<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semakin Melebar, Defisit APBN 2020 Tembus Rp682,1 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp682,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun"/><item><title>Semakin Melebar, Defisit APBN 2020 Tembus Rp682,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun-xX9Zqi3ePw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2295805/semakin-melebar-defisit-apbn-2020-tembus-rp682-1-triliun-xX9Zqi3ePw.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp682,1 triliun atau 65,6% dari pagu APBN dalam Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit APBN itu setara dengan 4,16% terhadap PDB.

Rinciannya realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp1.159,0 triliun atau terkontraksi 13,7% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.342,25 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 61,99% dari target senilai Rp1.699,9 triliun.

Sedangkan belanja negara hingga akhir September 2020 tercatat senilai Rp1.841,1 triliun atau 67,2% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 15,5% dibandingkan penyerapan per akhir September tahun lalu yang senilai Rp1.594,66 triliun

&quot;Tolong diingat defisit di berbagai negara lain bahkan mencapai belasan dan 20%. Jadi, kalau Indonesia defisit 4,16%, kita berharap Indonesia jauh lebih baik,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China

Dia melanjutkan, masih terkontraksinya pendapatan negara, termasuk penerimaan pajak, masih lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi virus Corona.

&amp;ldquo;Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan,&quot; katanya.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak (termasuk pajak penghasilan migas) hingga akhir September 2020 senilai Rp750,6 triliun atau 62,6% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres Nomor 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp682,1 triliun atau 65,6% dari pagu APBN dalam Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit APBN itu setara dengan 4,16% terhadap PDB.

Rinciannya realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp1.159,0 triliun atau terkontraksi 13,7% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.342,25 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 61,99% dari target senilai Rp1.699,9 triliun.

Sedangkan belanja negara hingga akhir September 2020 tercatat senilai Rp1.841,1 triliun atau 67,2% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 15,5% dibandingkan penyerapan per akhir September tahun lalu yang senilai Rp1.594,66 triliun

&quot;Tolong diingat defisit di berbagai negara lain bahkan mencapai belasan dan 20%. Jadi, kalau Indonesia defisit 4,16%, kita berharap Indonesia jauh lebih baik,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani dalam APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China

Dia melanjutkan, masih terkontraksinya pendapatan negara, termasuk penerimaan pajak, masih lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi akibat pandemi virus Corona.

&amp;ldquo;Memang mengalami tekanan karena bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan,&quot; katanya.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak (termasuk pajak penghasilan migas) hingga akhir September 2020 senilai Rp750,6 triliun atau 62,6% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres Nomor 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
