<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi Ekonomi, Ini Waktu yang Tepat Investasi</title><description>Pandemi virus corona (covid-19) tidak hanya berdampak buruk bagi aktivitas bisnis dan keuangan masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi"/><item><title>Ancaman Resesi Ekonomi, Ini Waktu yang Tepat Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2020 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi-V8qKlkhxrx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/17/320/2295241/ancaman-resesi-ekonomi-ini-waktu-yang-tepat-investasi-V8qKlkhxrx.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) tidak hanya berdampak buruk bagi aktivitas bisnis dan keuangan masyarakat. Karena dibalik dari sebab akibatnya, pandemi virus corona ini ada sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan dari pandemi virus corona ini adalah dengan cara berinvestasi. Meskipun ekonomi sedang tidak menguntungkan, namun justru menjadi waktu yang tepat untuk memulai investasi.
Baca Juga: Bagaimana Potensi Investasi Saham saat Resesi?
&quot;Pastinya menurut saya masih menjanjikan banget sih,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (17/10/2020).
Menurut Andi, saat ini menjadi waktu yang tepat karena indeks harga saham juga sedang melemah. Jika membeli saham dengan harga murah, harga saham akan naik dan bisa menghasilkan cuan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Apalagi jika pandemi virus corona (covid-19) ini segera berakhir menyusul sedang dicarinya vaksin. Tentunya dalam kondisi normal, investasi bisa menjadi salah satu hal yang menguntungkan karena kenaikan keuntungannya sangat tinggi.
Menurut Andi, penurunan IHSG ini harusnya tidak membuat masyarakat khawatir untuk berinvestasi. Justru pelemahan menjadi momen yang tepat karena harganya juga sedang rendah.Bagi mereka investor dengan tipe yang konservatif, bisa memilih reksa  dana sebagai salah satu pilihan. Karena reksa dana masuk dalam kategori  instrumen investasi dengan rendah namun keuntungan juga cukup stabil.
&quot;Karena apa? Karena kan harganya cenderung masih masih pada diskon.  Reksa dananya juga harganya belum pulih lagi jadi sebenarnya sekarang  saat yang tepat untuk kita investasi,&quot; jelasnya.
Menurut Andi, jika investasi pasar modal dilakukan saat ini maka   keuntungan bisa saja menghampiri dalam satu dua bulan ke depan.  Sedangkan jika reksa dana, keuntungan baru bisa dinikmati pada 6 hingga  12 bulan ke depan.
&quot;Kalau di pasar saham kan paling tidak untuk beberapa bulan ke depan.  Atau kalau di reksa dana paling enggak 6 bulan satu tahun ke depan  sudah bisa investasi di situ,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) tidak hanya berdampak buruk bagi aktivitas bisnis dan keuangan masyarakat. Karena dibalik dari sebab akibatnya, pandemi virus corona ini ada sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun.
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan dari pandemi virus corona ini adalah dengan cara berinvestasi. Meskipun ekonomi sedang tidak menguntungkan, namun justru menjadi waktu yang tepat untuk memulai investasi.
Baca Juga: Bagaimana Potensi Investasi Saham saat Resesi?
&quot;Pastinya menurut saya masih menjanjikan banget sih,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (17/10/2020).
Menurut Andi, saat ini menjadi waktu yang tepat karena indeks harga saham juga sedang melemah. Jika membeli saham dengan harga murah, harga saham akan naik dan bisa menghasilkan cuan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Apalagi jika pandemi virus corona (covid-19) ini segera berakhir menyusul sedang dicarinya vaksin. Tentunya dalam kondisi normal, investasi bisa menjadi salah satu hal yang menguntungkan karena kenaikan keuntungannya sangat tinggi.
Menurut Andi, penurunan IHSG ini harusnya tidak membuat masyarakat khawatir untuk berinvestasi. Justru pelemahan menjadi momen yang tepat karena harganya juga sedang rendah.Bagi mereka investor dengan tipe yang konservatif, bisa memilih reksa  dana sebagai salah satu pilihan. Karena reksa dana masuk dalam kategori  instrumen investasi dengan rendah namun keuntungan juga cukup stabil.
&quot;Karena apa? Karena kan harganya cenderung masih masih pada diskon.  Reksa dananya juga harganya belum pulih lagi jadi sebenarnya sekarang  saat yang tepat untuk kita investasi,&quot; jelasnya.
Menurut Andi, jika investasi pasar modal dilakukan saat ini maka   keuntungan bisa saja menghampiri dalam satu dua bulan ke depan.  Sedangkan jika reksa dana, keuntungan baru bisa dinikmati pada 6 hingga  12 bulan ke depan.
&quot;Kalau di pasar saham kan paling tidak untuk beberapa bulan ke depan.  Atau kalau di reksa dana paling enggak 6 bulan satu tahun ke depan  sudah bisa investasi di situ,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
