<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Presiden Jokowi: Akhiri Ekspor Batu Bara Mentah!</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan masih ada kendala di beberapa hal mengenai hilirisasi batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah"/><item><title>   Presiden Jokowi: Akhiri Ekspor Batu Bara Mentah!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah</guid><pubDate>Jum'at 23 Oktober 2020 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah-884zLfhtsC.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/23/320/2298212/presiden-jokowi-akhiri-ekspor-batu-bara-mentah-884zLfhtsC.png</image><title>Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan masih ada kendala di beberapa hal mengenai hilirisasi batu bara. Padahal orang nomor 1 di Indonesia ini ingin hilirisasi batu bara segera direalisasikan.

&amp;ldquo;Saya mendapatkan laporan bahwa pengembagan industri turunan masih terkendala urusan yang berkaitan dengan keekonomian. Juga terkendala faktor teknologi,&amp;rdquo; Jokowi saat membuka rapat terbatas, Kamis (23/10/2020).

Jokowi mengungkapkan bahwa kendala ini bisa diatasi dengan berpartner. Dalam hal ini baik perusahaan-perusahaan batu bara maupun BUMN.

&amp;ldquo;Saya kira ini bisa diatasi kalau perusahaan-perusahaan itu atau BUMN berpartner, mencari partner,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Hilirisasi Batu Bara, Jokowi: Kita Ini Masih Impor LPG&amp;nbsp;
Jokowi menyebut kelambanan ini terlihat dari masih sedikit perusahaan yang mendapatkan izin usaha untuk optimalisasi batu bara.

&amp;ldquo;Dan kita tahun tahun 2019 baru 5 pemegang IUPK-OP (izin usaha pertambangan khusus operasi produksi) yang melakukan coal upgrading. Dan baru 2 pemegang IUPK-OP yang memproduksi briket batubara,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia meminta jajarannya untuk mencarikan solusi terkait hal ini, sehingga ekspor bahan mentah bisa segera diakhiri.

&amp;ldquo;Saya ingin dicarikan solusi untuk mengatasi kelambanan pengembangan industri turunan batu bara ini. Karena kita sudah lama sekali mengekspor batu bara mentah ini, sehingga saya kira memang harus segera diakhiri. Apabila nanti akan ada beberapa perpanjangan dengan kewajiban untuk memulai ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan masih ada kendala di beberapa hal mengenai hilirisasi batu bara. Padahal orang nomor 1 di Indonesia ini ingin hilirisasi batu bara segera direalisasikan.

&amp;ldquo;Saya mendapatkan laporan bahwa pengembagan industri turunan masih terkendala urusan yang berkaitan dengan keekonomian. Juga terkendala faktor teknologi,&amp;rdquo; Jokowi saat membuka rapat terbatas, Kamis (23/10/2020).

Jokowi mengungkapkan bahwa kendala ini bisa diatasi dengan berpartner. Dalam hal ini baik perusahaan-perusahaan batu bara maupun BUMN.

&amp;ldquo;Saya kira ini bisa diatasi kalau perusahaan-perusahaan itu atau BUMN berpartner, mencari partner,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Hilirisasi Batu Bara, Jokowi: Kita Ini Masih Impor LPG&amp;nbsp;
Jokowi menyebut kelambanan ini terlihat dari masih sedikit perusahaan yang mendapatkan izin usaha untuk optimalisasi batu bara.

&amp;ldquo;Dan kita tahun tahun 2019 baru 5 pemegang IUPK-OP (izin usaha pertambangan khusus operasi produksi) yang melakukan coal upgrading. Dan baru 2 pemegang IUPK-OP yang memproduksi briket batubara,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia meminta jajarannya untuk mencarikan solusi terkait hal ini, sehingga ekspor bahan mentah bisa segera diakhiri.

&amp;ldquo;Saya ingin dicarikan solusi untuk mengatasi kelambanan pengembangan industri turunan batu bara ini. Karena kita sudah lama sekali mengekspor batu bara mentah ini, sehingga saya kira memang harus segera diakhiri. Apabila nanti akan ada beberapa perpanjangan dengan kewajiban untuk memulai ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
