<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal</title><description>Bank Indonesia (BI) mengakui pasar keuangan Indonesia masih dangkal dikarenakan kurangnya persediaan aset</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal"/><item><title>BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2020 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal-IUAAa7V9Io.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/16/320/2294718/bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal-IUAAa7V9Io.jpeg</image><title>BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui pasar keuangan Indonesia masih dangkal dikarenakan kurangnya persediaan aset, kredit, utang pemerintah dan utang korporasi Indonesia masih rendah kontribusinya terhadap PDB.
&quot;Sektor keuangan kita atau pasar keuangan kita masih dangkal, ini yang harus kita kembangkan di depan, kalau kita lihat Indonesia ke depan , total dari cooroporate bond dan goverment bonds terhadap pdb itu cuma 105% , banyak juga ekonomi kita yang akses pembiayaanya juga kurang. Ini pekerjaan rumah buat Bank Indonesia,&quot; kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dalam diskusi virtual, Jumat (16/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Jadi Regulator Makroekonomi Terbaik di Asia Pasifik 2020
Kata dia, dalam 2 tahun terakhir, setidaknya sudah ada 3 juta investor ritel yang masuk ke pasar Indonesia. Namun, jumlah ini masih dianggap kurang lantaran tingkat literasi keuangan di Tanah Air yang masih rendah.
&quot;Indeks literasi kita tidak berubah. Dalam 6 tahun ini masih 36%, even ini perbankan kita sudah 77% apalagi pasar modal,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, Data BI Ungkap Keuangan Perusahaan Properti Membaik
Dia menambahkan, Bank Indonesia bersama OJK dan Kementerian Keuangan berusaha menambah investor. Salah satunya menarik investor ritel dengan menawarkan produk-produk yang diminati.
&quot;Beberapa produk kita keluarkan untuk menjaring investor ritel. Kita perkuat ini dan kita lakukan infrastrukurnya dan transmisinya,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui pasar keuangan Indonesia masih dangkal dikarenakan kurangnya persediaan aset, kredit, utang pemerintah dan utang korporasi Indonesia masih rendah kontribusinya terhadap PDB.
&quot;Sektor keuangan kita atau pasar keuangan kita masih dangkal, ini yang harus kita kembangkan di depan, kalau kita lihat Indonesia ke depan , total dari cooroporate bond dan goverment bonds terhadap pdb itu cuma 105% , banyak juga ekonomi kita yang akses pembiayaanya juga kurang. Ini pekerjaan rumah buat Bank Indonesia,&quot; kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dalam diskusi virtual, Jumat (16/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Jadi Regulator Makroekonomi Terbaik di Asia Pasifik 2020
Kata dia, dalam 2 tahun terakhir, setidaknya sudah ada 3 juta investor ritel yang masuk ke pasar Indonesia. Namun, jumlah ini masih dianggap kurang lantaran tingkat literasi keuangan di Tanah Air yang masih rendah.
&quot;Indeks literasi kita tidak berubah. Dalam 6 tahun ini masih 36%, even ini perbankan kita sudah 77% apalagi pasar modal,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, Data BI Ungkap Keuangan Perusahaan Properti Membaik
Dia menambahkan, Bank Indonesia bersama OJK dan Kementerian Keuangan berusaha menambah investor. Salah satunya menarik investor ritel dengan menawarkan produk-produk yang diminati.
&quot;Beberapa produk kita keluarkan untuk menjaring investor ritel. Kita perkuat ini dan kita lakukan infrastrukurnya dan transmisinya,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
