<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip 4 Jurus Pengembangan Pasar Modal Tahun Depan</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan"/><item><title>Intip 4 Jurus Pengembangan Pasar Modal Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan-lhhjylB9Tl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300194/intip-4-jurus-pengembangan-pasar-modal-tahun-depan-lhhjylB9Tl.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui serangkaian inisiatif yang akan dijalankan oleh BEI berdasarkan Master Plan BEI 2021-2025.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, BEI akan fokus pada inovasi untuk meluncurkan produk, layanan dan instrumen pasar yang baru. Hal tersebut sejalan dengan tema pengembangan yang telah ditetapkan untuk tahun 2020 hingga 2021, yaitu &amp;ldquo;Melakukan Pendalaman Pasar Modal, Meningkatkan Efisiensi, dan Transparansi&amp;rdquo;.
&amp;nbsp;Baca juga: BEI Pasang Target Rata-Rata Nilai Transaksi Rp8,5 Triliun di 2021
&quot;BEI telah melakukan finalisasi Master Plan 2021 &amp;ndash; 2025 yang disusun sejak akhir tahun 2019 berdasarkan hasil diskusi dengan para stakeholders, dan menetapkan visi dan misi yang dibuat untuk mencapai aspirasi BEI. Visi dan misi BEI tersebut adalah &amp;ldquo;Menjadi Bursa Kredibel yang Menggerakkan Pendalaman Keuangan dan Memberdayakan Indonesia menjadi Ekonomi Terbesar ke-5 pada tahun 2045&amp;rdquo;,&quot; ujar Inarno dalam video conference, Selasa (27/10/2020).

Inarno menambahkan, hal yang tidak kalah penting adalah dua pondasi utama untuk mendukung keempat pilar tersebut, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur IT.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terbukti, Pasar Modal RI Lebih Kuat dari Bursa Singapura
&quot;SDM yang berkompetensi tinggi dan kapabilitas infrastruktur IT yang andal dalam memenuhi pengembangan lima tahun ke depan,&quot; katanya.

Dalam upaya mewujudkan aspirasi BEI tersebut, sejumlah inisiatif telah ditetapkan dalam empat Pilar Utama Pengembangan, yaitu:

Pilar I: Meningkatkan efisiensi sebagai Bursa Efek dalam penggalangan dana dan aktivitas perdagangan untuk menarik partisipasi yang lebih besar. Hal ini dapat meliputi serangkaian inisiatif yang ditujukan untuk mengoptimalkan core function Bursa, baik dari sisi Supply dan Demand.Pilar II: Mengembangkan area pertumbuhan baru, termasuk Pasar Modal  Syariah. Hal ini terkait dengan inisiatif Bursa dalam pengembangan  produk baru meliputi Derivatif, ETF, serta layanan di bidang Pasar Modal  Syariah.

Pilar III: Memperluas cakupan layanan perdagangan untuk memenuhi  kebutuhan pelaku pasar. Pilar ini berkaitan dengan inisiatif yang  ditujukan untuk pengembangan di luar core utama Bursa dan mengikuti tren  Bursa saham global. Hal ini dapat terkait pula dengan inisiatif  pengembangan indeks baru, optimalisasi layanan data, serta pengembangan  sistem perdagangan untuk Pasar Obligasi, Pasar Uang dan Pasar Valas.

Pilar IV: Menjaga pasar yang teratur melalui tata kelola dan  pengawasan berteknologi tinggi. Pilar ini merupakan pilar yang sangat  penting, yaitu bagaimana Bursa mengedepankan pasar yang teratur melalui  tata kelola dan pengawasan berteknologi tinggi untuk mendukung  pengembangan pasar ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui serangkaian inisiatif yang akan dijalankan oleh BEI berdasarkan Master Plan BEI 2021-2025.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, BEI akan fokus pada inovasi untuk meluncurkan produk, layanan dan instrumen pasar yang baru. Hal tersebut sejalan dengan tema pengembangan yang telah ditetapkan untuk tahun 2020 hingga 2021, yaitu &amp;ldquo;Melakukan Pendalaman Pasar Modal, Meningkatkan Efisiensi, dan Transparansi&amp;rdquo;.
&amp;nbsp;Baca juga: BEI Pasang Target Rata-Rata Nilai Transaksi Rp8,5 Triliun di 2021
&quot;BEI telah melakukan finalisasi Master Plan 2021 &amp;ndash; 2025 yang disusun sejak akhir tahun 2019 berdasarkan hasil diskusi dengan para stakeholders, dan menetapkan visi dan misi yang dibuat untuk mencapai aspirasi BEI. Visi dan misi BEI tersebut adalah &amp;ldquo;Menjadi Bursa Kredibel yang Menggerakkan Pendalaman Keuangan dan Memberdayakan Indonesia menjadi Ekonomi Terbesar ke-5 pada tahun 2045&amp;rdquo;,&quot; ujar Inarno dalam video conference, Selasa (27/10/2020).

Inarno menambahkan, hal yang tidak kalah penting adalah dua pondasi utama untuk mendukung keempat pilar tersebut, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur IT.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Terbukti, Pasar Modal RI Lebih Kuat dari Bursa Singapura
&quot;SDM yang berkompetensi tinggi dan kapabilitas infrastruktur IT yang andal dalam memenuhi pengembangan lima tahun ke depan,&quot; katanya.

Dalam upaya mewujudkan aspirasi BEI tersebut, sejumlah inisiatif telah ditetapkan dalam empat Pilar Utama Pengembangan, yaitu:

Pilar I: Meningkatkan efisiensi sebagai Bursa Efek dalam penggalangan dana dan aktivitas perdagangan untuk menarik partisipasi yang lebih besar. Hal ini dapat meliputi serangkaian inisiatif yang ditujukan untuk mengoptimalkan core function Bursa, baik dari sisi Supply dan Demand.Pilar II: Mengembangkan area pertumbuhan baru, termasuk Pasar Modal  Syariah. Hal ini terkait dengan inisiatif Bursa dalam pengembangan  produk baru meliputi Derivatif, ETF, serta layanan di bidang Pasar Modal  Syariah.

Pilar III: Memperluas cakupan layanan perdagangan untuk memenuhi  kebutuhan pelaku pasar. Pilar ini berkaitan dengan inisiatif yang  ditujukan untuk pengembangan di luar core utama Bursa dan mengikuti tren  Bursa saham global. Hal ini dapat terkait pula dengan inisiatif  pengembangan indeks baru, optimalisasi layanan data, serta pengembangan  sistem perdagangan untuk Pasar Obligasi, Pasar Uang dan Pasar Valas.

Pilar IV: Menjaga pasar yang teratur melalui tata kelola dan  pengawasan berteknologi tinggi. Pilar ini merupakan pilar yang sangat  penting, yaitu bagaimana Bursa mengedepankan pasar yang teratur melalui  tata kelola dan pengawasan berteknologi tinggi untuk mendukung  pengembangan pasar ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
