<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hibah Rp3,3 Triliun Digelontorkan, Angela Tanoesoedibjo: Kawal Percepatan Pemulihan Pariwisata</title><description>Pemerintah mendorong percepatan pemulihan pariwisata Indonesia dengan menggelontorkan dana hibah pariwisata Rp3,3 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata"/><item><title>Hibah Rp3,3 Triliun Digelontorkan, Angela Tanoesoedibjo: Kawal Percepatan Pemulihan Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2020 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata-MYj5sQOQWz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/14/320/2293638/hibah-rp3-3-triliun-digelontorkan-angela-tanoesoedibjo-kawal-percepatan-pemulihan-pariwisata-MYj5sQOQWz.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mendorong percepatan pemulihan pariwisata Indonesia dengan menggelontorkan dana hibah pariwisata Rp3,3 triliun.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan pihaknya mengawal terobosan dana hibah pariwisata tersebut hingga bisa terwujud guna mendukung kembalinya kepercayaan publik yang menjadi kunci utama bagi pemulihan sektor pariwisata di tengah dan pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga: Wishnutama: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Dikucurkan
&quot;Guna percepatan pemulihan pariwisata Indonesia, perlu mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor ini. Untuk itu, pemerintah memberikan hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun,&quot; ujar Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Rabu (14/10/2020).&amp;nbsp;
Sebanyak 70% dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk membantu operasional hotel dan restoran, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Tak adanya pemasukan selama pandemi Covid-19, membuat banyak hotel dan restoran terkendala dana untuk beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
&quot;Padahal, mereka perlu melakukan ini, supaya bisa beroperasi dengan aman dan publik kembali percaya. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan kesehatan,&quot; tutur Angela.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Angela memaparkan sisanya, yaitu sebesar 30% dari dana hibah akan disalurkan kepada pemerintah daerah untuk menangani dampak Covid-19 pada sektor pariwisata dan ekonomi  kreatif. Penggunaan dana ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Tak hanya dana hibah pariwisata, lanjut Angela, ada program Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety &amp;amp; Environment Sustainability (CHSE) gratis bagi usaha pariwisata yang telah menerapkan protokol kesehatan oleh lembaga independen Rp 119 miliar. Sertifikasi ini untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan industri yang terkait sektor pariwisata.
&quot;Agar labeling jelas dan bisa dipertanggungjawabkan kepada konsumen. Konsumen yang ingin tahu lokasi-lokasi yang sudah menerapkan protokol kesehatan, bisa menyaring lewat sertifikasi ini,&quot; papar peraih gelar Master of Commerce dalam bidang Keuangan dari Universitas New South Wales, Australia itu.Sertifikasi dan Hibah tersebut diharapkan Angela dapat memberikan  amunisi bagi usaha pariwisata dalam beroperasi dengan aman, serta dapat  meningkatkan kepercayaan masyarakat. &quot;Jadi, ketika publik siap  mengonsumsi produk pariwisata, usaha pariwisata juga sudah siap  beroperasi dengan standar kesehatan yang sesuai dengan peraturan,&quot;  ungkap Angela.
Sebelumnya,&amp;nbsp;Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama  Kusubandio mengatakan, dana hibah pariwisata melalui Kementerian  Keuangan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  yang digagas pemerintah dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah membantu pemerintah  daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami  gangguan finansial, serta recovery penurunan pendapatan asli daerah  (PAD) akibat pandemi Covid-19 dengan jangka waktu pelaksanaan hingga  Desember 2020.
Proses pencairan dana diajukan oleh kepala daerah kepada Kementerian  Keuangan mengacu pada rekomendasi teknis yang diterbitkan oleh  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Wishnutama mengatakan Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Industri  dan Investasi akan melakukan sosialisasi Program Hibah Pariwisata Tahun  2020 secara berkala.&amp;nbsp;Untuk kegiatan awal, telah dilangsungkan  sosialisasi pada 8 Oktober 2020 di Hotel Novotel Tangerang, Banten.  Kegiatan juga dilakukan secara hybrid meeting dengan melibatkan 101  daerah kabupaten/kota di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mendorong percepatan pemulihan pariwisata Indonesia dengan menggelontorkan dana hibah pariwisata Rp3,3 triliun.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan pihaknya mengawal terobosan dana hibah pariwisata tersebut hingga bisa terwujud guna mendukung kembalinya kepercayaan publik yang menjadi kunci utama bagi pemulihan sektor pariwisata di tengah dan pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga: Wishnutama: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Dikucurkan
&quot;Guna percepatan pemulihan pariwisata Indonesia, perlu mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor ini. Untuk itu, pemerintah memberikan hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun,&quot; ujar Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Rabu (14/10/2020).&amp;nbsp;
Sebanyak 70% dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk membantu operasional hotel dan restoran, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Tak adanya pemasukan selama pandemi Covid-19, membuat banyak hotel dan restoran terkendala dana untuk beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
&quot;Padahal, mereka perlu melakukan ini, supaya bisa beroperasi dengan aman dan publik kembali percaya. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan kesehatan,&quot; tutur Angela.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Angela memaparkan sisanya, yaitu sebesar 30% dari dana hibah akan disalurkan kepada pemerintah daerah untuk menangani dampak Covid-19 pada sektor pariwisata dan ekonomi  kreatif. Penggunaan dana ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Tak hanya dana hibah pariwisata, lanjut Angela, ada program Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety &amp;amp; Environment Sustainability (CHSE) gratis bagi usaha pariwisata yang telah menerapkan protokol kesehatan oleh lembaga independen Rp 119 miliar. Sertifikasi ini untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan industri yang terkait sektor pariwisata.
&quot;Agar labeling jelas dan bisa dipertanggungjawabkan kepada konsumen. Konsumen yang ingin tahu lokasi-lokasi yang sudah menerapkan protokol kesehatan, bisa menyaring lewat sertifikasi ini,&quot; papar peraih gelar Master of Commerce dalam bidang Keuangan dari Universitas New South Wales, Australia itu.Sertifikasi dan Hibah tersebut diharapkan Angela dapat memberikan  amunisi bagi usaha pariwisata dalam beroperasi dengan aman, serta dapat  meningkatkan kepercayaan masyarakat. &quot;Jadi, ketika publik siap  mengonsumsi produk pariwisata, usaha pariwisata juga sudah siap  beroperasi dengan standar kesehatan yang sesuai dengan peraturan,&quot;  ungkap Angela.
Sebelumnya,&amp;nbsp;Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama  Kusubandio mengatakan, dana hibah pariwisata melalui Kementerian  Keuangan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  yang digagas pemerintah dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah membantu pemerintah  daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami  gangguan finansial, serta recovery penurunan pendapatan asli daerah  (PAD) akibat pandemi Covid-19 dengan jangka waktu pelaksanaan hingga  Desember 2020.
Proses pencairan dana diajukan oleh kepala daerah kepada Kementerian  Keuangan mengacu pada rekomendasi teknis yang diterbitkan oleh  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Wishnutama mengatakan Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Industri  dan Investasi akan melakukan sosialisasi Program Hibah Pariwisata Tahun  2020 secara berkala.&amp;nbsp;Untuk kegiatan awal, telah dilangsungkan  sosialisasi pada 8 Oktober 2020 di Hotel Novotel Tangerang, Banten.  Kegiatan juga dilakukan secara hybrid meeting dengan melibatkan 101  daerah kabupaten/kota di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
