<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagaimana Kabar Holding Rumah Sakit BUMN?</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara mencatat realisasi penggabungan holding farmasi dan rumah sakit BUMN belum dapat dipastikan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn"/><item><title>Bagaimana Kabar Holding Rumah Sakit BUMN?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn-DlTUilvXF2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/320/2294020/bagaimana-kabar-holding-rumah-sakit-bumn-DlTUilvXF2.jpg</image><title>Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mencatat realisasi penggabungan holding farmasi dan rumah sakit BUMN belum dapat dipastikan. Meski begitu, dalam waktu dekat ini pihak kementerian akan mencoba mengintegrasikan kedua sektor kesehatan itu dalam satu klaster.
Asisten Deputi Bidang Telekomunikasi dan Farmasi Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara mengatakan, butuh waktu panjang untuk pembentukan suatu holding. Khususnya, melakukan sejumlah tahapan-tahapan dalam mensinergikan sumber daya yang dimiliki perseroan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Holding BUMN, Erick Thohir: Bukan Kita Mau Monopoli
&quot;Tentunya membuat suatu holding tahapannya cukup banyak. Saya rasa kita ada tahapan yang perlu kita lakukan. Tidak mudah kita untuk bisa membuat holding karena banyak hal yang mesti kita siapkan, baik dari persiapan perusahaannya sendiri maupun stakeholder yang mesti kita tata dan ajak kerja sama. Jadi untuk waktunya belum bisa tentukan secara pasti kapan, tapi kalau integrasinya kita harapkan dalam waktu dekat sudah bisa kita mulai atau disinergikan,&quot; kata Aditya dalam Ngopi BUMM, Jakarta, Kamis (15/10/2020).
Dia menegaskan, dalam membentuk ekosistem atau klaster kesehatan belum secara langsung menjadi sebuah holding. Klaster itu bisa saja bentuknya sinergisitas atau bentuknya suatu kerja sama operasi farmasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, telah membentuk holding BUMN farmasi pada Januari 2020 lalu. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi bisnis di industri farmasi sekaligus penyokong sektor kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Aditya Dhanwantara menyebut, nantinya pembentukan holding BUMN farmasi ini menjadi salah satu milestone dalam pembentukan holding BUMN healthcare (layanan kesehatan) di Indonesia.
&quot;Nanti BUMN Farmasi (holding) ini akan diperluas jadi (holding) BUMN di sektor kesehatan, yaitu ada BUMN farmasi dan BUMN layanan kesehatan seperti Pertamedika, Krakatau Medika, dan rumah sakit BUMN lain yang menjadi afiliasi,&quot; kata dia.Aditya melanjutkan, dalam mengembangkan BUMN farmasi, pihaknya  memiliki kerangka kerja yang terdiri dari 5 poin, yaitu nilai ekonomi  dan sosial untuk Indonesia, inovasi modal bisnis, kepemimpinan  teknologi, pengembangan investasi dan pengembangan talenta.
Dengan framework tersebut, diharapkan industri farmasi nasional bisa  lebih kuat dan mandiri, lalu ketersediaan produk meningkat serta inovasi  penyediaan produk akan semakin beragam.
Adapun, pembagian tugas kepada anggota holding juga sudah dilakukan  dengan rinci. Seperti, Bio Farma yang berfokus kepada penguasaan  platform teknologi vaksin baru dan pengembangan ekosistem digital  healthcare.
Lalu, Kimia Farma yang berfokus terhadap pengembangan fasilitas  industri bahan baku obat (BBO) serta Indo Farma yang berfokus ke  pengembangan alat kesehatan dan produk herbal.
&quot;Ini adalah harapan kita dalam melakukan transformasi bisnis,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mencatat realisasi penggabungan holding farmasi dan rumah sakit BUMN belum dapat dipastikan. Meski begitu, dalam waktu dekat ini pihak kementerian akan mencoba mengintegrasikan kedua sektor kesehatan itu dalam satu klaster.
Asisten Deputi Bidang Telekomunikasi dan Farmasi Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara mengatakan, butuh waktu panjang untuk pembentukan suatu holding. Khususnya, melakukan sejumlah tahapan-tahapan dalam mensinergikan sumber daya yang dimiliki perseroan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Holding BUMN, Erick Thohir: Bukan Kita Mau Monopoli
&quot;Tentunya membuat suatu holding tahapannya cukup banyak. Saya rasa kita ada tahapan yang perlu kita lakukan. Tidak mudah kita untuk bisa membuat holding karena banyak hal yang mesti kita siapkan, baik dari persiapan perusahaannya sendiri maupun stakeholder yang mesti kita tata dan ajak kerja sama. Jadi untuk waktunya belum bisa tentukan secara pasti kapan, tapi kalau integrasinya kita harapkan dalam waktu dekat sudah bisa kita mulai atau disinergikan,&quot; kata Aditya dalam Ngopi BUMM, Jakarta, Kamis (15/10/2020).
Dia menegaskan, dalam membentuk ekosistem atau klaster kesehatan belum secara langsung menjadi sebuah holding. Klaster itu bisa saja bentuknya sinergisitas atau bentuknya suatu kerja sama operasi farmasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, telah membentuk holding BUMN farmasi pada Januari 2020 lalu. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi bisnis di industri farmasi sekaligus penyokong sektor kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Aditya Dhanwantara menyebut, nantinya pembentukan holding BUMN farmasi ini menjadi salah satu milestone dalam pembentukan holding BUMN healthcare (layanan kesehatan) di Indonesia.
&quot;Nanti BUMN Farmasi (holding) ini akan diperluas jadi (holding) BUMN di sektor kesehatan, yaitu ada BUMN farmasi dan BUMN layanan kesehatan seperti Pertamedika, Krakatau Medika, dan rumah sakit BUMN lain yang menjadi afiliasi,&quot; kata dia.Aditya melanjutkan, dalam mengembangkan BUMN farmasi, pihaknya  memiliki kerangka kerja yang terdiri dari 5 poin, yaitu nilai ekonomi  dan sosial untuk Indonesia, inovasi modal bisnis, kepemimpinan  teknologi, pengembangan investasi dan pengembangan talenta.
Dengan framework tersebut, diharapkan industri farmasi nasional bisa  lebih kuat dan mandiri, lalu ketersediaan produk meningkat serta inovasi  penyediaan produk akan semakin beragam.
Adapun, pembagian tugas kepada anggota holding juga sudah dilakukan  dengan rinci. Seperti, Bio Farma yang berfokus kepada penguasaan  platform teknologi vaksin baru dan pengembangan ekosistem digital  healthcare.
Lalu, Kimia Farma yang berfokus terhadap pengembangan fasilitas  industri bahan baku obat (BBO) serta Indo Farma yang berfokus ke  pengembangan alat kesehatan dan produk herbal.
&quot;Ini adalah harapan kita dalam melakukan transformasi bisnis,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
