<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Jitu Jualan Laris Manis di Marketplace</title><description>Jualan via online bisa menjadi salah satu pilihan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace"/><item><title>Cara Jitu Jualan Laris Manis di Marketplace</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2020 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace-bau2ndQkuS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/20/455/2296682/cara-jitu-jualan-laris-manis-di-marketplace-bau2ndQkuS.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Jualan via online bisa menjadi salah satu pilihan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Apalagi di tengah pandemi masyarakat lebih memilih untuk belanja online untuk menghindari penyebaran virus.
Namun dalam menjual produknya, harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar produknya dilirik pembeli. Salah satunya adalah detail informasi yang harus lengkap dan jelas.
Baca Juga: Terkuak, Ini Kontribusi UMKM bagi Perekonomian Indonesia
 
CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan, salah satu kesalahan umum yang kerap terjadi adalah informasi produk yang kurang jelas. Khsusnya aspek-aspek yang tidak bisa dilihat langsung oleh pembeli seperti komposisi produk.&amp;nbsp;
Sebagai salah satu contohnya adalah ketika ingin menjual produk kosmetik. Rata-rata penjual kosmetik tidak memiliki bahan baku yang jelas sehingga konsumen juga ragu untuk membelinya.
&amp;ldquo;Barang kosmetik bahan baku itu tidak ada. Nah itu tadi kami terus berikan ke mereka memberikan ingredient yang jelas. Kalau digital nggak bisa dipegang nggak bisa dicoba. Foto dan lain lain (informasi) sangat penting,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS82LzEyMzEwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kusumo menambahkan, persoalan lain yang kerap menjadi persoalan adalah kemasan. Menurutnya, desain packaging makanan dan minuman yang menarik menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli.
&amp;ldquo;Kami  juga menggandeng universitas untuk pelatihan, bagaimana menjadi entrepreneur digital yang handal, kami bantu memberikan desain packaging makanan dan minuman dan juga,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jualan via online bisa menjadi salah satu pilihan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Apalagi di tengah pandemi masyarakat lebih memilih untuk belanja online untuk menghindari penyebaran virus.
Namun dalam menjual produknya, harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar produknya dilirik pembeli. Salah satunya adalah detail informasi yang harus lengkap dan jelas.
Baca Juga: Terkuak, Ini Kontribusi UMKM bagi Perekonomian Indonesia
 
CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan, salah satu kesalahan umum yang kerap terjadi adalah informasi produk yang kurang jelas. Khsusnya aspek-aspek yang tidak bisa dilihat langsung oleh pembeli seperti komposisi produk.&amp;nbsp;
Sebagai salah satu contohnya adalah ketika ingin menjual produk kosmetik. Rata-rata penjual kosmetik tidak memiliki bahan baku yang jelas sehingga konsumen juga ragu untuk membelinya.
&amp;ldquo;Barang kosmetik bahan baku itu tidak ada. Nah itu tadi kami terus berikan ke mereka memberikan ingredient yang jelas. Kalau digital nggak bisa dipegang nggak bisa dicoba. Foto dan lain lain (informasi) sangat penting,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara peresmian program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS82LzEyMzEwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kusumo menambahkan, persoalan lain yang kerap menjadi persoalan adalah kemasan. Menurutnya, desain packaging makanan dan minuman yang menarik menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli.
&amp;ldquo;Kami  juga menggandeng universitas untuk pelatihan, bagaimana menjadi entrepreneur digital yang handal, kami bantu memberikan desain packaging makanan dan minuman dan juga,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
