<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan G-20, Sri Mulyani Cecar Rezim Perpajakan Akibat Kesenjangan Teknologi</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap kali vokal menyikapi kesenjangan pajak akibat perkembangan teknologi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi"/><item><title>Pertemuan G-20, Sri Mulyani Cecar Rezim Perpajakan Akibat Kesenjangan Teknologi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2020 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi-4v44SriDKt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295105/pertemuan-g-20-sri-mulyani-cecar-rezim-perpajakan-akibat-kesenjangan-teknologi-4v44SriDKt.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap kali vokal menyikapi kesenjangan pajak akibat perkembangan teknologi.  Hal itu pun tak luput dari poin yang disuarakan pada pertemuan G-20.
Hal itu terungkap dalam postingan di akun Facebook milik Sri Mulyani. Dalam postingan itu, Menkeu menjelaskan hasil pertemuan tingkat internasional yang dilakukan secara virtual pada Rabu (14/10/2020). Pertemuan itu dihadiri para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G-20.
Baca Juga:&amp;nbsp;Negara G20 Bahu Membahu Racik Vaksin Covid-19
Berikut ini postingan Sri Mulyani selengkapnya, seperti dikutip Okezone, Sabtu (17/10/2020).
Pandemi Covid-19  merupakan masalah dunia di mana penanganannya harus dilakukan bersama dan kolaboratif.
Pandemi Covid-19  yang telah menimbulkan tekanan terhadap perekonomian global membuat negara-negara anggota G-20 menegaskan kembali komitmennya dalam menggunakan semua kebijakan luar biasa dalam melindungi masyarakat, lapangan kerja, pemulihan ekonomi, dan ketahanan sistem keuangan. &amp;#8291;&amp;#8291;
Baca Juga: Pulihkan Ekonomi dari Covid-19, Negara G20 Diminta Lakukan 4 Hal Ini
Pada Pertemuan virtual para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G-20 (Rabu, 14/10), telah disahkan pembaruan G20 Action Plan, yang mencakup prinsip-prinsip dan langkah-langkah nyata atas kebijakan dan komitmen dalam menangani pandemi Covid-19  serta pemulihan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. &amp;#8291;&amp;#8291;
G-20 sepakat untuk  menegaskan kembali sinergi dalam mendukung R&amp;amp;D, produksi, dan distribusi Covid-19  tools untuk mendukung akses yang merata dan terjangkau bagi semua.&amp;#8291;&amp;#8291;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;G20 juga menekankan pentingnya pembiayaan Universal Health Coverage  (UHC) bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan daya tahan,  kesiapan, dan respons dari sistem kesehatan terhadap pandemi. &amp;#8291;&amp;#8291;
Selain itu, dengan perkembangan pesat ekonomi digital akibat pandemi  Covid-19, G20 juga sepakat untuk  bekerja sama mewujudkan sistem  perpajakan internasional yang adil, modern, dan berkelanjutan. &amp;#8291;&amp;#8291;
Indonesia mendukung upaya-upaya untuk mencapai konsensus global untuk  meminimalisasi distorsi akibat kesenjangan antara  perkembangan/transformasi teknologi dengan rezim perpajakan.  &amp;#8291;&amp;#8291;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap kali vokal menyikapi kesenjangan pajak akibat perkembangan teknologi.  Hal itu pun tak luput dari poin yang disuarakan pada pertemuan G-20.
Hal itu terungkap dalam postingan di akun Facebook milik Sri Mulyani. Dalam postingan itu, Menkeu menjelaskan hasil pertemuan tingkat internasional yang dilakukan secara virtual pada Rabu (14/10/2020). Pertemuan itu dihadiri para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G-20.
Baca Juga:&amp;nbsp;Negara G20 Bahu Membahu Racik Vaksin Covid-19
Berikut ini postingan Sri Mulyani selengkapnya, seperti dikutip Okezone, Sabtu (17/10/2020).
Pandemi Covid-19  merupakan masalah dunia di mana penanganannya harus dilakukan bersama dan kolaboratif.
Pandemi Covid-19  yang telah menimbulkan tekanan terhadap perekonomian global membuat negara-negara anggota G-20 menegaskan kembali komitmennya dalam menggunakan semua kebijakan luar biasa dalam melindungi masyarakat, lapangan kerja, pemulihan ekonomi, dan ketahanan sistem keuangan. &amp;#8291;&amp;#8291;
Baca Juga: Pulihkan Ekonomi dari Covid-19, Negara G20 Diminta Lakukan 4 Hal Ini
Pada Pertemuan virtual para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G-20 (Rabu, 14/10), telah disahkan pembaruan G20 Action Plan, yang mencakup prinsip-prinsip dan langkah-langkah nyata atas kebijakan dan komitmen dalam menangani pandemi Covid-19  serta pemulihan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. &amp;#8291;&amp;#8291;
G-20 sepakat untuk  menegaskan kembali sinergi dalam mendukung R&amp;amp;D, produksi, dan distribusi Covid-19  tools untuk mendukung akses yang merata dan terjangkau bagi semua.&amp;#8291;&amp;#8291;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;G20 juga menekankan pentingnya pembiayaan Universal Health Coverage  (UHC) bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan daya tahan,  kesiapan, dan respons dari sistem kesehatan terhadap pandemi. &amp;#8291;&amp;#8291;
Selain itu, dengan perkembangan pesat ekonomi digital akibat pandemi  Covid-19, G20 juga sepakat untuk  bekerja sama mewujudkan sistem  perpajakan internasional yang adil, modern, dan berkelanjutan. &amp;#8291;&amp;#8291;
Indonesia mendukung upaya-upaya untuk mencapai konsensus global untuk  meminimalisasi distorsi akibat kesenjangan antara  perkembangan/transformasi teknologi dengan rezim perpajakan.  &amp;#8291;&amp;#8291;</content:encoded></item></channel></rss>
