<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenperin Ingatkan Industri Kimia Akan Risiko Bahan Berbahaya</title><description>Industri kimia merupakan salah satu sektor yang aktivitasnya tidak bisa terhindarkan dari berbagai bentuk risiko.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya"/><item><title>Kemenperin Ingatkan Industri Kimia Akan Risiko Bahan Berbahaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 21:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya-p3DQ1my82m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Kimia (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/320/2296166/kemenperin-ingatkan-industri-kimia-akan-risiko-bahan-berbahaya-p3DQ1my82m.jpg</image><title>Industri Kimia (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Industri kimia merupakan salah satu sektor yang aktivitasnya tidak bisa terhindarkan dari berbagai bentuk risiko. Oleh karena itu, dalam upaya meminimalkan kerugian bagi perusahaan, diperlukan adanya langkah untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya.

&amp;ldquo;Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, disebutkan bahwa perusahaan industri wajib menjamin keamanan dan keselamatan alat, proses, hasil produksi, penyimpanan, serta pengangkutan atau transportasi,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta, Senin (19/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Dipacu Tumbuh 4,2%
Regulasi lainnya tertuang pada Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia. Inpres ini memberi kewenangan kepada Kemenperin untuk meningkatkan surveilans kewaspadaan, deteksi potensi risiko, dan respons cepat penanggulangan keadaan darurat bahan kimia berbahaya bersumber dari berbagai industri kimia.

&amp;ldquo;Penegakan aturan tersebut ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian No. 19 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia dalam Kegiatan Usaha Industri Kimia,&amp;rdquo; ungkap Doddy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Pacu Sektor Industri Jadi Penggerak Utama Ekonomi RI
Permenperin ini mewajibkan industri kimia untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat bahan kimia melalui identifikasi risiko bahaya pada industri serta penyusunan dokumen-dokumen prosedur keadaan darurat bahan kimia.

Menurut Doddy, sebagai tindak lanjut dari regulasi yang telah diberlakukan, Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) yang merupakan salah satu unit kerja di bawah BPPI yang berlokasi di Jakarta, mendapat tugas terkait pengelolaan bahan kimia di industri dan pengelolaan bahan kimia yang tepat berdasarkan sifat bahayanya.

&amp;ldquo;Selain itu, BBKK juga berpartisipasi dalam penanganan bahan kimia berbahaya melalui kegiatan-kegiatan standarisasi, pengujian, konsultansi, pelatihan serta sertifikasi untuk produk-produk kimia berbahaya tersebut,&amp;rdquo; paparnya.Doddy menambahkan, pengelolaan bahan kimia berbahaya sebagai upaya  keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan tidak  dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan aspek yang sangat  penting dan perlu mendapatkan perhatian.

&amp;ldquo;Diharapkan dengan menerapkan sistem manajemen pengelolaan bahan  kimia berbahaya sesuai ketentuan yang berlaku, pemakaian, penanganan,  maupun penyimpanan bahan kimia berbahaya tersebut dapat terkontrol atau  terkendali dan tertelusur,&amp;rdquo; imbuhnya.

Upaya itu akan membawa keselamatan dan kesehatan kerja yang terjaga,  serta lingkungan menjadi terlindungi. &amp;ldquo;Dapat disimpulkan bahwa manajemen  pengelolaan bahan kimia berbahaya memerlukan perencanaan,  pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian,&amp;rdquo; ujar Doddy.

Oleh karena itu, industri nasional harus mampu bersaing dan siap  menghadapi tantangan atau isu-isu global. Menjaga keamanan, kesehatan,  dan keselamatan kerja merupakan salah satu upaya selain untuk menunjang  performa industri juga untuk meningkatkan daya saing industri nasional  di kancah global.

&amp;ldquo;Bahan kimia dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan jika  tidak dikelola dengan baik, tetapi di lain sisi tanpa bahan kimia maka  kehidupan kita tidak berjalan dengan segala kemudahan dan kemajuannya  seperti yang terjadi saat ini,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri kimia merupakan salah satu sektor yang aktivitasnya tidak bisa terhindarkan dari berbagai bentuk risiko. Oleh karena itu, dalam upaya meminimalkan kerugian bagi perusahaan, diperlukan adanya langkah untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya.

&amp;ldquo;Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, disebutkan bahwa perusahaan industri wajib menjamin keamanan dan keselamatan alat, proses, hasil produksi, penyimpanan, serta pengangkutan atau transportasi,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi di Jakarta, Senin (19/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Dipacu Tumbuh 4,2%
Regulasi lainnya tertuang pada Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia. Inpres ini memberi kewenangan kepada Kemenperin untuk meningkatkan surveilans kewaspadaan, deteksi potensi risiko, dan respons cepat penanggulangan keadaan darurat bahan kimia berbahaya bersumber dari berbagai industri kimia.

&amp;ldquo;Penegakan aturan tersebut ditindaklanjuti dengan penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian No. 19 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia dalam Kegiatan Usaha Industri Kimia,&amp;rdquo; ungkap Doddy.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Pacu Sektor Industri Jadi Penggerak Utama Ekonomi RI
Permenperin ini mewajibkan industri kimia untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat bahan kimia melalui identifikasi risiko bahaya pada industri serta penyusunan dokumen-dokumen prosedur keadaan darurat bahan kimia.

Menurut Doddy, sebagai tindak lanjut dari regulasi yang telah diberlakukan, Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) yang merupakan salah satu unit kerja di bawah BPPI yang berlokasi di Jakarta, mendapat tugas terkait pengelolaan bahan kimia di industri dan pengelolaan bahan kimia yang tepat berdasarkan sifat bahayanya.

&amp;ldquo;Selain itu, BBKK juga berpartisipasi dalam penanganan bahan kimia berbahaya melalui kegiatan-kegiatan standarisasi, pengujian, konsultansi, pelatihan serta sertifikasi untuk produk-produk kimia berbahaya tersebut,&amp;rdquo; paparnya.Doddy menambahkan, pengelolaan bahan kimia berbahaya sebagai upaya  keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan tidak  dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan aspek yang sangat  penting dan perlu mendapatkan perhatian.

&amp;ldquo;Diharapkan dengan menerapkan sistem manajemen pengelolaan bahan  kimia berbahaya sesuai ketentuan yang berlaku, pemakaian, penanganan,  maupun penyimpanan bahan kimia berbahaya tersebut dapat terkontrol atau  terkendali dan tertelusur,&amp;rdquo; imbuhnya.

Upaya itu akan membawa keselamatan dan kesehatan kerja yang terjaga,  serta lingkungan menjadi terlindungi. &amp;ldquo;Dapat disimpulkan bahwa manajemen  pengelolaan bahan kimia berbahaya memerlukan perencanaan,  pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian,&amp;rdquo; ujar Doddy.

Oleh karena itu, industri nasional harus mampu bersaing dan siap  menghadapi tantangan atau isu-isu global. Menjaga keamanan, kesehatan,  dan keselamatan kerja merupakan salah satu upaya selain untuk menunjang  performa industri juga untuk meningkatkan daya saing industri nasional  di kancah global.

&amp;ldquo;Bahan kimia dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan jika  tidak dikelola dengan baik, tetapi di lain sisi tanpa bahan kimia maka  kehidupan kita tidak berjalan dengan segala kemudahan dan kemajuannya  seperti yang terjadi saat ini,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
