<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Menurun Banyak Masyarakat Kesulitan Beli Makan</title><description>Kesulitan terbesar yang dialami masyarakat akibat menurunnya pendapatan yakni, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan"/><item><title>Ekonomi Menurun Banyak Masyarakat Kesulitan Beli Makan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan-PEtrgPOHJv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/622/2295810/ekonomi-menurun-banyak-masyarakat-kesulitan-beli-makan-PEtrgPOHJv.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil survei nasional bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan. Adapun dalam survei ini menunjukkan 66,6% masyarakat menyatakan pendapatannya rumah tangganya menurun rumah akibat kebijakan pandemi Covid-19. Kesulitan terbesar yang dialami masyarakat akibat menurunnya pendapatan yakni, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Sementara, 12,3%  responden mengaku kesulitan membiayai sekolah anaknya. Sebanyak 11,5%.
Baca Juga: Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China
&quot;Kesulitan terberat akibat penurunan pendapatan paling tinggi adalah, makan sehari-hari. Saya terus terang ketika mendapat data ini cukup terenyuh karena ini bukan angka kecil. Ini memperlihatkan kondisi ekonomi yang memburuk sejak tahun 2004,&quot; ujar Burhanuddin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (19/10/2020).
Dia mencatat persepsi masyarakat terkait ekonomi nasional memburuk mengalami penurunan dari bulan Mei dan bulan Juli. Periode Mei, sebanyak 81% responden menilai ekonomi nasional buruk.
&amp;nbsp;
&quot;Persepsi ekonomi nasional memburuk turun sebanyak 69,2%,&quot; bebernya.
Sebagai informasi, dalam survei ini, jumlah responden yang dihimpun sebanyak 1.200 orang via telepon. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of eror kurang lebih 2,9%.Survei dilakukan dalam rentang antara periode 24 sampai dengan 30 September 2020. (kmj) 
</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil survei nasional bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan. Adapun dalam survei ini menunjukkan 66,6% masyarakat menyatakan pendapatannya rumah tangganya menurun rumah akibat kebijakan pandemi Covid-19. Kesulitan terbesar yang dialami masyarakat akibat menurunnya pendapatan yakni, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Sementara, 12,3%  responden mengaku kesulitan membiayai sekolah anaknya. Sebanyak 11,5%.
Baca Juga: Sering Dinyinyirin, Sri Mulyani: Faktanya Utang RI Lebih Sehat Dibanding China
&quot;Kesulitan terberat akibat penurunan pendapatan paling tinggi adalah, makan sehari-hari. Saya terus terang ketika mendapat data ini cukup terenyuh karena ini bukan angka kecil. Ini memperlihatkan kondisi ekonomi yang memburuk sejak tahun 2004,&quot; ujar Burhanuddin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (19/10/2020).
Dia mencatat persepsi masyarakat terkait ekonomi nasional memburuk mengalami penurunan dari bulan Mei dan bulan Juli. Periode Mei, sebanyak 81% responden menilai ekonomi nasional buruk.
&amp;nbsp;
&quot;Persepsi ekonomi nasional memburuk turun sebanyak 69,2%,&quot; bebernya.
Sebagai informasi, dalam survei ini, jumlah responden yang dihimpun sebanyak 1.200 orang via telepon. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of eror kurang lebih 2,9%.Survei dilakukan dalam rentang antara periode 24 sampai dengan 30 September 2020. (kmj) 
</content:encoded></item></channel></rss>
