<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warning! Indonesia Dikit Lagi Resesi, Pasar Modal Butuh Bantuan</title><description>Hanya tinggal menunggu hari Indonesia bisanya dinyatakan resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan"/><item><title>Warning! Indonesia Dikit Lagi Resesi, Pasar Modal Butuh Bantuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2020 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan-4iiBXT0ASU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/30/278/2301597/warning-indonesia-dikit-lagi-resesi-pasar-modal-butuh-bantuan-4iiBXT0ASU.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hanya tinggal menunggu hari Indonesia bisanya dinyatakan resesi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksi minus 2,9% pada kuartal ketiga.
Director Business &amp;amp; Strategy PT BNI Sekuritas Arianto menjelaskan dampak resesi ini akan sangat terasa pada kalangan menengah dan bawah. Termasuk pasar modal yang juga butuh bantuan pemerintah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Emiten Rokok 'Ngebul' di Tengah Corona karena Banyak Orang Stres&amp;nbsp;
&quot;Tetap hati-hati memilih perusahaan yang terdampak Covid-19, pasar modal pun juga butuh bantuan dari pemerintah dalam memulihkan kepercayaan investor,&quot; ujar Arianto di Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Dia meminta agar investor tidak punya waktu banyak memantau portofolio, bisa memilih reksadana pendapatan tetap yang portofolionya adalah obligasi dan surat berharga negara. Akan tetapi, kembali lagi perlu melihat dulu portofolionya yang tertera dalam fund fact sheet reksadana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Masyarakat ekonomi bawah mungkin sudah tidak bisa membedakan resesi dengan sebelumnya karena hidup mereka sudah sulit. Harus ada langkah konkrit agar pasar modal jangan mendapatkan sentimen negatif,&quot; bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, resesi hanya sebagai gambaran bahwa ekonomi suatu negara minus secara dua kuartal berturut-turut. Oleh karenanya, resesi tidak menggambarkan kondisi pasar modal secara keseluruhan.
&quot;Pasar saham berpengaruh jika ekspektasi investor menurun,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hanya tinggal menunggu hari Indonesia bisanya dinyatakan resesi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksi minus 2,9% pada kuartal ketiga.
Director Business &amp;amp; Strategy PT BNI Sekuritas Arianto menjelaskan dampak resesi ini akan sangat terasa pada kalangan menengah dan bawah. Termasuk pasar modal yang juga butuh bantuan pemerintah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Emiten Rokok 'Ngebul' di Tengah Corona karena Banyak Orang Stres&amp;nbsp;
&quot;Tetap hati-hati memilih perusahaan yang terdampak Covid-19, pasar modal pun juga butuh bantuan dari pemerintah dalam memulihkan kepercayaan investor,&quot; ujar Arianto di Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Dia meminta agar investor tidak punya waktu banyak memantau portofolio, bisa memilih reksadana pendapatan tetap yang portofolionya adalah obligasi dan surat berharga negara. Akan tetapi, kembali lagi perlu melihat dulu portofolionya yang tertera dalam fund fact sheet reksadana.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Masyarakat ekonomi bawah mungkin sudah tidak bisa membedakan resesi dengan sebelumnya karena hidup mereka sudah sulit. Harus ada langkah konkrit agar pasar modal jangan mendapatkan sentimen negatif,&quot; bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, resesi hanya sebagai gambaran bahwa ekonomi suatu negara minus secara dua kuartal berturut-turut. Oleh karenanya, resesi tidak menggambarkan kondisi pasar modal secara keseluruhan.
&quot;Pasar saham berpengaruh jika ekspektasi investor menurun,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
