<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar, Jokowi: Tangkap Peluang Ini</title><description>Ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya diminati oleh negara mayoritas penduduk Muslim, tapi juga negara lain seperti Jepang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-besar-jokowi-tangkap-peluang-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-besar-jokowi-tangkap-peluang-ini"/><item><title>Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar, Jokowi: Tangkap Peluang Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-besar-jokowi-tangkap-peluang-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-besar-jokowi-tangkap-peluang-ini</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2020 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-beaar-jokowi-tangkap-peluang-ini-cESTllQslc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/28/320/2300887/potensi-ekonomi-syariah-sangat-beaar-jokowi-tangkap-peluang-ini-cESTllQslc.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia harus bisa menangkap potensi besar pada ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu dia sampaikan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020.
Menurut dia, ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya diminati oleh negara mayoritas penduduk Muslim, tapi juga negara lain seperti Jepang, Thailand hingga Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Industri Keuangan Syariah adalah Raksasa yang Sedang Tidur
&quot;Jadi Indonesia dengan jumlah penduduk di dunia, harus menangkap peluang ini. Sekali lagi, harus menangkap peluang ini,&quot; kata dia, Rabu (28/10/2020).
Dia menjelaskan, akselerasi percepatan pengembangan ekonomi syariah Nsebagai bagian dari transformasi menuju indonesia maju. Dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buka ISEF 2020, Jokowi: Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi yang Sangat Besar
Kemudian, lanjut dia lemerintah juga telah memiliki KNEKS untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi keuangan syariah dengan strategi besar.
&quot;Salah satunya dengan melakukan penguatan halal value chain UMKM dan penguatan ekon digital,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia harus bisa menangkap potensi besar pada ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu dia sampaikan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020.
Menurut dia, ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya diminati oleh negara mayoritas penduduk Muslim, tapi juga negara lain seperti Jepang, Thailand hingga Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi: Industri Keuangan Syariah adalah Raksasa yang Sedang Tidur
&quot;Jadi Indonesia dengan jumlah penduduk di dunia, harus menangkap peluang ini. Sekali lagi, harus menangkap peluang ini,&quot; kata dia, Rabu (28/10/2020).
Dia menjelaskan, akselerasi percepatan pengembangan ekonomi syariah Nsebagai bagian dari transformasi menuju indonesia maju. Dan upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buka ISEF 2020, Jokowi: Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi yang Sangat Besar
Kemudian, lanjut dia lemerintah juga telah memiliki KNEKS untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi keuangan syariah dengan strategi besar.
&quot;Salah satunya dengan melakukan penguatan halal value chain UMKM dan penguatan ekon digital,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
