<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pelaku Pasar Harap-Harap Cemas soal Stimulus hingga Debat Capres AS</title><description>Pelaku pasar masih menanti kepastian pembicaraan stimulus Amerika Serikat (AS)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as"/><item><title> Pelaku Pasar Harap-Harap Cemas soal Stimulus hingga Debat Capres AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2020 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as-qPA1hDE5rX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/14/278/2293713/pelaku-pasar-harap-harap-cemas-soal-stimulus-hingga-debat-capres-as-qPA1hDE5rX.jpg</image><title>IHSG (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku pasar masih menanti kepastian pembicaraan stimulus Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung. Stimulus AS ini untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha hingga industri penerbangan.
Selain itu, investor juga memantau debat Calon Presiden AS yang bisa memberikan sentimen positif ke pasar bila stimulus diindikasikan akan dirilis dan Joe Biden berpotensi menang. Demikian seperti dikutip dalam laporan Treasury MNC Bank, Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Sementara itu, nilai tukar Rupiah diprediksi bergerak terbatas seiring dengan ketidakpastian stimulus AS dan kekhawatiran penolakan omnibus Law UU Cipta Kerja.
Kemarin, Rupiah berbalik melemah setelah menguat selama enam hari perdagangan berturut-turut seiring dengan penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian stimulus ekonomi oleh Pemerintah AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (13/10/2020) nilai tukar Rupiah ditutup di level Rp14.725 per USD, melemah 0,17% atau 25 poin.
Pelemahan Rupiah didukung oleh sentimen ketidakpastian stimulus AS dan kekhawatiran pasar terhadap demo terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Sentimen itu memberikan tekanan terhadap Rupiah pada perdagangan kali ini
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku pasar masih menanti kepastian pembicaraan stimulus Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung. Stimulus AS ini untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha hingga industri penerbangan.
Selain itu, investor juga memantau debat Calon Presiden AS yang bisa memberikan sentimen positif ke pasar bila stimulus diindikasikan akan dirilis dan Joe Biden berpotensi menang. Demikian seperti dikutip dalam laporan Treasury MNC Bank, Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Sementara itu, nilai tukar Rupiah diprediksi bergerak terbatas seiring dengan ketidakpastian stimulus AS dan kekhawatiran penolakan omnibus Law UU Cipta Kerja.
Kemarin, Rupiah berbalik melemah setelah menguat selama enam hari perdagangan berturut-turut seiring dengan penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian stimulus ekonomi oleh Pemerintah AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (13/10/2020) nilai tukar Rupiah ditutup di level Rp14.725 per USD, melemah 0,17% atau 25 poin.
Pelemahan Rupiah didukung oleh sentimen ketidakpastian stimulus AS dan kekhawatiran pasar terhadap demo terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Sentimen itu memberikan tekanan terhadap Rupiah pada perdagangan kali ini
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
