<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Beberkan Indikator Kebangkitan Ekonomi RI</title><description>Pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa mulai dari masalah kesehatan, sosial dan ekonomi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri"/><item><title>Presiden Jokowi Beberkan Indikator Kebangkitan Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2020 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri-zX8HJhRhPx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/25/320/2299255/presiden-jokowi-beberkan-indikator-kebangkitan-ekonomi-ri-zX8HJhRhPx.jpeg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa mulai dari masalah kesehatan, sosial dan ekonomi. Dari sisi ekonomi, berbagai negara telah mengalami kontraksi, termasuk Indonesia.
&amp;ldquo;Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tidak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita, Indonesia,&amp;rdquo; ujar Presiden Joko Widodo dalam laman Setkab, Minggu (25/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB Transisi Diperpanjang, Pengusaha: Penyebaran Covid-19 Semakin Terkendali
Sebelum pandemi, disampaikan Kepala Negara, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5% Namun akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 melambat menjadi 2,97%  di triwulan I dan minus 5,32%  di triwulan II.
&amp;ldquo;Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini, Insya Allah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy82Ny8xMjM2MzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Keyakinan Presiden tersebut didasari pergerakan berbagai indikator strategis selama triwulan III tahun 2020 yang telah menunjukkan perbaikan.
&amp;ldquo;Harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga. Jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36% dari bulan sebelumnya,&amp;rdquo; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resmi, PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang 14 Hari
Presiden menambahkan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 juga surplus USD2,44 miliar. Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) juga mulai memasuki tahap ekspansi kembali dan telah terjadi peningkatan konsumsi.
&amp;ldquo;Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik, dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas,&amp;rdquo;tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa mulai dari masalah kesehatan, sosial dan ekonomi. Dari sisi ekonomi, berbagai negara telah mengalami kontraksi, termasuk Indonesia.
&amp;ldquo;Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tidak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita, Indonesia,&amp;rdquo; ujar Presiden Joko Widodo dalam laman Setkab, Minggu (25/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB Transisi Diperpanjang, Pengusaha: Penyebaran Covid-19 Semakin Terkendali
Sebelum pandemi, disampaikan Kepala Negara, ekonomi Indonesia selalu tumbuh sekitar 5% Namun akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 melambat menjadi 2,97%  di triwulan I dan minus 5,32%  di triwulan II.
&amp;ldquo;Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini, Insya Allah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy82Ny8xMjM2MzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Keyakinan Presiden tersebut didasari pergerakan berbagai indikator strategis selama triwulan III tahun 2020 yang telah menunjukkan perbaikan.
&amp;ldquo;Harga-harga pangan seperti beras tetap terjaga. Jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36% dari bulan sebelumnya,&amp;rdquo; bebernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resmi, PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang 14 Hari
Presiden menambahkan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 juga surplus USD2,44 miliar. Purchasing Managers&amp;rsquo; Index (PMI) juga mulai memasuki tahap ekspansi kembali dan telah terjadi peningkatan konsumsi.
&amp;ldquo;Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik, dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas,&amp;rdquo;tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
