<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagi-Bagi Sertifikat Tanah, Jokowi: Jangan Dipakai Buat Beli Mobil</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sekitar 20.000 sertifikat dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil"/><item><title>Bagi-Bagi Sertifikat Tanah, Jokowi: Jangan Dipakai Buat Beli Mobil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil-XdHcp8PIHP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo Bagikan Sertifikat Tanah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/470/2300287/bagi-bagi-sertifikat-tanah-jokowi-jangan-dipakai-buat-beli-mobil-XdHcp8PIHP.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo Bagikan Sertifikat Tanah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sekitar 20.000 sertifikat dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara (Sumut). Pada saat pembagian itu, Jokowi mengatakan bahwa dengan adanya kepemilikan sertifikat hak atas tanah, masyarakat dapat memperoleh akses pinjaman ke bank.
&amp;ldquo;Ini bisa disekolahkan ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja, usaha. Bisa dipakai ini.Kalau tanahnya luas, bisa mungkin mendapatkan pinjaman ratusan juta, bisa. Kalau tanahnya agak kecil bisa puluhan juta. Tapi dengan sertifikat ini bisa mengakses permodalan ke perbankan,&amp;rdquo; katanya di Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Asing Boleh Beli Rusun di RI? Ini Penjelasan Menteri ATR
Namun dia mengingatkan jika sudah memperoleh pinjaman dari bank sudah seharusnya digunakan untuk hal-hal yang produktif.
&amp;ldquo;Tapi kalau sudah dapat modal dari bank saya titip hati-hati. Dihitung, digunakan yang baik. Jangan dipakai untuk beli mobil, jangan dipakai untuk beli sepeda motor. Gunakan semuanya untuk modal usaha, modal investasi,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Bank Tanah, Sofyan Djalil Jamin Tak Ada Lagi Mafia
Apalagi menurutnya tidak mudah untuk memiliki sertifikat hak atas tanah. Sehingga dia meminta agar masyarakat benar-benar berhati-hati dalam penggunaannya.
&amp;ldquo;Sekali lagi selamat atas diterimanya sertifikat ini oleh bapak ibu sekalian. Simpan baik-baik. Gunakan untuk keperluan-keperluan yang memang produktif,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/5Tnlf0LROV4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sekitar 20.000 sertifikat dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara (Sumut). Pada saat pembagian itu, Jokowi mengatakan bahwa dengan adanya kepemilikan sertifikat hak atas tanah, masyarakat dapat memperoleh akses pinjaman ke bank.
&amp;ldquo;Ini bisa disekolahkan ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja, usaha. Bisa dipakai ini.Kalau tanahnya luas, bisa mungkin mendapatkan pinjaman ratusan juta, bisa. Kalau tanahnya agak kecil bisa puluhan juta. Tapi dengan sertifikat ini bisa mengakses permodalan ke perbankan,&amp;rdquo; katanya di Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Asing Boleh Beli Rusun di RI? Ini Penjelasan Menteri ATR
Namun dia mengingatkan jika sudah memperoleh pinjaman dari bank sudah seharusnya digunakan untuk hal-hal yang produktif.
&amp;ldquo;Tapi kalau sudah dapat modal dari bank saya titip hati-hati. Dihitung, digunakan yang baik. Jangan dipakai untuk beli mobil, jangan dipakai untuk beli sepeda motor. Gunakan semuanya untuk modal usaha, modal investasi,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Bank Tanah, Sofyan Djalil Jamin Tak Ada Lagi Mafia
Apalagi menurutnya tidak mudah untuk memiliki sertifikat hak atas tanah. Sehingga dia meminta agar masyarakat benar-benar berhati-hati dalam penggunaannya.
&amp;ldquo;Sekali lagi selamat atas diterimanya sertifikat ini oleh bapak ibu sekalian. Simpan baik-baik. Gunakan untuk keperluan-keperluan yang memang produktif,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/5Tnlf0LROV4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
