<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Rugi Rp219 Miliar, Pemilik Hypermart Tutup 8 Gerai   </title><description>Kerugian PT Matahari Putra Prima Tbk akibat pandemi Covid-19 bertambah di kuartal II-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai"/><item><title> Rugi Rp219 Miliar, Pemilik Hypermart Tutup 8 Gerai   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2020 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai-sYPZatRw8Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tutup (Foto: Alaturkaturkishrestaurant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/16/278/2294671/rugi-rp219-miliar-pemilik-hypermart-tutup-8-gerai-sYPZatRw8Q.jpg</image><title>Ilustrasi Tutup (Foto: Alaturkaturkishrestaurant)</title></images><description>JAKARTA - Kerugian PT Matahari Putra Prima Tbk akibat pandemi Covid-19 bertambah di kuartal II-2020. Emiten ritel berkode saham MPPA mengalami peningkatan kerugian sebesar Rp219,25 miliar.

&quot;Adanya penurunan penjualan, rugi tahun berjalan kita itu Rp219,25 miliar. Ini sedikit meningkat dari tahun sebelumnya&quot; kata Herry Senjaya, Finance &amp;amp; Accounting Associate Director Matahari Putra Prima, dalam dalam Paparan Publik secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Dalam paparannya, penjualan  MPPA menurun  dari Rp4,6 triliun di kuartal II-2019 menjadi Rp3,6 triliun di 2020 pada periode yang sama. Akibat penjualan yang menurun membuat rugi tahun  berjalan membengkak, dari Rp186,8 miliar  di kuartal II-2019 menjadi Rp219,25 miliar pada periode yang sama.
Baca Juga: 2 Komisaris Matahari Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Perusahaan pemilik jaringan ritel Hypermart, Hyfresh dan Foodmart juga mengakui bahwa selama pandemi harus menutup beberapa gerai yang penjualannya mengalami kerugian. Setidaknya ada 8 gerai ditutup di sejumlah  daerah seperti di Bali dan Jambi.

&quot;Gerai ini ditutup sementara karena jumlah pelanggan sangat sedikit. Adapun rencananya, di akhir tahun ini sudah bisa dibuka kembali.&quot; jelasnya
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/09/64701/328673_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pagi Ini Rupiah Melemah di Level Rp13.892/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementera itu, Corporate Secretary Matahari Putra Prima Danny Kojongian untuk bertahan di tengah pandemi perusahaan melakukan efisiensi dan mendorong penjualan lewat online. Seperti melalui Hypermart Online, Chat &amp;amp; Shop melalui WhatsApp, GrabMart serta Shopee.

&quot;Penjualan online masih belum cukup karena mayoritas masih belanja offline,&quot; ujarnya.

Meski begitu, di tahun depan MPPA menarget penjualan online mencapai 10%-15% dari yang offline. Langkah ini merupakan pengembangan yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi situasi dalam pandemi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kerugian PT Matahari Putra Prima Tbk akibat pandemi Covid-19 bertambah di kuartal II-2020. Emiten ritel berkode saham MPPA mengalami peningkatan kerugian sebesar Rp219,25 miliar.

&quot;Adanya penurunan penjualan, rugi tahun berjalan kita itu Rp219,25 miliar. Ini sedikit meningkat dari tahun sebelumnya&quot; kata Herry Senjaya, Finance &amp;amp; Accounting Associate Director Matahari Putra Prima, dalam dalam Paparan Publik secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Dalam paparannya, penjualan  MPPA menurun  dari Rp4,6 triliun di kuartal II-2019 menjadi Rp3,6 triliun di 2020 pada periode yang sama. Akibat penjualan yang menurun membuat rugi tahun  berjalan membengkak, dari Rp186,8 miliar  di kuartal II-2019 menjadi Rp219,25 miliar pada periode yang sama.
Baca Juga: 2 Komisaris Matahari Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Perusahaan pemilik jaringan ritel Hypermart, Hyfresh dan Foodmart juga mengakui bahwa selama pandemi harus menutup beberapa gerai yang penjualannya mengalami kerugian. Setidaknya ada 8 gerai ditutup di sejumlah  daerah seperti di Bali dan Jambi.

&quot;Gerai ini ditutup sementara karena jumlah pelanggan sangat sedikit. Adapun rencananya, di akhir tahun ini sudah bisa dibuka kembali.&quot; jelasnya
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/06/09/64701/328673_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pagi Ini Rupiah Melemah di Level Rp13.892/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementera itu, Corporate Secretary Matahari Putra Prima Danny Kojongian untuk bertahan di tengah pandemi perusahaan melakukan efisiensi dan mendorong penjualan lewat online. Seperti melalui Hypermart Online, Chat &amp;amp; Shop melalui WhatsApp, GrabMart serta Shopee.

&quot;Penjualan online masih belum cukup karena mayoritas masih belanja offline,&quot; ujarnya.

Meski begitu, di tahun depan MPPA menarget penjualan online mencapai 10%-15% dari yang offline. Langkah ini merupakan pengembangan yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi situasi dalam pandemi.
</content:encoded></item></channel></rss>
