<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Korea Selatan hingga China Ingin Jadi Negara Ramah Muslim di Dunia</title><description>Peranan sektor keuangan Islam saat ini mulai banyak dilirik negara-negara non-muslim seperti Korea Selatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia"/><item><title>BI: Korea Selatan hingga China Ingin Jadi Negara Ramah Muslim di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2020 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia-QnFVqHPWYl.png" expression="full" type="image/jpeg">Bank Syariah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/29/320/2301293/bi-korea-selatan-hingga-china-ingin-jadi-negara-ramah-muslim-di-dunia-QnFVqHPWYl.png</image><title>Bank Syariah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan peranan sektor keuangan Islam saat ini mulai banyak dilirik negara-negara non-muslim seperti Korea Selatan, China, dan Thailand. Bahkan negera tersebut mulai membranding dirinya sebagai negara ramah muslim dunia.
Tercatat berdasarkan State of Global Islamic Economic Report 2019-2020, belanja konsumsi ekonomi Islam global di berbagai sektor diperkirakan mencapai lebih dari USD3 triliun pada tahun 2024 atau meningkat 45% dari USD2,2 triliun pada tahun 2018.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakin Sektor Keuangan Syariah Jadi Stimulus Indonesia Maju
&quot;Maka itu, dengan potensi yang begitu besar, banyak negara yang mengalihkan fokusnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam. Meskipun bukan negara mayoritas Muslim,&quot; ujar dia dalam rangkain acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020, Kamis (29/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar, Jokowi: Tangkap Peluang Ini
Menurut dia, negara-negara tersebut mulai mengembangkan Islam value chain dengan menawarkan sejumlah program seperti media dan rekreasi Islami, pariwisata Islami atau Muslim-Friendly tourism, apotek dan kosmetik halal, keuangan sosial dan komersial Islam, dan seterusnya.
&quot;Jadi negara mayoritas non-Muslim lainnya seperti China telah menghasilkan sejumlah besar item fashion Muslim.  Dan mereka menjualnya melalui platform digital. Maka itu, negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tidak boleh ketinggalan,&quot; tandas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan peranan sektor keuangan Islam saat ini mulai banyak dilirik negara-negara non-muslim seperti Korea Selatan, China, dan Thailand. Bahkan negera tersebut mulai membranding dirinya sebagai negara ramah muslim dunia.
Tercatat berdasarkan State of Global Islamic Economic Report 2019-2020, belanja konsumsi ekonomi Islam global di berbagai sektor diperkirakan mencapai lebih dari USD3 triliun pada tahun 2024 atau meningkat 45% dari USD2,2 triliun pada tahun 2018.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Yakin Sektor Keuangan Syariah Jadi Stimulus Indonesia Maju
&quot;Maka itu, dengan potensi yang begitu besar, banyak negara yang mengalihkan fokusnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam. Meskipun bukan negara mayoritas Muslim,&quot; ujar dia dalam rangkain acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020, Kamis (29/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar, Jokowi: Tangkap Peluang Ini
Menurut dia, negara-negara tersebut mulai mengembangkan Islam value chain dengan menawarkan sejumlah program seperti media dan rekreasi Islami, pariwisata Islami atau Muslim-Friendly tourism, apotek dan kosmetik halal, keuangan sosial dan komersial Islam, dan seterusnya.
&quot;Jadi negara mayoritas non-Muslim lainnya seperti China telah menghasilkan sejumlah besar item fashion Muslim.  Dan mereka menjualnya melalui platform digital. Maka itu, negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tidak boleh ketinggalan,&quot; tandas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xNC82Ny8xMjMzNzQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
