<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meninggal Dunia, Tan Siok Tjien Punya Harta Rp88 Triliun dari Bisnis Gudang Garam</title><description>Kabar duka cita datang dari tanah air, istri pendiri PT Gudang Garam Tbk, Tan Siok Tjien meninggal dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam"/><item><title>Meninggal Dunia, Tan Siok Tjien Punya Harta Rp88 Triliun dari Bisnis Gudang Garam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2020 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam-ueVOQAGmXK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300839/meninggal-dunia-tan-siok-tjien-punya-harta-rp88-triliun-dari-bisnis-gudang-garam-ueVOQAGmXK.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kabar duka cita datang dari tanah air, istri pendiri PT Gudang Garam Tbk, Tan Siok Tjien meninggal dunia. Dirinya wafat pada minggu 25 Agustus 2020.

Dari keterangan resmi keluarga Wonowidjojo, almarhumah dijelaskan menutup usianya pada Minggu 25 Oktober di Kediri, Jawa Timur. Keluarga pun telah melakukan pemakaman pada Selasa 27 Oktober lalu di kompleks makam keluarga yang berada di pabrik Gudang Garam.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Istri Pendiri Gudang Garam Meninggal Dunia
Dirinya pun termasuk orang yang mempunyai harta yang berlimpah. Mengutip Bloomberg, Jakarta, Rabu (28/10/2020), Tan menguasai Gudang Garam, produsen rokok dengan sekitar seperempat pasar tembakau Indonesia. Didirikan oleh mendiang suaminya, Surya Wonowidjojo, perusahaan asal Kediri yang berbasis di Indonesia ini memproduksi rokok kretek, yang dikenal sebagai rokok kretek.

Perusahaannya telah mempekerjakan sekitar 32.000 pekerja. Di mana, pada 2019 melaporkan pendapatan sebesar USD7,8 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Bandara Kediri, Gudang Garam Kucurkan Rp9 Triliun
Tan menjadi orang terkaya nomor 364 berdasarkan Bloomberg Billionaire Index. Dirinya mempunyai kekayaan USD6,01 miliar atau Rp88 triliun (kurs Rp14.625 per USD)Seperti diketahui, Gudang Garam didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa  Jien Hwie atau Surya Wonowidjoyo. Sebelum mendirikan perusahaan ini, di  saat berumur sekitar dua puluh tahun, Tjoa Jien Hwie mendapat tawaran  bekerja dari pamannya di pabrik rokok NV Tjap 93 yang merupakan salah  satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu. Berkat kerja  keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki  posisi direktur di perusahaan tersebut.

Pada tahun 1956 Tjoa Jien Hwie meninggalkan Cap 93. Dia memilih  lokasi di jalan Semampir II/l, Kediri, di atas tanah seluas &amp;plusmn;1000 m&amp;sup2;  milik Bapak Muradioso yang kemudian dibeli perusahaan, dan selanjutnya  disebut Unit I ini, ia memulai industri rumah tangga memproduksi rokok  sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie.  Setelah dua tahun berjalan Inghwie mengganti nama perusahaannya menjadi  Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam.

PT Gudang Garam Tbk tidak mendistribusikan secara langsung melainkan  melalui PT Surya Madistrindo lalu kepada pedagang eceran kemudian baru  ke konsumen.

Pada 4 Agustus 2017, Japan Tobacco International (Japan Tobacco  Inc.), membeli 100% saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika  Nusantara, anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk.[4] Sekarang, kedua  perusahaan ini terpisah dari Gudang Garam.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar duka cita datang dari tanah air, istri pendiri PT Gudang Garam Tbk, Tan Siok Tjien meninggal dunia. Dirinya wafat pada minggu 25 Agustus 2020.

Dari keterangan resmi keluarga Wonowidjojo, almarhumah dijelaskan menutup usianya pada Minggu 25 Oktober di Kediri, Jawa Timur. Keluarga pun telah melakukan pemakaman pada Selasa 27 Oktober lalu di kompleks makam keluarga yang berada di pabrik Gudang Garam.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Istri Pendiri Gudang Garam Meninggal Dunia
Dirinya pun termasuk orang yang mempunyai harta yang berlimpah. Mengutip Bloomberg, Jakarta, Rabu (28/10/2020), Tan menguasai Gudang Garam, produsen rokok dengan sekitar seperempat pasar tembakau Indonesia. Didirikan oleh mendiang suaminya, Surya Wonowidjojo, perusahaan asal Kediri yang berbasis di Indonesia ini memproduksi rokok kretek, yang dikenal sebagai rokok kretek.

Perusahaannya telah mempekerjakan sekitar 32.000 pekerja. Di mana, pada 2019 melaporkan pendapatan sebesar USD7,8 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Bandara Kediri, Gudang Garam Kucurkan Rp9 Triliun
Tan menjadi orang terkaya nomor 364 berdasarkan Bloomberg Billionaire Index. Dirinya mempunyai kekayaan USD6,01 miliar atau Rp88 triliun (kurs Rp14.625 per USD)Seperti diketahui, Gudang Garam didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa  Jien Hwie atau Surya Wonowidjoyo. Sebelum mendirikan perusahaan ini, di  saat berumur sekitar dua puluh tahun, Tjoa Jien Hwie mendapat tawaran  bekerja dari pamannya di pabrik rokok NV Tjap 93 yang merupakan salah  satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu. Berkat kerja  keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki  posisi direktur di perusahaan tersebut.

Pada tahun 1956 Tjoa Jien Hwie meninggalkan Cap 93. Dia memilih  lokasi di jalan Semampir II/l, Kediri, di atas tanah seluas &amp;plusmn;1000 m&amp;sup2;  milik Bapak Muradioso yang kemudian dibeli perusahaan, dan selanjutnya  disebut Unit I ini, ia memulai industri rumah tangga memproduksi rokok  sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie.  Setelah dua tahun berjalan Inghwie mengganti nama perusahaannya menjadi  Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam.

PT Gudang Garam Tbk tidak mendistribusikan secara langsung melainkan  melalui PT Surya Madistrindo lalu kepada pedagang eceran kemudian baru  ke konsumen.

Pada 4 Agustus 2017, Japan Tobacco International (Japan Tobacco  Inc.), membeli 100% saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika  Nusantara, anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk.[4] Sekarang, kedua  perusahaan ini terpisah dari Gudang Garam.</content:encoded></item></channel></rss>
