<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Resesi di Depan Mata, Masyarakat Jadi Lebih Pintar Kelola Uang   </title><description>Gejolak perekonomian yang tak menentu kini menjadi ancaman untuk berbagai sektor dan industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang"/><item><title> Resesi di Depan Mata, Masyarakat Jadi Lebih Pintar Kelola Uang   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/15/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 06:14 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/14/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang-QQsD4aYjLX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/14/622/2293660/resesi-di-depan-mata-masyarakat-jadi-lebih-pintar-kelola-uang-QQsD4aYjLX.jpeg</image><title>Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gejolak perekonomian yang tak menentu kini menjadi ancaman untuk berbagai sektor dan industri. Namun, hal tersebut juga memberi dampak positif pula terhadap perilaku konsumtif masyarakat.

Adanya resesi di depan mata membuat para konsumen di Indonesia kini menjadi lebih pintar dalam membelanjakan uangnya. Masyarakat saat ini kerap memilah-milah mana yang menjadi kebutuhan pokok atau tidak.

&quot;Bagi kita konsumen, masa resesi mengajarkan kita untuk bisa lebih bijak dalam membelanjakan uang yang kita miliki,&quot; kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho kepada Okezone, Kamis (15/10/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyebut manfaat lainnya yaitu para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi lebih pintar melihat peluang untuk menciptakan sebuah bisnis. Bahkan, para pebisnis kawakan pun harus terus berinovasi agar usahanya dapat eksis di tengah resesi.

&quot;Selain itu kita dituntut untuk menjadi lebih cermat membaca peluang-peluang bisnis lain seandainya bisnis kita saat ini macet atau berhenti sama sekali,&quot; katanya.

Baca Selengkapnya: Penghasilan Berkurang, Resesi Bikin Sadar dalam Membelanjakan Uang
&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gejolak perekonomian yang tak menentu kini menjadi ancaman untuk berbagai sektor dan industri. Namun, hal tersebut juga memberi dampak positif pula terhadap perilaku konsumtif masyarakat.

Adanya resesi di depan mata membuat para konsumen di Indonesia kini menjadi lebih pintar dalam membelanjakan uangnya. Masyarakat saat ini kerap memilah-milah mana yang menjadi kebutuhan pokok atau tidak.

&quot;Bagi kita konsumen, masa resesi mengajarkan kita untuk bisa lebih bijak dalam membelanjakan uang yang kita miliki,&quot; kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho kepada Okezone, Kamis (15/10/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menyebut manfaat lainnya yaitu para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi lebih pintar melihat peluang untuk menciptakan sebuah bisnis. Bahkan, para pebisnis kawakan pun harus terus berinovasi agar usahanya dapat eksis di tengah resesi.

&quot;Selain itu kita dituntut untuk menjadi lebih cermat membaca peluang-peluang bisnis lain seandainya bisnis kita saat ini macet atau berhenti sama sekali,&quot; katanya.

Baca Selengkapnya: Penghasilan Berkurang, Resesi Bikin Sadar dalam Membelanjakan Uang
&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
