<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blue Bird Rugi Rp157,9 Miliar akibat Covid-19</title><description>PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih mencatat rugi bersih di kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19"/><item><title>Blue Bird Rugi Rp157,9 Miliar akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19-WxOc9snId6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Blue Bird (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/278/2300359/blue-bird-rugi-rp157-9-miliar-akibat-covid-19-WxOc9snId6.jpg</image><title>Blue Bird (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih mencatat rugi bersih di kuartal III-2020. Hal ini karena dampak virus Corona atau Covid-19 yang menyerang operasional persero.

Mengutip keterbukaan informasi hingga september 2020, Blue Bird mencatat rugi bersih Rp157,95 miliar atau minus 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp229,76 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sahamnya Diakuisisi GoJek? Bluebird: Belum Final
Sepanjang Januari hingga September 2020, pendapatan bersih Blue Bird pun Rp1,55 triliun. Besaran tersebut turun 47,5% dari Rp2,96 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Walaupun begitu, selama kuartal III-2020 ini, Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 51% dibandingkan kuartal II-2020. Di mana, pendapatan bersih kuartal III-2020 naik 51% ke Rp401,55 miliar dibandingkan Rp265,86 miliar di kuartal II-2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Demo 22 Mei Ricuh, Blue Bird Pastikan Beroperasi 24 Jam
Kenaikan pendapatan Perseroan diiringi dengan cost management yang lebih baik terbukti dengan gross profit margin di kuartal III-2020 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal II sebesar minus 0,5%. EBITDA  Perseroan di kuartal III juga naik tajam dari sebelumnya Rp7,5 miliar di kuartal II-2020 menjadi Rp69,1 miliar di kuartal III-2020.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo mengatakan, dengan kinerja yang berhasil dicapai  pada kuartal III-2020 ini, perseroan telah  berhasil  melewati situasi terburuk. Hal ini membuat pihaknya lebih optimistis dalam menatap proyeksi di masa yang  akan datang.&quot;Peningkatan pendapatan yang berhasil kami raih pada masa pandemi dan  PSBB menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan terhadap  layanan Bluebird, dimana kami senantiasa menjaga dan terus meningkatkan  layanan sebagai penyedia jasa transportasi yang aman, nyaman, dan  terpercaya,&quot; ujarnya.

Performa perseroan di kuartal III ini merupakan pembuktian bahwa  Perseroan berada dalam trajektori recovery yang solid, meskipun di  September Jakarta  sempat kembali memberlakukan PSBB ketat. Recovery  yang terjadi di kuartal III tahun ini membuktikan bahwa layanan Blue  Bird masih dibutuhkan dan sangat relevan dengan kebutuhan akan  transportasi yang aman, nyaman, dan higienis di masa pandemi ini.

Salah satu kunci keberhasilan recovery Perseroan adalah kemampuan  Blue Bird untuk memberikan layanan   yang mempraktekkan protokol  kesehatan yang ketat.   Perseroan juga menunjukkan langkah efisiensi   pengeluaran yang terjadi di seluruh lini Perseroan, dimana total Opex  pada kuartal III-2020 berada di angka Rp118 miliar, merupakan angka  terendah sejak kuartal I-2019.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih mencatat rugi bersih di kuartal III-2020. Hal ini karena dampak virus Corona atau Covid-19 yang menyerang operasional persero.

Mengutip keterbukaan informasi hingga september 2020, Blue Bird mencatat rugi bersih Rp157,95 miliar atau minus 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp229,76 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sahamnya Diakuisisi GoJek? Bluebird: Belum Final
Sepanjang Januari hingga September 2020, pendapatan bersih Blue Bird pun Rp1,55 triliun. Besaran tersebut turun 47,5% dari Rp2,96 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Walaupun begitu, selama kuartal III-2020 ini, Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 51% dibandingkan kuartal II-2020. Di mana, pendapatan bersih kuartal III-2020 naik 51% ke Rp401,55 miliar dibandingkan Rp265,86 miliar di kuartal II-2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Demo 22 Mei Ricuh, Blue Bird Pastikan Beroperasi 24 Jam
Kenaikan pendapatan Perseroan diiringi dengan cost management yang lebih baik terbukti dengan gross profit margin di kuartal III-2020 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal II sebesar minus 0,5%. EBITDA  Perseroan di kuartal III juga naik tajam dari sebelumnya Rp7,5 miliar di kuartal II-2020 menjadi Rp69,1 miliar di kuartal III-2020.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo mengatakan, dengan kinerja yang berhasil dicapai  pada kuartal III-2020 ini, perseroan telah  berhasil  melewati situasi terburuk. Hal ini membuat pihaknya lebih optimistis dalam menatap proyeksi di masa yang  akan datang.&quot;Peningkatan pendapatan yang berhasil kami raih pada masa pandemi dan  PSBB menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan terhadap  layanan Bluebird, dimana kami senantiasa menjaga dan terus meningkatkan  layanan sebagai penyedia jasa transportasi yang aman, nyaman, dan  terpercaya,&quot; ujarnya.

Performa perseroan di kuartal III ini merupakan pembuktian bahwa  Perseroan berada dalam trajektori recovery yang solid, meskipun di  September Jakarta  sempat kembali memberlakukan PSBB ketat. Recovery  yang terjadi di kuartal III tahun ini membuktikan bahwa layanan Blue  Bird masih dibutuhkan dan sangat relevan dengan kebutuhan akan  transportasi yang aman, nyaman, dan higienis di masa pandemi ini.

Salah satu kunci keberhasilan recovery Perseroan adalah kemampuan  Blue Bird untuk memberikan layanan   yang mempraktekkan protokol  kesehatan yang ketat.   Perseroan juga menunjukkan langkah efisiensi   pengeluaran yang terjadi di seluruh lini Perseroan, dimana total Opex  pada kuartal III-2020 berada di angka Rp118 miliar, merupakan angka  terendah sejak kuartal I-2019.</content:encoded></item></channel></rss>
