<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia, Negara Paling Optimis Akan Adanya Peningkatan Ekonomi</title><description>Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian negara-negara, tak terkecuali Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi"/><item><title>Indonesia, Negara Paling Optimis Akan Adanya Peningkatan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2020 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi-lx7wV2lrA4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/16/320/2294692/indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi-lx7wV2lrA4.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian negara-negara, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru Ipsos, bahwa mayoritas masyarakat di Asia Tenggara merasa situasi ekonomi di negara mereka tidak baik, bahkan sangat buruk.
Hasil survei untuk Indonesia sendiri, terlihat bahwa 57% masyarakat merasa situasi perekonomian Indonesia dalam keadaan buruk, 17% merasa sangat buruk.
Dibandingkan dengan hasil survei gelombang pertama Mei 2020 (yang mana saat itu negara-negara berada di tengah-tengah penerapan larangan dan pembatasan ketat), Asia Tenggara melaporkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya untuk Indonesia dan Filipina yang paling menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keuntungan Ekonomi Indonesia Pakai Jaipong
Untuk Indonesia sendiri pada hasil survei gelombang pertama, 84% responden mengaku merasakan penurunan pendapatan, sedangkan pada survei gelombang kedua ini, sebanyak 74% responden merasakan penurunan pendapatan mereka, yang mana persentase ini turun 10% dibandingkan hasil survei gelombang pertama Mei lalu (84%).
Melihat 6 bulan ke depan dari sekarang, di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai negara paling optimis akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan dibandingkan negara lain dengan persentase 75%, disusul oleh Vietnam sebesar 54%, dan Filipina 50%. Sedangkan mayoritas masyarakat Singapura justru merasa pesimis dan hanya 28% yang berharap perekonomian dalam negeri mereka akan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS80LzEyMzExNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Managing Director Ipsos in Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
&quot;Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia.&quot;Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi  untuk Pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi  di Q4 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang  ataupun akan dijalankan sebagai upaya Pemerintah terlepas dari ancaman  resesi,&amp;rdquo; beber dia.
Dalam hasil survei gelombang kedua ini, dalam 6 bulan ke depan,  mayoritas masyarakat Indonesia  (60%) berpendapat Pemerintah Indonesia  harus tetap fokus dalam penanggulangan dan penyebaran Covid-19, 16% dari  mereka berpendapat lebih penting Pemerintah untuk tetap menyediakan  bantuan atau stimulus ekonomi terhadap pendapatan mereka, 13% mengaku  lebih penting Pemerintah fokus dalam melindungi pekerjaan masyarakat 11%  berfokus pada masalah menjaga stabilitas harga barang.
Lebih jauh, bila dibandingkan 3 bulan lalu, 48% masyarakat Indonesia  tidak merasa yakin terhadap keamanan pekerjaan mereka, kerabat, ataupun  orang terdekat mereka. Sehingga, apabila kasus Covid-19 kembali terjadi  di masa depan, 91% masyarakat Indonesia mengaku khawatir bahkan sangat,  pemerintah akan kembali menerapkan larangan ketat yang akan mempengaruhi  pendapatan mereka.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian negara-negara, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru Ipsos, bahwa mayoritas masyarakat di Asia Tenggara merasa situasi ekonomi di negara mereka tidak baik, bahkan sangat buruk.
Hasil survei untuk Indonesia sendiri, terlihat bahwa 57% masyarakat merasa situasi perekonomian Indonesia dalam keadaan buruk, 17% merasa sangat buruk.
Dibandingkan dengan hasil survei gelombang pertama Mei 2020 (yang mana saat itu negara-negara berada di tengah-tengah penerapan larangan dan pembatasan ketat), Asia Tenggara melaporkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya untuk Indonesia dan Filipina yang paling menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keuntungan Ekonomi Indonesia Pakai Jaipong
Untuk Indonesia sendiri pada hasil survei gelombang pertama, 84% responden mengaku merasakan penurunan pendapatan, sedangkan pada survei gelombang kedua ini, sebanyak 74% responden merasakan penurunan pendapatan mereka, yang mana persentase ini turun 10% dibandingkan hasil survei gelombang pertama Mei lalu (84%).
Melihat 6 bulan ke depan dari sekarang, di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai negara paling optimis akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan dibandingkan negara lain dengan persentase 75%, disusul oleh Vietnam sebesar 54%, dan Filipina 50%. Sedangkan mayoritas masyarakat Singapura justru merasa pesimis dan hanya 28% yang berharap perekonomian dalam negeri mereka akan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS80LzEyMzExNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Managing Director Ipsos in Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
&quot;Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia.&quot;Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi  untuk Pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi  di Q4 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang  ataupun akan dijalankan sebagai upaya Pemerintah terlepas dari ancaman  resesi,&amp;rdquo; beber dia.
Dalam hasil survei gelombang kedua ini, dalam 6 bulan ke depan,  mayoritas masyarakat Indonesia  (60%) berpendapat Pemerintah Indonesia  harus tetap fokus dalam penanggulangan dan penyebaran Covid-19, 16% dari  mereka berpendapat lebih penting Pemerintah untuk tetap menyediakan  bantuan atau stimulus ekonomi terhadap pendapatan mereka, 13% mengaku  lebih penting Pemerintah fokus dalam melindungi pekerjaan masyarakat 11%  berfokus pada masalah menjaga stabilitas harga barang.
Lebih jauh, bila dibandingkan 3 bulan lalu, 48% masyarakat Indonesia  tidak merasa yakin terhadap keamanan pekerjaan mereka, kerabat, ataupun  orang terdekat mereka. Sehingga, apabila kasus Covid-19 kembali terjadi  di masa depan, 91% masyarakat Indonesia mengaku khawatir bahkan sangat,  pemerintah akan kembali menerapkan larangan ketat yang akan mempengaruhi  pendapatan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
