<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Indonesia ke Negara OKI Diacungi Jempol tapi....</title><description>Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Indonesia belum menunjukan perannya sebagai kiblat produk halal dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi"/><item><title>Ekspor Indonesia ke Negara OKI Diacungi Jempol tapi....</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2020 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi-go34WOx542.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kontainer (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/24/320/2298876/ekspor-indonesia-ke-negara-oki-diacungi-jempol-tapi-go34WOx542.jpg</image><title>Kontainer (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Indonesia belum menunjukan perannya sebagai kiblat produk halal dunia. Di sisi ekspor untuk negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia masi di bawah negara-negara non muslim.

&quot;Meski ekspor ke OKI sudah bagus, tapi Indonesia belum menunjukan peran sebagai kiblat produk halal dunia, khsusnya untuk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Pangsa pasar untuk ketiga produk tersebut ke negara-negara OKI masih jahu di bawah negara- negara non muslim seperi Brasil, Prancis, Amerika dan Jerman,&quot; ujar Agus, Jalarta, Sabtu (24/10/2020).
 
Baca juga: Ekspor RI ke Negara OKI Surplus USD2,2 Miliar
Dari data Kementerian Perdagangan, di sektor makanan, Brasil merupakan eksportir terbesar untuk negara-negara OKI dengan pangsa pasar sebesar 10,51%. Di ikuti Thailand sebesar 8,15%, India 5,5%, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) 4,97%. Sementara Indonesia di urutan ke 20 dengan pangsa pasar 1,86%.

Di sektor kosmetik, Prancis menjadi eksportir terbesar dengan pangsa pasar sebesar 17,38%, Amerika Serikat 7,57%, Jerman 7,05%, Italia 5,5%, RRT 5,08%n, dan Indonesia berada di urutan ke 23 dengan pangsa pasar sebesar 1,41%.
 
Baca juga: Ekspor Emas Anjlok tapi Buah Pisang Laris ke China
Sementara sektor obat-obatan dikuasai oleh Jerman dengan pangsa pasar sebanyak 13,84%, disusul Prancis 13,58 persen, Swiss 9,47%, India 7,86%, Amerika Serikat 6,93%, sementara Indonesia di urutan ke-48 dengan pangsa 0,12%.Meski masih di bawah negara-negara non muslim, Agus mengutarakan,  tren ekpor makanan Indonesia ke negara-negara OKI pada periode 2015-2019  meningkat 5,51%. Sementara kosmetik dan obat-obatan menurun  masing-masing sebesar 0,77% dan 4,76%.

Sementara itu, eskpor pada periode Januari-Juli 2020, sektor makanan  meningkat 11,37%, obat-obatan naik 12,33%. Sementara kosmetik menurun  8,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode Januari-Juli 2020, Indonesia mampu mencatat surplus  sebesar USD2,2 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut didorong oleh  pembukukan ekspor Indonesia terhadap negara-negara OKI senilai USD10,94  miliar. Angka ini lebih tinggi dari pada impor OKI terhadap Indonesia  yang mencapai USD8,77 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, Indonesia belum menunjukan perannya sebagai kiblat produk halal dunia. Di sisi ekspor untuk negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia masi di bawah negara-negara non muslim.

&quot;Meski ekspor ke OKI sudah bagus, tapi Indonesia belum menunjukan peran sebagai kiblat produk halal dunia, khsusnya untuk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Pangsa pasar untuk ketiga produk tersebut ke negara-negara OKI masih jahu di bawah negara- negara non muslim seperi Brasil, Prancis, Amerika dan Jerman,&quot; ujar Agus, Jalarta, Sabtu (24/10/2020).
 
Baca juga: Ekspor RI ke Negara OKI Surplus USD2,2 Miliar
Dari data Kementerian Perdagangan, di sektor makanan, Brasil merupakan eksportir terbesar untuk negara-negara OKI dengan pangsa pasar sebesar 10,51%. Di ikuti Thailand sebesar 8,15%, India 5,5%, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) 4,97%. Sementara Indonesia di urutan ke 20 dengan pangsa pasar 1,86%.

Di sektor kosmetik, Prancis menjadi eksportir terbesar dengan pangsa pasar sebesar 17,38%, Amerika Serikat 7,57%, Jerman 7,05%, Italia 5,5%, RRT 5,08%n, dan Indonesia berada di urutan ke 23 dengan pangsa pasar sebesar 1,41%.
 
Baca juga: Ekspor Emas Anjlok tapi Buah Pisang Laris ke China
Sementara sektor obat-obatan dikuasai oleh Jerman dengan pangsa pasar sebanyak 13,84%, disusul Prancis 13,58 persen, Swiss 9,47%, India 7,86%, Amerika Serikat 6,93%, sementara Indonesia di urutan ke-48 dengan pangsa 0,12%.Meski masih di bawah negara-negara non muslim, Agus mengutarakan,  tren ekpor makanan Indonesia ke negara-negara OKI pada periode 2015-2019  meningkat 5,51%. Sementara kosmetik dan obat-obatan menurun  masing-masing sebesar 0,77% dan 4,76%.

Sementara itu, eskpor pada periode Januari-Juli 2020, sektor makanan  meningkat 11,37%, obat-obatan naik 12,33%. Sementara kosmetik menurun  8,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode Januari-Juli 2020, Indonesia mampu mencatat surplus  sebesar USD2,2 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut didorong oleh  pembukukan ekspor Indonesia terhadap negara-negara OKI senilai USD10,94  miliar. Angka ini lebih tinggi dari pada impor OKI terhadap Indonesia  yang mencapai USD8,77 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
