<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Resesi, Penyaluran Kredit Bank Minus Jadi Rp5.529 Triliun</title><description>Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan terkontraksi pada September 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun"/><item><title>Jelang Resesi, Penyaluran Kredit Bank Minus Jadi Rp5.529 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun-3xLgfGabTr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/320/2300145/jelang-resesi-penyaluran-kredit-bank-minus-jadi-rp5-529-triliun-3xLgfGabTr.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan terkontraksi pada September 2020. Penyaluran kredit pada September 2020 tercatat sebesar Rp5.529,4 triliun atau tumbuh negatif -0,4% (yoy), berbalik arah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (0,6%, yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat dari 0,7% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi tumbuh negatif -0,7% (yoy) pada September 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Makin Murah, Kini Suku Bunga Kredit Turun Jadi 9,85%
&quot;Demikian juga, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan, dari 1,0% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada bulan laporan,&quot; katanya di jakarta selasa.
Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).
KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri makanan khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan minyak kelapa sawit di Sumatera Utara dan Lampung.
Baca juga: Menteri Edhy: Kok Petambak Sulit Dapat Kredit dari Bank?
Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 3,4% (yoy) pada September 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy). Menurut Onny perlambatan tersebut terutama pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Listrik, gas, dan air bersih (LGA).
KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan melambat, dari 1,4% (yoy) menjadi 1,2% (yoy) pada September 2020, terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor perkebunan tebu di Sulawesi Tenggara dan Lampung. &quot;Sementara itu, KI sektor LGA pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -0,6% (yoy), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya (1,2%, yoy), khususnya pada subsektor ketenagalistrikan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan,&quot; jelas dia.
Adapun pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) pada September 2020 melambat, dari 1,1% (yoy) pada bulan Agustus 2020 menjadi 0,8% (yoy), disebabkan oleh perlambatan pada kredit KPR/KPA dan KKB.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan terkontraksi pada September 2020. Penyaluran kredit pada September 2020 tercatat sebesar Rp5.529,4 triliun atau tumbuh negatif -0,4% (yoy), berbalik arah bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (0,6%, yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan penurunan laju penyaluran kredit seiring dengan perlambatan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat dari 0,7% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi tumbuh negatif -0,7% (yoy) pada September 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Makin Murah, Kini Suku Bunga Kredit Turun Jadi 9,85%
&quot;Demikian juga, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan, dari 1,0% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada bulan laporan,&quot; katanya di jakarta selasa.
Berdasarkan jenis penggunaannya, perlambatan kredit dipengaruhi oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaannya. Kredit Modal Kerja (KMK) masih menunjukkan pertumbuhan negatif sebesar -3,1% (yoy) pada September 2020, terutama pada sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).
KMK sektor Industri Pengolahan pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -1,7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya (-1,3%, yoy). Penurunan tersebut terutama terjadi pada kredit industri makanan khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -5,5%(yoy), lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus 2020 sebesar -4,3% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan minyak kelapa sawit di Sumatera Utara dan Lampung.
Baca juga: Menteri Edhy: Kok Petambak Sulit Dapat Kredit dari Bank?
Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 3,4% (yoy) pada September 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy). Menurut Onny perlambatan tersebut terutama pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Listrik, gas, dan air bersih (LGA).
KI sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan melambat, dari 1,4% (yoy) menjadi 1,2% (yoy) pada September 2020, terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor perkebunan tebu di Sulawesi Tenggara dan Lampung. &quot;Sementara itu, KI sektor LGA pada September 2020 tumbuh negatif sebesar -0,6% (yoy), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya (1,2%, yoy), khususnya pada subsektor ketenagalistrikan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan,&quot; jelas dia.
Adapun pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) pada September 2020 melambat, dari 1,1% (yoy) pada bulan Agustus 2020 menjadi 0,8% (yoy), disebabkan oleh perlambatan pada kredit KPR/KPA dan KKB.</content:encoded></item></channel></rss>
