<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Perusahaan Inggris dan Swiss, Erick Thohir Optimis BUMN Semakin Go Global</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick, semakin optimis untuk  mendorong sejumlah BUMN melebarkan sayapnya ke pentas global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global"/><item><title>Gandeng Perusahaan Inggris dan Swiss, Erick Thohir Optimis BUMN Semakin Go Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2020 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global-h4r2N4DvdB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295104/gandeng-perusahaan-inggris-dan-swiss-erick-thohir-optimis-bumn-semakin-go-global-h4r2N4DvdB.jpeg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick, semakin optimis untuk mendorong sejumlah BUMN melebarkan sayapnya ke pentas global. Langkah itu setelah beberapa perusahaan raksasa dunia memberi persetujuan kerja sama dengan sejumlah perseroan plat merah.
Dalam kunjungan kerja sama bilateral dan bisnis Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Inggris dan Swiss, delegasi pemerintah Indonesia pun mengumumkan hasil yang cukup memuaskan. Selama beberapa hari di daratan Eropa sana, Erick pun menyampaikan sejumlah kesepakatan kerja sama bisnis dengan sejumlah pihak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Selain Covid-19, Erick Thohir Bahas Vaksin SARNA dengan Inggris
Di Inggris, Erick dan Retno berhasil menggaet Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (Cepi) untuk melakukan kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero) dalam pengembangan vaksin Covid-19. Salah satu alasan persetujuan kerja sama bisnis ini karena Cepi menempatkan Bio Farma dalam kategori Perusahaan Farmasi yang kompeten di dunia dalam pengembangan vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;CEPI siap melakukan kerja sama dengan Bio Farma. Tentu hal ini merupakan apresiasi bagi semua peneliti, ahli farmasi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan vaksin asli Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip pada Jumat Malam (15/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Tak hanya bisnis di sektor kesehatan, perwakilan Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperkuat kerja sama bisnis di sektor lainnya. Di antaranya, health tourism, meningkatkan industri pendidikan khususnya di bidang hospitality, bidang energi terbarukan, serta industri pertahanan.
Erick mengatakan, BUMN yang mendapat fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus di Indonesia, akan memberikan ruang bagi pihak eksternal untuk ambil bagian untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus tersebut.Sementara di Swiss, perwakilan Indonesia semakin memperkuat kerja  sama strategis di sektor ekonomi dan kesehatan. Erick memberikan kabar  baik terkait komitmen kerja sama antara perusahaan BUMN dengan  perusahaan raksasa global, yakni antara PT KAI dan perusahaan produsen  kereta dunia Stadler Rail. Di mana, KAI dan Stadler akan bekerja sama  dalam memproduksi rangkaian kereta. Tak hanya di Indonesia tapi juga di  kawasan Asia Oseania.
Dalam kesempatan itu, Stadler menyatakan akan membangun kantor pusat  regionalnya untuk kawasan Asia dan Oseania di Indonesia. &quot;Ini merupakan  kepercayaan dan apresiasi,&quot; ujar Erick.
Sementara itu, ada kerja sama strategi lain yang belum  difinalisasikan. Di mana, pemerintah Indonesia mengharapkan agar  ratifikasi Indonesia EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement  (IE CEPA) dari pihak Swiss dapat segera dilakukan.
Pemerintah juga mengharapkan agar negosiasi perjanjian investasi bilateral dapat diselesaikan paling lambat awal tahun 2021.
Bahkan, pemerintah juga mengharapkan ratifikasi Perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) segera diselesaikan oleh Swiss.
Bagi pengusaha Swiss, Indonesia dinilai tetap merupakan negara yang  atraktif dan menjadi tujuan bisnis mereka di Asia. Saat ini Swiss  menduduki peringkat ke-4 negara investor asing terbesar di Indonesia  dari Eropa. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),  investasi Swiss di Indonesia secara kumulatif dari tahun 2015-2019  tercatat sebesar USD1,42 miliar dalam 1097 proyek.
Perdagangan kedua negara juga menunjukkan tren yang positif. Tahun  ini hingga Juli 2020, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD2,1  miliar. Angka ini bahkan telah melewati nilai perdagangan tahun 2019  yaitu USD900 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick, semakin optimis untuk mendorong sejumlah BUMN melebarkan sayapnya ke pentas global. Langkah itu setelah beberapa perusahaan raksasa dunia memberi persetujuan kerja sama dengan sejumlah perseroan plat merah.
Dalam kunjungan kerja sama bilateral dan bisnis Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Inggris dan Swiss, delegasi pemerintah Indonesia pun mengumumkan hasil yang cukup memuaskan. Selama beberapa hari di daratan Eropa sana, Erick pun menyampaikan sejumlah kesepakatan kerja sama bisnis dengan sejumlah pihak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Selain Covid-19, Erick Thohir Bahas Vaksin SARNA dengan Inggris
Di Inggris, Erick dan Retno berhasil menggaet Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (Cepi) untuk melakukan kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero) dalam pengembangan vaksin Covid-19. Salah satu alasan persetujuan kerja sama bisnis ini karena Cepi menempatkan Bio Farma dalam kategori Perusahaan Farmasi yang kompeten di dunia dalam pengembangan vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;CEPI siap melakukan kerja sama dengan Bio Farma. Tentu hal ini merupakan apresiasi bagi semua peneliti, ahli farmasi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan vaksin asli Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip pada Jumat Malam (15/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Tak hanya bisnis di sektor kesehatan, perwakilan Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperkuat kerja sama bisnis di sektor lainnya. Di antaranya, health tourism, meningkatkan industri pendidikan khususnya di bidang hospitality, bidang energi terbarukan, serta industri pertahanan.
Erick mengatakan, BUMN yang mendapat fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus di Indonesia, akan memberikan ruang bagi pihak eksternal untuk ambil bagian untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus tersebut.Sementara di Swiss, perwakilan Indonesia semakin memperkuat kerja  sama strategis di sektor ekonomi dan kesehatan. Erick memberikan kabar  baik terkait komitmen kerja sama antara perusahaan BUMN dengan  perusahaan raksasa global, yakni antara PT KAI dan perusahaan produsen  kereta dunia Stadler Rail. Di mana, KAI dan Stadler akan bekerja sama  dalam memproduksi rangkaian kereta. Tak hanya di Indonesia tapi juga di  kawasan Asia Oseania.
Dalam kesempatan itu, Stadler menyatakan akan membangun kantor pusat  regionalnya untuk kawasan Asia dan Oseania di Indonesia. &quot;Ini merupakan  kepercayaan dan apresiasi,&quot; ujar Erick.
Sementara itu, ada kerja sama strategi lain yang belum  difinalisasikan. Di mana, pemerintah Indonesia mengharapkan agar  ratifikasi Indonesia EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement  (IE CEPA) dari pihak Swiss dapat segera dilakukan.
Pemerintah juga mengharapkan agar negosiasi perjanjian investasi bilateral dapat diselesaikan paling lambat awal tahun 2021.
Bahkan, pemerintah juga mengharapkan ratifikasi Perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) segera diselesaikan oleh Swiss.
Bagi pengusaha Swiss, Indonesia dinilai tetap merupakan negara yang  atraktif dan menjadi tujuan bisnis mereka di Asia. Saat ini Swiss  menduduki peringkat ke-4 negara investor asing terbesar di Indonesia  dari Eropa. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),  investasi Swiss di Indonesia secara kumulatif dari tahun 2015-2019  tercatat sebesar USD1,42 miliar dalam 1097 proyek.
Perdagangan kedua negara juga menunjukkan tren yang positif. Tahun  ini hingga Juli 2020, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD2,1  miliar. Angka ini bahkan telah melewati nilai perdagangan tahun 2019  yaitu USD900 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
