<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei BI: 20,56% Pebisnis Berasumsi Keuangannya Memburuk di Kuartal III-2020</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat kondisi keuangan perusahaan masih terkontraksi dengan minus 2,82%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020"/><item><title>Survei BI: 20,56% Pebisnis Berasumsi Keuangannya Memburuk di Kuartal III-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2020 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020-PGMx8O9cSV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Keuangan Perusahaan Masih Terkontraksi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/14/320/2293379/survei-bi-20-56-pebisnis-berasumsi-keuangannya-memburuk-di-kuartal-iii-2020-PGMx8O9cSV.jpg</image><title>Kondisi Keuangan Perusahaan Masih Terkontraksi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kondisi keuangan perusahaan masih terkontraksi dengan minus 2,82% pada kuartal III-2020. Meski demikian, angka tersebut membaik jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai minus 18,13%.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, berdasarkan responden survei kegiatan dunia usaha yang menjawab kondisi likuiditas perusahaan dalam kondisi baik hanya 17,73%. Sedangkan 20,56% responden menjawab kondisi perusahaannya memburuk.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Mikir-Mikir Investasi di Tengah Kasus Baru Covid-19
&quot;Saldo bersih likuiditas perusahaan menunjukkan perbaikan meski masih terkontraksi,&quot; ujar Onny di Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Dia melanjutkan, kegiatan usaha serta kemampuan meningkatnya kegiatan usaha mencetak laba pada triwulan III-2020 juga masih mengalami minus sebesar 6,34% dari sebelumnya minus 25,56%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Serupa dengan yang terjadi saat ini aspek likuiditas terdapat peningkatan persentase responden yang menjawab rentabilitas dalam kondisi membaik yaitu sebesar 17,18% dari 10,57% pada triwulan sebelumnya,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Beri Kepastian Hukum Bagi Dunia Usaha
Dia menambahkan, untuk kredit perbankan pada triwulan ketiga masih cukup terkontraksi. Adapun saldo bersih kredit perbankan pada triwulan ketiga mencapai minus 5,96%. Namun tidak lebih tinggi dari sebelumnya yang mencapai minus 9,14%.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kondisi keuangan perusahaan masih terkontraksi dengan minus 2,82% pada kuartal III-2020. Meski demikian, angka tersebut membaik jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai minus 18,13%.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, berdasarkan responden survei kegiatan dunia usaha yang menjawab kondisi likuiditas perusahaan dalam kondisi baik hanya 17,73%. Sedangkan 20,56% responden menjawab kondisi perusahaannya memburuk.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Mikir-Mikir Investasi di Tengah Kasus Baru Covid-19
&quot;Saldo bersih likuiditas perusahaan menunjukkan perbaikan meski masih terkontraksi,&quot; ujar Onny di Jakarta, Rabu (14/10/2020).
Dia melanjutkan, kegiatan usaha serta kemampuan meningkatnya kegiatan usaha mencetak laba pada triwulan III-2020 juga masih mengalami minus sebesar 6,34% dari sebelumnya minus 25,56%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Serupa dengan yang terjadi saat ini aspek likuiditas terdapat peningkatan persentase responden yang menjawab rentabilitas dalam kondisi membaik yaitu sebesar 17,18% dari 10,57% pada triwulan sebelumnya,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Beri Kepastian Hukum Bagi Dunia Usaha
Dia menambahkan, untuk kredit perbankan pada triwulan ketiga masih cukup terkontraksi. Adapun saldo bersih kredit perbankan pada triwulan ketiga mencapai minus 5,96%. Namun tidak lebih tinggi dari sebelumnya yang mencapai minus 9,14%.</content:encoded></item></channel></rss>
