<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Resesi, Masyarakat RI Banyak Simpan Duit di Bank</title><description>BI mencatat Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tahun  2020 diprakirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank"/><item><title>Jelang Resesi, Masyarakat RI Banyak Simpan Duit di Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2020 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank-tjCzR15xba.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/16/622/2294675/jelang-resesi-masyarakat-ri-banyak-simpan-duit-di-bank-tjCzR15xba.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tahun 2020 diprakirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT ) diperkirakan meningkat sebesar 88,0%, lebih tinggi dibandingkan 73,3% pada tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan perkiraan pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah. Artinya,  orang semakin banyak menabung di perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Jitu Kelola Dana Pensiun agar Tak Cepat Habis
&quot;Pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah,&quot; kata Onny di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Sambung dia, pada triwulan IV-2020, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diprakirakan meningkat sebagaimana tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 88,0%, lebih tinggi dibandingkan 78,1% pada triwulan sebelumnya. (kmj)


&amp;nbsp;

Adapun, meningkatnya pertumbuhan DPK diprakirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen dengan peningkatan tertinggi pada tabungan, yang terindikasi dari nilai SBT sebesar 89,0%, lebih tinggi dibandingkan 60,9% pada triwulan sebelumnya.
Sementara itu, pertumbuhan instrumen giro dan deposito juga diprakirakan meningkat.
&quot;Ini terindikasi dari nilai SBT masing-masing sebesar 85,2% dan 74,2%, lebih tinggi dibandingkan 39,4% dan 64,8% pada triwulan sebelumnya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tahun 2020 diprakirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT ) diperkirakan meningkat sebesar 88,0%, lebih tinggi dibandingkan 73,3% pada tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan perkiraan pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah. Artinya,  orang semakin banyak menabung di perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Jitu Kelola Dana Pensiun agar Tak Cepat Habis
&quot;Pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah,&quot; kata Onny di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Sambung dia, pada triwulan IV-2020, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diprakirakan meningkat sebagaimana tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 88,0%, lebih tinggi dibandingkan 78,1% pada triwulan sebelumnya. (kmj)


&amp;nbsp;

Adapun, meningkatnya pertumbuhan DPK diprakirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen dengan peningkatan tertinggi pada tabungan, yang terindikasi dari nilai SBT sebesar 89,0%, lebih tinggi dibandingkan 60,9% pada triwulan sebelumnya.
Sementara itu, pertumbuhan instrumen giro dan deposito juga diprakirakan meningkat.
&quot;Ini terindikasi dari nilai SBT masing-masing sebesar 85,2% dan 74,2%, lebih tinggi dibandingkan 39,4% dan 64,8% pada triwulan sebelumnya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
