<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kacau, Penerimaan Pajak Sektor Usaha Seret</title><description>Penerimaan pajak sektor konstruksi dan real estate terus turun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret"/><item><title>Kacau, Penerimaan Pajak Sektor Usaha Seret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret-JhYCFDdrxE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pajak (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2295894/kacau-penerimaan-pajak-sektor-usaha-seret-JhYCFDdrxE.jpg</image><title>Pajak (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan pajak sektor konstruksi dan real estate terus turun. tercatat, penerimaan pajaknya hingga September 2020 mengalami kontraksi 19,6%.

&quot;Pada September 2020 saja, kontraksi penerimaan pajaknya mencapai 48,59%, jauh lebih dalam dibandingkan dengan Agustus 2020 yang terkontraksi 28,77%,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Maaf, Sri Mulyani Tak Restui Pajak Mobil 0%
Dia melanjutkan penerimaan pajak dari usaha transportasi pergudangan kembali mencatatkan kontraksi. Hingga September 2020, kontraksi penerimaan dari sektor ini mencapai 11,89%. Pada September 2020 saja, kontraksi penerimaan pajak dari sektor usaha ini mencapai 25,43%, lebih baik dibandingkan dengan capaian Agustus 2020 minus 34,19%.

&quot;Sebetulnya bulan September mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih di minus 25%. Kalau mobilitas masyarakat membaik, akan diterjemahkan dari volume transportasi pergudangan,&quot; imbuhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Geber Penerimaan Pajak, Menkeu Ajak Asing Bersatu
Sebagai informasi, Penerimaan pajak sektor perdagangan hingga akhir kuartal III-2020 juga mencatatkan kontraksi 18,42%. Khusus September 2020, penerimaan pajaknya terkontraksi 33,97%, sedikit lebih baik dibandingkan dengan posisi Agustus 2020 yang minus 22,27%.

Sedangkan, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi hingga September 2020 terkontraksi 5,45%. Khusus September 2020 saja, kontraksinya sebesar 4,96% atau lebih baik dibandingkan capaian Agustus 2020 yang minus 20,23%.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/6Hq6d9rKErI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan pajak sektor konstruksi dan real estate terus turun. tercatat, penerimaan pajaknya hingga September 2020 mengalami kontraksi 19,6%.

&quot;Pada September 2020 saja, kontraksi penerimaan pajaknya mencapai 48,59%, jauh lebih dalam dibandingkan dengan Agustus 2020 yang terkontraksi 28,77%,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Maaf, Sri Mulyani Tak Restui Pajak Mobil 0%
Dia melanjutkan penerimaan pajak dari usaha transportasi pergudangan kembali mencatatkan kontraksi. Hingga September 2020, kontraksi penerimaan dari sektor ini mencapai 11,89%. Pada September 2020 saja, kontraksi penerimaan pajak dari sektor usaha ini mencapai 25,43%, lebih baik dibandingkan dengan capaian Agustus 2020 minus 34,19%.

&quot;Sebetulnya bulan September mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih di minus 25%. Kalau mobilitas masyarakat membaik, akan diterjemahkan dari volume transportasi pergudangan,&quot; imbuhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Geber Penerimaan Pajak, Menkeu Ajak Asing Bersatu
Sebagai informasi, Penerimaan pajak sektor perdagangan hingga akhir kuartal III-2020 juga mencatatkan kontraksi 18,42%. Khusus September 2020, penerimaan pajaknya terkontraksi 33,97%, sedikit lebih baik dibandingkan dengan posisi Agustus 2020 yang minus 22,27%.

Sedangkan, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi hingga September 2020 terkontraksi 5,45%. Khusus September 2020 saja, kontraksinya sebesar 4,96% atau lebih baik dibandingkan capaian Agustus 2020 yang minus 20,23%.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/6Hq6d9rKErI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
