<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibanjiri Vaksin Covid-19, Airlangga: Pemerintah Tak Ingin Ada Efek Samping</title><description>Pemerintah menjamin bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi tidak akan menimbulkan efek samping.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping"/><item><title>Dibanjiri Vaksin Covid-19, Airlangga: Pemerintah Tak Ingin Ada Efek Samping</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2020 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping-fKwr8x3lxG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/22/320/2297771/dibanjiri-vaksin-covid-19-airlangga-pemerintah-tak-ingin-ada-efek-samping-fKwr8x3lxG.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menjamin bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi tidak akan menimbulkan efek samping.  Dalam pengadaan vaksin Covid-19, melalui dua jalur, yaitu mengembangkan secara mandiri berupa vaksin merah putih, dan jalur kerja sama internasional.
&quot;Untuk vaksin merah putih, researchnya akan selesai dan masuk produksi di kuartal II, dan akan masuk di akhir tahun 2021,&quot; ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Airlangga dalam video virtual di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Baca Juga: Belum Ada yang Menang Lawan Covid-19, Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian
Sementara itu, untuk jalur kerjasama internasional, ada beberapa perusahaan yang melakukan riset yang dianggap unggul dan sudah di tahap terakhir clinical trial III. Vaksin-vaksin dari jalur internasional tersebut antara lain Sinovac, Sinopharm G42 melalui Uni Emirat Arab, CanSino, dan AstraZeneca.
&quot;Vaksin AstraZeneca sedang dikerjakan oleh Oxford University dengan perusahaan AstraZeneca asal Inggris dan Swedia, CanSino juga sedang menyiapkan,&quot; tambahnya.


Airlangga menyampaikan, alokasi Sinovac untuk Indonesia adalah sebanyak 3 juta dosis vaksin. Diharapkan 3 juta vaksin tersebut bisa masuk pengiriman di akhir tahun.
&quot;Kemudian ada juga yang berbentuk bahan baku, di mana bahan baku itu disiapkan di akhir tahun itu 15 juta, di mana bahan baku ini akan diproduksi di Biofarma,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, untuk Sinopharm ada sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk vaksin mandiri dan CanSino sebanyak 100 ribu dosis. &quot;Seluruhnya ini akses disiapkan dan pemerintah sudah mengeluarkan Perpres terkait dengan pembelian vaksin, dan sekarang sedang disiapkan Permenkes,&quot; ucap Airlangga.
Pemerintah mengutamakan kehati-hatian dalam pengadaan vaksin ini, karena ini tentu melibatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. &quot;Pemerintah tidak ingin ada efek-efek samping yang diakibatkan daripada vaksinasi,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menjamin bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi tidak akan menimbulkan efek samping.  Dalam pengadaan vaksin Covid-19, melalui dua jalur, yaitu mengembangkan secara mandiri berupa vaksin merah putih, dan jalur kerja sama internasional.
&quot;Untuk vaksin merah putih, researchnya akan selesai dan masuk produksi di kuartal II, dan akan masuk di akhir tahun 2021,&quot; ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Airlangga dalam video virtual di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Baca Juga: Belum Ada yang Menang Lawan Covid-19, Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian
Sementara itu, untuk jalur kerjasama internasional, ada beberapa perusahaan yang melakukan riset yang dianggap unggul dan sudah di tahap terakhir clinical trial III. Vaksin-vaksin dari jalur internasional tersebut antara lain Sinovac, Sinopharm G42 melalui Uni Emirat Arab, CanSino, dan AstraZeneca.
&quot;Vaksin AstraZeneca sedang dikerjakan oleh Oxford University dengan perusahaan AstraZeneca asal Inggris dan Swedia, CanSino juga sedang menyiapkan,&quot; tambahnya.


Airlangga menyampaikan, alokasi Sinovac untuk Indonesia adalah sebanyak 3 juta dosis vaksin. Diharapkan 3 juta vaksin tersebut bisa masuk pengiriman di akhir tahun.
&quot;Kemudian ada juga yang berbentuk bahan baku, di mana bahan baku itu disiapkan di akhir tahun itu 15 juta, di mana bahan baku ini akan diproduksi di Biofarma,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, untuk Sinopharm ada sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk vaksin mandiri dan CanSino sebanyak 100 ribu dosis. &quot;Seluruhnya ini akses disiapkan dan pemerintah sudah mengeluarkan Perpres terkait dengan pembelian vaksin, dan sekarang sedang disiapkan Permenkes,&quot; ucap Airlangga.
Pemerintah mengutamakan kehati-hatian dalam pengadaan vaksin ini, karena ini tentu melibatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. &quot;Pemerintah tidak ingin ada efek-efek samping yang diakibatkan daripada vaksinasi,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
