<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Pasang Target Rata-Rata Nilai Transaksi Rp8,5 Triliun di 2021</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk fokus pada pendalaman Pasar  Modal Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021"/><item><title>BEI Pasang Target Rata-Rata Nilai Transaksi Rp8,5 Triliun di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021-kBbWRgKL5t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300181/bei-pasang-target-rata-rata-nilai-transaksi-rp8-5-triliun-di-2021-kBbWRgKL5t.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu Self-Regulatory Organization (SRO) terus berupaya untuk fokus pada pendalaman Pasar Modal Indonesia, serta membangun kepercayaan pasar dalam hal kehandalan dan kredibilitas. Adapun pengembangan yang akan dilakukan BEI, serta penetapan penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2021, masih mempertimbangkan perkembangan penanganan Covid-19 sampai dengan tahun 2021 di Indonesia.

&quot;Berdasarkan pertimbangan tersebut, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2021 mencapai Rp8,5 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 241 hari,&quot; ujar Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam video conference, Selasa (27/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali ke 5.000, Menko Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Inarno menambahkan, BEI juga menargetkan jumlah Pencatatan Efek Baru pada tahun 2021 menjadi 30 Pencatatan Efek Baru yang terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

&quot;Target tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi untuk Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat yang saat ini dilakukan melalui kombinasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi, one-on-one meeting, serta workshop yang dilakukan secara online maupun offline,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terbukti, Pasar Modal RI Lebih Kuat dari Bursa Singapura
BEI juga secara berkesinambungan memberikan dukungan pengembangan, serta kepatuhan Anggota Bursa (AB) dan partisipan, yang diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi, pertemuan rutin, dukungan jasa informasi, serta dukungan teknis dalam pengembangan sistem dan layanan kebursaan.

Tidak hanya itu, BEI juga terus berupaya melakukan pengembangan pasar untuk meningkatkan jumlah dan aktivitas investor Pasar Modal di masa pandemi COVID -19. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi yang diarahkan melalui media online.&amp;ldquo;Rencana pengembangan bursa yang akan kita lakukan, telah melalui  serangkaian koordinasi dan masukan dari seluruh stakeholders Pasar  Modal, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI),  Pemerintah, Anggota Bursa, SRO dan tentunya juga dari kalangan asosiasi.  Tentunya, semua upaya ini kami lakukan untuk terus membangun BEI  menjadi penyelenggara perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien,  serta terus memberikan nilai tambah bagi industri jasa keuangan secara  keseluruhan,&quot; ucapnya.

Memperhatikan seluruh target dan rencana kegiatan BEI pada tahun  2021, proyeksi Total Pendapatan yang akan diperoleh BEI adalah sebesar  Rp1,12 triliun atau meningkat 17,36 persen dibandingkan Total Pendapatan  RKAT 2020-Revisi senilai Rp957,54 miliar. Proyeksi atas Biaya Usaha BEI  untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp960,91 miliar sehingga Laba Sebelum  Pajak menjadi Rp162,87 miliar. Setelah dikurangi Estimasi Beban Pajak  sebesar Rp43,15 miliar maka perkiraan perolehan Laba Bersih BEI pada  tahun 2021 adalah sebesar Rp119,72 miliar.

Total Aset BEI pada tahun 2021 diproyeksikan akan sebesar Rp3,16  triliun atau naik 7,07 persen dari RKAT 2020-Revisi yang berjumlah  Rp2,95 triliun. Adapun Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (termasuk  investasi jangka pendek) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai Rp1,63  triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu Self-Regulatory Organization (SRO) terus berupaya untuk fokus pada pendalaman Pasar Modal Indonesia, serta membangun kepercayaan pasar dalam hal kehandalan dan kredibilitas. Adapun pengembangan yang akan dilakukan BEI, serta penetapan penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2021, masih mempertimbangkan perkembangan penanganan Covid-19 sampai dengan tahun 2021 di Indonesia.

&quot;Berdasarkan pertimbangan tersebut, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2021 mencapai Rp8,5 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 241 hari,&quot; ujar Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam video conference, Selasa (27/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Kembali ke 5.000, Menko Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Inarno menambahkan, BEI juga menargetkan jumlah Pencatatan Efek Baru pada tahun 2021 menjadi 30 Pencatatan Efek Baru yang terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

&quot;Target tersebut akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi untuk Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat yang saat ini dilakukan melalui kombinasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi, one-on-one meeting, serta workshop yang dilakukan secara online maupun offline,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terbukti, Pasar Modal RI Lebih Kuat dari Bursa Singapura
BEI juga secara berkesinambungan memberikan dukungan pengembangan, serta kepatuhan Anggota Bursa (AB) dan partisipan, yang diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi, pertemuan rutin, dukungan jasa informasi, serta dukungan teknis dalam pengembangan sistem dan layanan kebursaan.

Tidak hanya itu, BEI juga terus berupaya melakukan pengembangan pasar untuk meningkatkan jumlah dan aktivitas investor Pasar Modal di masa pandemi COVID -19. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi yang diarahkan melalui media online.&amp;ldquo;Rencana pengembangan bursa yang akan kita lakukan, telah melalui  serangkaian koordinasi dan masukan dari seluruh stakeholders Pasar  Modal, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI),  Pemerintah, Anggota Bursa, SRO dan tentunya juga dari kalangan asosiasi.  Tentunya, semua upaya ini kami lakukan untuk terus membangun BEI  menjadi penyelenggara perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien,  serta terus memberikan nilai tambah bagi industri jasa keuangan secara  keseluruhan,&quot; ucapnya.

Memperhatikan seluruh target dan rencana kegiatan BEI pada tahun  2021, proyeksi Total Pendapatan yang akan diperoleh BEI adalah sebesar  Rp1,12 triliun atau meningkat 17,36 persen dibandingkan Total Pendapatan  RKAT 2020-Revisi senilai Rp957,54 miliar. Proyeksi atas Biaya Usaha BEI  untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp960,91 miliar sehingga Laba Sebelum  Pajak menjadi Rp162,87 miliar. Setelah dikurangi Estimasi Beban Pajak  sebesar Rp43,15 miliar maka perkiraan perolehan Laba Bersih BEI pada  tahun 2021 adalah sebesar Rp119,72 miliar.

Total Aset BEI pada tahun 2021 diproyeksikan akan sebesar Rp3,16  triliun atau naik 7,07 persen dari RKAT 2020-Revisi yang berjumlah  Rp2,95 triliun. Adapun Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (termasuk  investasi jangka pendek) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai Rp1,63  triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
