<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>95% Agen Perjalanan 'Tiarap' akibat Covid-19</title><description>Asita menyebut 7.000 ribu anggotanya terdampak pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19"/><item><title>95% Agen Perjalanan 'Tiarap' akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2020 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19-6uevJwRwKH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak Covid-19 pada Pariwisata Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/26/320/2299959/95-agen-perjalanan-tiarap-akibat-covid-19-6uevJwRwKH.jpg</image><title>Dampak Covid-19 pada Pariwisata Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;nbsp;- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyebut 7.000 ribu anggotanya terdampak pandemi Covid-19. Tercatat 90% hingga 95% agen perjalanan selama delapan bulan terakhir tidak menjalankan bisnisnya.
Menurut Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati kondisi itu sangat memukul industri agen perjalanan. Sebab mobilitas masyarakat dibatasi guna mencegah penularan Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tarik Turis, Pengusaha Siapkan Paket Wisata Menarik saat Long Weekend
&quot;Jadi poinnya, betul-betul anggota Asita ini 'tiarap',&quot; kata dia dalam diskusi virtual bertajuk Protokol Kesehatan di Bandara dan Tempat Wisata, Senin (26/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS8yMC8xMjM3MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan sebelum adanya PSBB transisi, sekitar 90% hingga 95% anggota Asita tidak menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, lanjut dia, sejalan dengan PSBB Transisi ini, bisnis agen perjalanan mulai bergeliat.
&quot;Jadi hal ini bisa mendorong upaya pemerintah menghidupkan pariwisata domestik,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Angela Tanoesoedibjo Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Tetap Optimistis
Dia menambahkan, PSBB transisi ini membuat agen perjalanan mulai benar-benar menjalankan bisnisnya. Seperti banyak wisatawan domestik berlibur di Banyuwangi Jawa Timur.
&quot;Sebanyak kurang lebih 1 juta wisatawan domestik sudah memanfaatkan jasa agen perjalanan dalam 1 bulan terakhir untuk pergi ke Banyuwangi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;nbsp;- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyebut 7.000 ribu anggotanya terdampak pandemi Covid-19. Tercatat 90% hingga 95% agen perjalanan selama delapan bulan terakhir tidak menjalankan bisnisnya.
Menurut Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati kondisi itu sangat memukul industri agen perjalanan. Sebab mobilitas masyarakat dibatasi guna mencegah penularan Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tarik Turis, Pengusaha Siapkan Paket Wisata Menarik saat Long Weekend
&quot;Jadi poinnya, betul-betul anggota Asita ini 'tiarap',&quot; kata dia dalam diskusi virtual bertajuk Protokol Kesehatan di Bandara dan Tempat Wisata, Senin (26/10/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS8yMC8xMjM3MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan sebelum adanya PSBB transisi, sekitar 90% hingga 95% anggota Asita tidak menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, lanjut dia, sejalan dengan PSBB Transisi ini, bisnis agen perjalanan mulai bergeliat.
&quot;Jadi hal ini bisa mendorong upaya pemerintah menghidupkan pariwisata domestik,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Angela Tanoesoedibjo Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Tetap Optimistis
Dia menambahkan, PSBB transisi ini membuat agen perjalanan mulai benar-benar menjalankan bisnisnya. Seperti banyak wisatawan domestik berlibur di Banyuwangi Jawa Timur.
&quot;Sebanyak kurang lebih 1 juta wisatawan domestik sudah memanfaatkan jasa agen perjalanan dalam 1 bulan terakhir untuk pergi ke Banyuwangi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
