<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Meningkat, 3M Perbanyak Produksi Masker N95</title><description>Kasus Covid-19 di dunia masih mengalami peningkatan setiap harinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95"/><item><title>Kasus Covid-19 Meningkat, 3M Perbanyak Produksi Masker N95</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2020 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95-260n4sZRXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker N95 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300705/kasus-covid-19-meningkat-3m-perbanyak-produksi-masker-n95-260n4sZRXD.jpg</image><title>Masker N95 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kasus Covid-19 di dunia masih mengalami peningkatan setiap harinya. Melihat fenomena itu, perusahaan pembuat masker, 3M menyatakan akan memproduksi produk kesehatan itu lebih banyak.

&amp;ldquo;Kami meningkatkan kapasitas. Kami membuat lebih banyak respirator N95 daripada sebelumnya, dan kami akan terus menambahkan beberapa kapasitas saat kami memasuki akhir tahun, hingga tahun depan, &quot; kata Chairman and CEO 3M Mike Roman seperti dilansir dari CNBC, Rabu (28/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Uji Vaksin Covid-19 Harus Lewati Standar Keamanan WHO
Dia menjelaskan masker yang diproduksi perusahaannya memiliki kualitas tinggi untuk melindungi tenaga medis dari infeksi virus corona. Dirinnya menargetkan untuk memproduksi masker N95 sebanyak 2 miliar hingga akhir tahun nanti.

Meski begitu, jumlah sebanyak itu masih belum mencukupi, sehingga kekurangan alat pelindung diri kerap dialami para petugas medis. Hal ini seperti dirasakan di Amerika Serikat karena pasien rawat inap di 36 negara bagian mengalami peningkatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Siapkan Road Map dan Master Plan Penggunaan Vaksin Covid-19
Pakar kesehatan masyarakat telah menekankan pentingnya orang yang memakai penutup wajah untuk memperlambat penularan virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan masyarakat umum tidak boleh memakai N95 untuk mencadangkan pasokan untuk petugas kesehatan.Pada bulan Maret, ketika wabah Covid-19 di AS memburuk, beberapa  pengecer dikritik karena memiliki masker N95 di rak mereka. Roman  mengakui ada permintaan konsumen yang kuat untuk masker respirator  karena reputasinya yang sangat efektif.

&amp;ldquo;3M terus mengarahkan pasokan barunya ke pekerja rumah sakit dan  profesional medis lainnya. Perusahaan juga bekerja sama dengan  Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk memastikan kami fokus  pada hot spot,&quot; kata Roman.

Dia meyakini perusahaannya telah melakukan upaya yang luar biasa untuk menangani pandemi ini.

&amp;ldquo;Kami sekarang telah menindaklanjutinya, dan kami telah menambahkan  kapasitas untuk melangkah ke dalam apa yang kami lihat sebagai potensi  gelombang kedua kasus Covid. Dan kami menindaklanjuti komitmen untuk  membawa lebih dari 200 juta respirator dari produksi luar negeri ke AS  karena permintaan di sini, jadi kami telah menemukan cara untuk  bereaksi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kasus Covid-19 di dunia masih mengalami peningkatan setiap harinya. Melihat fenomena itu, perusahaan pembuat masker, 3M menyatakan akan memproduksi produk kesehatan itu lebih banyak.

&amp;ldquo;Kami meningkatkan kapasitas. Kami membuat lebih banyak respirator N95 daripada sebelumnya, dan kami akan terus menambahkan beberapa kapasitas saat kami memasuki akhir tahun, hingga tahun depan, &quot; kata Chairman and CEO 3M Mike Roman seperti dilansir dari CNBC, Rabu (28/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Uji Vaksin Covid-19 Harus Lewati Standar Keamanan WHO
Dia menjelaskan masker yang diproduksi perusahaannya memiliki kualitas tinggi untuk melindungi tenaga medis dari infeksi virus corona. Dirinnya menargetkan untuk memproduksi masker N95 sebanyak 2 miliar hingga akhir tahun nanti.

Meski begitu, jumlah sebanyak itu masih belum mencukupi, sehingga kekurangan alat pelindung diri kerap dialami para petugas medis. Hal ini seperti dirasakan di Amerika Serikat karena pasien rawat inap di 36 negara bagian mengalami peningkatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Siapkan Road Map dan Master Plan Penggunaan Vaksin Covid-19
Pakar kesehatan masyarakat telah menekankan pentingnya orang yang memakai penutup wajah untuk memperlambat penularan virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan masyarakat umum tidak boleh memakai N95 untuk mencadangkan pasokan untuk petugas kesehatan.Pada bulan Maret, ketika wabah Covid-19 di AS memburuk, beberapa  pengecer dikritik karena memiliki masker N95 di rak mereka. Roman  mengakui ada permintaan konsumen yang kuat untuk masker respirator  karena reputasinya yang sangat efektif.

&amp;ldquo;3M terus mengarahkan pasokan barunya ke pekerja rumah sakit dan  profesional medis lainnya. Perusahaan juga bekerja sama dengan  Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk memastikan kami fokus  pada hot spot,&quot; kata Roman.

Dia meyakini perusahaannya telah melakukan upaya yang luar biasa untuk menangani pandemi ini.

&amp;ldquo;Kami sekarang telah menindaklanjutinya, dan kami telah menambahkan  kapasitas untuk melangkah ke dalam apa yang kami lihat sebagai potensi  gelombang kedua kasus Covid. Dan kami menindaklanjuti komitmen untuk  membawa lebih dari 200 juta respirator dari produksi luar negeri ke AS  karena permintaan di sini, jadi kami telah menemukan cara untuk  bereaksi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
