<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Pangkas BUMN hingga Pembentukan Holding</title><description>Tepat pada Selasa, 20 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo dan Wakil  Presiden Maruf Amin memasuki usia satu tahun menahkodai Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding"/><item><title>1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Pangkas BUMN hingga Pembentukan Holding</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2020 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding-dXo42tXFgr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/20/320/2296366/1-tahun-jokowi-ma-ruf-pangkas-bumn-hingga-pembentukan-holding-dXo42tXFgr.jpg</image><title>Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Tepat pada Selasa, 20 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin memasuki usia satu tahun menahkodai Indonesia. Meski masih berusia mudah, sejumlah langkah pembenahan perseroan plat merah masih tercatat positif.
Tentu, langkah pembaharuan dan reformasi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak terlepas dari tangan dingin Erick Thohir yang diamanahkan memimpin Kementerian BUMN. Sebagai Menteri BUMN, jabatan Erick Thohir juga masih berusia satu tahun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bagaimana Kabar Holding Rumah Sakit BUMN?
Namun begitu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, kinerja Erick masih berjalan cukup baik. Catatan positif itu khususnya diberikan bagi pembenahan di internal Kementerian BUMN dan upaya restrukturisasi atau perampingan sejumlah perseroan dalam core business (bisnis inti) yang sama.
&quot;Langkah penyederhanaan dan perampingan kelembagaan, mulai dari internal Kementerian BUMN lalu menggabung BUMN-BUMN dalam core business yang sama sudah dilakukan, sejauh ini secara umum berjalan cukup baik karena langkah-langkah tersebut dalam rentang (cepat) dan kendali pemerintah (Menteri BUMN),&quot; ujar Eko saat dihubungi Jakarta, Selasa (20/10/2020).
Dalam konteks restrukturisasi perusahaan-perusahaan plat merah, Erick terus berupaya meningkatkan nilai perseroan dengan merger, likuidasi, hingga pembentukan holding berdasarkan klaster BUMN. Dari catatan iNews.id, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 40/M Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Percepatan Restrukturisasi BUMN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding BUMN Pangan Terbentuk, Petani Dilibatkan
Dengan beleid ini, Erick Thohir memiliki kewenangan untuk me-merger, me-likuidasi Perusahaan BUMN yang dinilai tak menguntungkan. Erick juga berulang kali menegaskan akan memangkas jumlah perseroan dari 142 perusahaan menjadi 107. Dan beberapa tahun ke depan, jumlah perusahaan akan dipangkas hingga mencapai 70 perusahaan saja.
Bahkan, belum genap satu tahun masa jabatannya, Erick berhasil menyusun klasterisasi berdasarkan value chain dan bisnis inti (core business). Totalnya ada 12 klaster dari sebelumnya 27 klaster. Masing-masing Wakil Menteri BUMN, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, membawahi enam klaster
Selain itu, pembentukan holding BUMN klaster pangan juga akan difinalisasi pada akhir 2020 ini. Pembentukan itu seiring dengan upaya BUMN klaster pangan dapat memainkan peran strategis bagi komoditas pangan di Indonesia.
Menteri Erick juga sudah memfasilitasi penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) sebagai awal dari proses merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Merger 3 bank syariah pelat merah itu setara dengan bank kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti antara Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.
Meski Erick mengawali masa jabatannya dengan merampingkan sejumlah perseroan negara, bukan berarti dia tidak terlepas dari catatan yang dinilai menjadi pekerjaan rumah baginya. Eko mengutarakan, Holding BUMN belum mampu memberikan kontribusi laba bagi negara, terutama dibandingkan dengan aset BUMN yang sangat besar.
Eko menyebut, dari 6 holding BUMN yang berhasil direstrukturisasi  membuat aset perusahaan semakin bertambah namun, bila aset tersebut  dibandingkan dengan kontribusi laba bagi negara, maka kinerjanya belum  signifikan dibanding sebelum holding. Ini menggambarkan optimalisasi  manajemen perseroan harus terus diakselerasi.
&quot;Nah, yang belum terlihat adalah output dan outcome-nya, yaitu  holding BUMN-BUMN tersebut belum mampu memperbaiki kinerja keuangan  melalui kontribusi laba yang belum meningkat, terutama jika dibandingkan  dengan aset mereka yang besar&quot; kata dia.
Eko menyarankan, perlu adanya optimalisasi kinerja BUMN dengan  pengelolaan yang lebih efisien, serta fokus pada core business  masing-masing BUMN
Dalam rangkuman, Erick Thohir secara gamblang mengatakan, kontribusi  BUMN terhadap perekonomian nasional secara konsisten mampu memberikan  angka di atas 16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak 2018.
Tapi, bila dibandingkan dengan negara lain, kontribusi 16% masih  terbilang kecil karena BUMN mampu mengumpulkan aset sebesar USD573  miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama aset Superholding  Temasek Singapura sebesar USD227 miliar. Kontribusi Temasek terhadap PDB  Singapura mencapai 21,6%.
Hal serupa juga dilakukan BUMN China, di mana kontribusi perusahaan  plat merahnya mampu memberikan keuntungan finansial terhadap PDB negara  setempat hingga mencapai 58,4% dari total aset sebesar USD10,400 miliar.  Sementara itu, Superholding Malaysia masih tertinggal dengan Indonesia.  Di mana, pada tahun yang sama kontribusi Khazana sebesar 1,4 miliar  dari jumlah asetnya USD33 miliar.
Dari segi aset, selama lima tahun terakhir aset perseroan plat merah  mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015 aset BUMN tercatat  sebesar Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp 8.734  triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama lima tahun terakhir aset BUMN  tumbuh sebesar 51,63 persen atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11  persen.
Ekuitas BUMN juga naik signifikan. Hingga akhir 2019, total Ekuitas  seluruh perseroan mencapai Rp800 triliun. Sementara, laba bersihnya  mencatatkan angka positif di akhirnya 2019 senilai Rp152 triliun. Meski  begitu, angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama  2018 yang mencapai Rp189 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Tepat pada Selasa, 20 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin memasuki usia satu tahun menahkodai Indonesia. Meski masih berusia mudah, sejumlah langkah pembenahan perseroan plat merah masih tercatat positif.
Tentu, langkah pembaharuan dan reformasi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak terlepas dari tangan dingin Erick Thohir yang diamanahkan memimpin Kementerian BUMN. Sebagai Menteri BUMN, jabatan Erick Thohir juga masih berusia satu tahun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bagaimana Kabar Holding Rumah Sakit BUMN?
Namun begitu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, kinerja Erick masih berjalan cukup baik. Catatan positif itu khususnya diberikan bagi pembenahan di internal Kementerian BUMN dan upaya restrukturisasi atau perampingan sejumlah perseroan dalam core business (bisnis inti) yang sama.
&quot;Langkah penyederhanaan dan perampingan kelembagaan, mulai dari internal Kementerian BUMN lalu menggabung BUMN-BUMN dalam core business yang sama sudah dilakukan, sejauh ini secara umum berjalan cukup baik karena langkah-langkah tersebut dalam rentang (cepat) dan kendali pemerintah (Menteri BUMN),&quot; ujar Eko saat dihubungi Jakarta, Selasa (20/10/2020).
Dalam konteks restrukturisasi perusahaan-perusahaan plat merah, Erick terus berupaya meningkatkan nilai perseroan dengan merger, likuidasi, hingga pembentukan holding berdasarkan klaster BUMN. Dari catatan iNews.id, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 40/M Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Percepatan Restrukturisasi BUMN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Holding BUMN Pangan Terbentuk, Petani Dilibatkan
Dengan beleid ini, Erick Thohir memiliki kewenangan untuk me-merger, me-likuidasi Perusahaan BUMN yang dinilai tak menguntungkan. Erick juga berulang kali menegaskan akan memangkas jumlah perseroan dari 142 perusahaan menjadi 107. Dan beberapa tahun ke depan, jumlah perusahaan akan dipangkas hingga mencapai 70 perusahaan saja.
Bahkan, belum genap satu tahun masa jabatannya, Erick berhasil menyusun klasterisasi berdasarkan value chain dan bisnis inti (core business). Totalnya ada 12 klaster dari sebelumnya 27 klaster. Masing-masing Wakil Menteri BUMN, yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, membawahi enam klaster
Selain itu, pembentukan holding BUMN klaster pangan juga akan difinalisasi pada akhir 2020 ini. Pembentukan itu seiring dengan upaya BUMN klaster pangan dapat memainkan peran strategis bagi komoditas pangan di Indonesia.
Menteri Erick juga sudah memfasilitasi penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) sebagai awal dari proses merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Merger 3 bank syariah pelat merah itu setara dengan bank kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti antara Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.
Meski Erick mengawali masa jabatannya dengan merampingkan sejumlah perseroan negara, bukan berarti dia tidak terlepas dari catatan yang dinilai menjadi pekerjaan rumah baginya. Eko mengutarakan, Holding BUMN belum mampu memberikan kontribusi laba bagi negara, terutama dibandingkan dengan aset BUMN yang sangat besar.
Eko menyebut, dari 6 holding BUMN yang berhasil direstrukturisasi  membuat aset perusahaan semakin bertambah namun, bila aset tersebut  dibandingkan dengan kontribusi laba bagi negara, maka kinerjanya belum  signifikan dibanding sebelum holding. Ini menggambarkan optimalisasi  manajemen perseroan harus terus diakselerasi.
&quot;Nah, yang belum terlihat adalah output dan outcome-nya, yaitu  holding BUMN-BUMN tersebut belum mampu memperbaiki kinerja keuangan  melalui kontribusi laba yang belum meningkat, terutama jika dibandingkan  dengan aset mereka yang besar&quot; kata dia.
Eko menyarankan, perlu adanya optimalisasi kinerja BUMN dengan  pengelolaan yang lebih efisien, serta fokus pada core business  masing-masing BUMN
Dalam rangkuman, Erick Thohir secara gamblang mengatakan, kontribusi  BUMN terhadap perekonomian nasional secara konsisten mampu memberikan  angka di atas 16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak 2018.
Tapi, bila dibandingkan dengan negara lain, kontribusi 16% masih  terbilang kecil karena BUMN mampu mengumpulkan aset sebesar USD573  miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama aset Superholding  Temasek Singapura sebesar USD227 miliar. Kontribusi Temasek terhadap PDB  Singapura mencapai 21,6%.
Hal serupa juga dilakukan BUMN China, di mana kontribusi perusahaan  plat merahnya mampu memberikan keuntungan finansial terhadap PDB negara  setempat hingga mencapai 58,4% dari total aset sebesar USD10,400 miliar.  Sementara itu, Superholding Malaysia masih tertinggal dengan Indonesia.  Di mana, pada tahun yang sama kontribusi Khazana sebesar 1,4 miliar  dari jumlah asetnya USD33 miliar.
Dari segi aset, selama lima tahun terakhir aset perseroan plat merah  mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2015 aset BUMN tercatat  sebesar Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp 8.734  triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama lima tahun terakhir aset BUMN  tumbuh sebesar 51,63 persen atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11  persen.
Ekuitas BUMN juga naik signifikan. Hingga akhir 2019, total Ekuitas  seluruh perseroan mencapai Rp800 triliun. Sementara, laba bersihnya  mencatatkan angka positif di akhirnya 2019 senilai Rp152 triliun. Meski  begitu, angka ini menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama  2018 yang mencapai Rp189 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
