melakukan aktivitasnya. &amp;ldquo;Namun tujuan dari pemberian IOMKI  bukan hanya agar industri tetap jalan dan tekanan ekonomi tidak terlalu  dalam, tetapi untuk menekan PHK maupun jumlah karyawan yang dirumahkan,&amp;rdquo;  ungkapnya.
Dia menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah  terhadap para pekerja, terutama sebagai mempertahankan lapangan  pekerjaan sebelum bisa tercipta lapangan kerja baru. &amp;ldquo;Kemenperin juga  mendorong pemulihan produktivitas SDM industri lewat program re-skilling  dan up-skilling serta penyiapan skill baru untuk tenaga kerja indusri,&amp;rdquo;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
