<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Generasi Milenial Diminta Geber Pengembangan Startup</title><description>Teten Masduki mengajak perguruan tinggi untuk merancang desain pengembangan startup untuk anak  muda dan mahasiswa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup"/><item><title>Generasi Milenial Diminta Geber Pengembangan Startup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2020 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup-Mm3IFHF3oh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Startup (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/16/455/2294600/generasi-milenial-diminta-geber-pengembangan-startup-Mm3IFHF3oh.jpg</image><title>Ilustrasi Startup (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak perguruan tinggi salah satunya Universitas Prasetiya Mulya untuk merancang desain pengembangan startup untuk anak muda dan mahasiswa.
Teten mengatakan pentingnya untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satunya untuk membuat desain pengembangan startup anak muda yang telah mendapat bekal pendidikan cukup dan memiliki potensi usaha untuk naik kelas.
&amp;ldquo;Saat ini UMKM memikul beban berat yang mengharuskan penciptaan lapangan kerja lebih banyak akibat pandemi sehingga penting menyiapkan UMKM unggul dengan produk dan model bisnis yang lebih kreatif dan inovatif,&amp;rdquo; kata Teten dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wishnutama: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Dikucurkan
Terlebih saat ini ekspor UMKM Indonesia di tengah pandemi kinerjanya menurun drastis atau tinggal 14%.
&amp;ldquo;Maka penting untuk mendorong dan membangun UMKM yang lebih unggul dan untuk itu kita harus memberikan perhatian lebih ke UMKM &amp;lsquo;high tech&amp;rsquo; yang banyak digeluti kalangan anak muda yang memiliki banyak potensi,&amp;rdquo; kata Teten.
KemenkopUKM, kata Teten, juga akan memfokuskan pendampingan dan pemberdayaan dalam dua pendekatan. Pendekatan pertama pemberian bantuan sosial dan modal kerja bagi pelaku usaha ultramikro dan mikro yang jumlahnya mencapai 98%.


&amp;nbsp;

Sementara yang kedua pendampingan yang lebih &amp;ldquo;high touch&amp;rdquo; bagi UMKM yang memiliki potensi besar untuk naik kelas termasuk start up teknologi yang banyak berkembang di kalangan anak muda dan mahasiswa. Oleh karena itu, pihaknya mengajak lebih banyak perguruan tinggi untuk terlibat dalam penyusunan disain atau model pengembangan start up.
&amp;ldquo;Kita perlu juga mengembangkan inkubator bisnis di setiap daerah tergantung unggulan daerah tersebut, jadi kami akan melibatkan lebih banyak kampus-kampus,&amp;rdquo; katanya.Teten meyakini apabila semua program tersebut dikonsolidasikan maka  Indonesia akan mendapat tambahan jumlah wirausaha baru dari kalangan  anak muda yang kreatif dan inovatif. Apalagi mengingat saat ini jumlah  wirausaha di Indonesia masih berkisar 3,4% dari total populasi atau  masih di bawah negara tetangga lainnya, termasuk Malaysia yang sudah  mencapai 5% bahkan Singapura yang telah 9%.
Pada kesempatan itu, Teten juga menggarisbawahi terkait Undang-Undang  Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang diharapkan mampu menjadikan koperasi  sebagai lembaga ekonomi utama pilihan masyarakat. UU Ciptaker juga  disebutnya akan memperkuat posisi KUMKM dalam rantai pasok;  mengakselerasi digitalisasi KUMKM; dan memberikan pembiayaan mudah dan  murah bagi UMK.
&quot;UU Ciptaker juga  akan memberikan afirmasi dan perluasan akses pasar  terhadap UMKM dan puncaknya UMKM menjadi &amp;ldquo;rumah nyaman&amp;rdquo; untuk mencetak  dan menyerap tenaga kerja unggul Indonesia,&quot; pungkasnya. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak perguruan tinggi salah satunya Universitas Prasetiya Mulya untuk merancang desain pengembangan startup untuk anak muda dan mahasiswa.
Teten mengatakan pentingnya untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satunya untuk membuat desain pengembangan startup anak muda yang telah mendapat bekal pendidikan cukup dan memiliki potensi usaha untuk naik kelas.
&amp;ldquo;Saat ini UMKM memikul beban berat yang mengharuskan penciptaan lapangan kerja lebih banyak akibat pandemi sehingga penting menyiapkan UMKM unggul dengan produk dan model bisnis yang lebih kreatif dan inovatif,&amp;rdquo; kata Teten dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wishnutama: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Dikucurkan
Terlebih saat ini ekspor UMKM Indonesia di tengah pandemi kinerjanya menurun drastis atau tinggal 14%.
&amp;ldquo;Maka penting untuk mendorong dan membangun UMKM yang lebih unggul dan untuk itu kita harus memberikan perhatian lebih ke UMKM &amp;lsquo;high tech&amp;rsquo; yang banyak digeluti kalangan anak muda yang memiliki banyak potensi,&amp;rdquo; kata Teten.
KemenkopUKM, kata Teten, juga akan memfokuskan pendampingan dan pemberdayaan dalam dua pendekatan. Pendekatan pertama pemberian bantuan sosial dan modal kerja bagi pelaku usaha ultramikro dan mikro yang jumlahnya mencapai 98%.


&amp;nbsp;

Sementara yang kedua pendampingan yang lebih &amp;ldquo;high touch&amp;rdquo; bagi UMKM yang memiliki potensi besar untuk naik kelas termasuk start up teknologi yang banyak berkembang di kalangan anak muda dan mahasiswa. Oleh karena itu, pihaknya mengajak lebih banyak perguruan tinggi untuk terlibat dalam penyusunan disain atau model pengembangan start up.
&amp;ldquo;Kita perlu juga mengembangkan inkubator bisnis di setiap daerah tergantung unggulan daerah tersebut, jadi kami akan melibatkan lebih banyak kampus-kampus,&amp;rdquo; katanya.Teten meyakini apabila semua program tersebut dikonsolidasikan maka  Indonesia akan mendapat tambahan jumlah wirausaha baru dari kalangan  anak muda yang kreatif dan inovatif. Apalagi mengingat saat ini jumlah  wirausaha di Indonesia masih berkisar 3,4% dari total populasi atau  masih di bawah negara tetangga lainnya, termasuk Malaysia yang sudah  mencapai 5% bahkan Singapura yang telah 9%.
Pada kesempatan itu, Teten juga menggarisbawahi terkait Undang-Undang  Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang diharapkan mampu menjadikan koperasi  sebagai lembaga ekonomi utama pilihan masyarakat. UU Ciptaker juga  disebutnya akan memperkuat posisi KUMKM dalam rantai pasok;  mengakselerasi digitalisasi KUMKM; dan memberikan pembiayaan mudah dan  murah bagi UMK.
&quot;UU Ciptaker juga  akan memberikan afirmasi dan perluasan akses pasar  terhadap UMKM dan puncaknya UMKM menjadi &amp;ldquo;rumah nyaman&amp;rdquo; untuk mencetak  dan menyerap tenaga kerja unggul Indonesia,&quot; pungkasnya. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
