<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditunggu Banyak Investor, Kawasan Industri Batang Dikebut</title><description>Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase 1 seluas 450 Hektare (Ha) terus dikebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut"/><item><title>Ditunggu Banyak Investor, Kawasan Industri Batang Dikebut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut</guid><pubDate>Sabtu 31 Oktober 2020 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut-gWDmwHY1s6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/31/320/2301918/ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut-gWDmwHY1s6.jpg</image><title>Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase 1 seluas 450 Hektare (Ha) terus dikebut. Mengingat kehadiran KIT di Batang ini sudah banyak ditunggu oleh calon investor.
Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad  mengatakan, KIT Batang menjadi salah satu program pemerintah untuk mendorong penguatan di sektor Industri di Indonesia. Sehingga ekonomi Indonesia juga bisa meningkat seiring dengan geliat industri.
&amp;ldquo;KIT Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia. Oleh sebab itu, perseroan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis,  Sabtu (31/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;27 Kawasan Industri Disiapkan Tampung Duit Investor Asing&amp;nbsp;
Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan mitra lainnya akan terus mendorong agar penyelesaian kawasan Industri ini bisa tepat waktu. Sehingga manfaat dari pembangunan ini bisa terasa bagi perekonomian negara.
&amp;ldquo;Perseroan optimistis pembangunan Fase I ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemerintah,&amp;rdquo; ucapnya.
Wajar saja kawasan Industri di Batang ini banyak ditunggu investor. Mengingat, dalam pembangunan KIT Batang tahap 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, seperti Akses Sementara Kawasan, Simpang Susun Tol KM 371+800, Jalan Sekunder sepanjang 11,4 km, Jalan Utama sepanjang 5,2 km, Marketing Gallery, Perluasan Stasiun dan Dryport, Jaringan Listrik, Supplai Air Baku, Rumah Susun Sederhana Sewa, dan IPAL Sampah.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/37E9Oc4d14o&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Saat ini, pembangunan KIT ini sendiri tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara. Selain itu, perizinan dam pembangunan marketing galeri juga tengah dipercepat.
&amp;ldquo;Adapun progres pekerjaan lapangan yang tengah dilakukan oleh PTPP, antara lain: pembangunan Jalan Akses Sementara telah mencapai progres sebesar 90%, Clearing &amp;amp; Grubbing Zona 1 dengan progres sebesar 44,8%, Cut &amp;amp; Fill Zona 1 dengan progres sebesar 1,32%, dan marketing gallery dengan progres sebesar 65%,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi  Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas  4.300 hektar. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri  utara pulau Jawa ini didasarkan pada konsep The Smart &amp;amp; Sustainable  Industrial Estate untuk merespons revolusi industry 4.0 di Indonesia  maupun global.
KIT Batang ini dilayani oleh lima jaringan infrastruktur utama yang  memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang  menghubungkan pusat-pusat industri di sepanjang Pulau Jawa, terjangkau  oleh 4 pelabuhan besar, tiga pelabuhan barang, 1 bandara internasional,  akses Jalan Tol Trans Jawa, dan akses Jalan Nasional Rute 1 Pantura.  Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal  untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan.
KIT Batang memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi  3 Klaster. Adapun  Klaster 1 merupakan klaster yang akan dikembangkan  pada Fase 1, khususnya pada lahan seluas 450 hektare.
Dari total luasan lahan sebesar 4.300 hektare tersebut akan digunakan  untuk rencana guna lahan sebesar 38,20% sebagai area industri dimana  37,45% sebagai gross non-saleable area dan 62,55% akan digunakan sebagai  gross saleable area.
Adapun rincian pembagian 3 klaster tersebut, yaituKlaster 1 seluas  3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate &amp;amp;  Industrial Township (&amp;ldquo;Distrik Kreasi&amp;rdquo;), Klaster 2 seluas 800 hektare  akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi &amp;amp; Township (&amp;ldquo;Distrik  Inovasi&amp;rdquo;), dan Klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk  pengembangan Pusat Rekreasi &amp;amp; Township (&amp;ldquo;Distrik Rekreasi&amp;rdquo;).
Adapun pengembangan lahan Fase 1 seluas 450 haktare ini masuk ke dalam rencana pengembangan Klaster 1, yaitu Distrik Kreasi.
Dalam Klaster 1 &amp;ndash; Distrik Kreasi, tata guna lahan yang akan  dikembangkan untuk area industri sebesar 49,17% dimana untuk gross  non-saleable area sebesar 66,40% dan gross saleable area sebesar 33,60%.  Dalam pengembangan Distrik Kreasi ini akan menciptakan lapangan  pekerjaan untuk 205.664 pekerja.Sedangkan untuk Klaster 2 &amp;ndash; Distrik Inovasi, tata guna yang akan   digunakan untuk gross non- saleable area sebesar 57,36% dan gross   saleable area sebesar 42,64% dengan menciptakan lapangan kerja untuk   49.254 pekerja. Sedangkan untuk Klaster 3 Distrik Rekreasi, tata guna   yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12% dan   gross saleable area sebesar 70,88% dengan menciptakan lapangan kerja   56.392 pekerja.
Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare tersebut   Secara umum, kawasan ini direncanakan menjadi kawasan industri terpadu   yang didukung oleh beragam fungsi pendukung. Tata guna lahan industri   mendominasi kawasan memiliki rasio sebesar 61.7% dan terdiri dari   lot-lot industri 57.8%, dan logistic park 3.9%yang berada di dekat   dryport dan stasiun, Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap   ini memiliki area total 33.6 ha, yaitu sekitar 7.4%.
Selain itu, terdapat beberapa area komersial sebesar 1.9% yang   terdiri dari pusat kegiatan kabupaten, kantor pengelola, dan retail.   Fungsi pendukung lain seperti asrama, politeknik, sentra pelayanan dan   utilitas berada tersentralisasi di area tenggara kawasan.
KIT Batang didapuk akan didukung oleh infrastruktur dan utilitas yang   memadai, seperti: pengadaan air baku dan air bersih, tempat  penampungan  limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur  sistem  telekomunikasi, drainase, jaringan gas, dsb.
Selain sederatan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan   tersebut, KIT Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi, antara lain:   terletak di sisi utara Tol Trans Jawa di mana dapat mempermudah akses ke   Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry   Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa, terdapatnya PLTU   Batang 2x1.000 MW &amp;amp; PLTS 50 MW dengan lokasi alternatif di area   Batang, serta kedepannya akan dibuat Transit Oriented Department oleh   Pemerintah Kabupaten Batang.
Selain itu, KIT Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat   ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang. Kawasan   tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 50 ( kilometer dari Bandara   Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas dengan waktu   tempuh selama 50 menit.
Dalam pembangunan kawasan industri ini, perusahaan konstruksi milik   negara ini melakukan sinergi dengan lembaga pemerintahan lainnyaz   Sebelumnya, PTPP bersama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma   (Persero) (KIW)dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (PTPN IX) terus   mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang   Fase 1 seluas 450 hektare.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase 1 seluas 450 Hektare (Ha) terus dikebut. Mengingat kehadiran KIT di Batang ini sudah banyak ditunggu oleh calon investor.
Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad  mengatakan, KIT Batang menjadi salah satu program pemerintah untuk mendorong penguatan di sektor Industri di Indonesia. Sehingga ekonomi Indonesia juga bisa meningkat seiring dengan geliat industri.
&amp;ldquo;KIT Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia. Oleh sebab itu, perseroan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya melalui keterangan tertulis,  Sabtu (31/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;27 Kawasan Industri Disiapkan Tampung Duit Investor Asing&amp;nbsp;
Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan mitra lainnya akan terus mendorong agar penyelesaian kawasan Industri ini bisa tepat waktu. Sehingga manfaat dari pembangunan ini bisa terasa bagi perekonomian negara.
&amp;ldquo;Perseroan optimistis pembangunan Fase I ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemerintah,&amp;rdquo; ucapnya.
Wajar saja kawasan Industri di Batang ini banyak ditunggu investor. Mengingat, dalam pembangunan KIT Batang tahap 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, seperti Akses Sementara Kawasan, Simpang Susun Tol KM 371+800, Jalan Sekunder sepanjang 11,4 km, Jalan Utama sepanjang 5,2 km, Marketing Gallery, Perluasan Stasiun dan Dryport, Jaringan Listrik, Supplai Air Baku, Rumah Susun Sederhana Sewa, dan IPAL Sampah.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/37E9Oc4d14o&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Saat ini, pembangunan KIT ini sendiri tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara. Selain itu, perizinan dam pembangunan marketing galeri juga tengah dipercepat.
&amp;ldquo;Adapun progres pekerjaan lapangan yang tengah dilakukan oleh PTPP, antara lain: pembangunan Jalan Akses Sementara telah mencapai progres sebesar 90%, Clearing &amp;amp; Grubbing Zona 1 dengan progres sebesar 44,8%, Cut &amp;amp; Fill Zona 1 dengan progres sebesar 1,32%, dan marketing gallery dengan progres sebesar 65%,&amp;rdquo; jelasnya.Sebagai informasi, KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi  Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas  4.300 hektar. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri  utara pulau Jawa ini didasarkan pada konsep The Smart &amp;amp; Sustainable  Industrial Estate untuk merespons revolusi industry 4.0 di Indonesia  maupun global.
KIT Batang ini dilayani oleh lima jaringan infrastruktur utama yang  memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang  menghubungkan pusat-pusat industri di sepanjang Pulau Jawa, terjangkau  oleh 4 pelabuhan besar, tiga pelabuhan barang, 1 bandara internasional,  akses Jalan Tol Trans Jawa, dan akses Jalan Nasional Rute 1 Pantura.  Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal  untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan.
KIT Batang memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi  3 Klaster. Adapun  Klaster 1 merupakan klaster yang akan dikembangkan  pada Fase 1, khususnya pada lahan seluas 450 hektare.
Dari total luasan lahan sebesar 4.300 hektare tersebut akan digunakan  untuk rencana guna lahan sebesar 38,20% sebagai area industri dimana  37,45% sebagai gross non-saleable area dan 62,55% akan digunakan sebagai  gross saleable area.
Adapun rincian pembagian 3 klaster tersebut, yaituKlaster 1 seluas  3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate &amp;amp;  Industrial Township (&amp;ldquo;Distrik Kreasi&amp;rdquo;), Klaster 2 seluas 800 hektare  akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi &amp;amp; Township (&amp;ldquo;Distrik  Inovasi&amp;rdquo;), dan Klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk  pengembangan Pusat Rekreasi &amp;amp; Township (&amp;ldquo;Distrik Rekreasi&amp;rdquo;).
Adapun pengembangan lahan Fase 1 seluas 450 haktare ini masuk ke dalam rencana pengembangan Klaster 1, yaitu Distrik Kreasi.
Dalam Klaster 1 &amp;ndash; Distrik Kreasi, tata guna lahan yang akan  dikembangkan untuk area industri sebesar 49,17% dimana untuk gross  non-saleable area sebesar 66,40% dan gross saleable area sebesar 33,60%.  Dalam pengembangan Distrik Kreasi ini akan menciptakan lapangan  pekerjaan untuk 205.664 pekerja.Sedangkan untuk Klaster 2 &amp;ndash; Distrik Inovasi, tata guna yang akan   digunakan untuk gross non- saleable area sebesar 57,36% dan gross   saleable area sebesar 42,64% dengan menciptakan lapangan kerja untuk   49.254 pekerja. Sedangkan untuk Klaster 3 Distrik Rekreasi, tata guna   yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12% dan   gross saleable area sebesar 70,88% dengan menciptakan lapangan kerja   56.392 pekerja.
Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare tersebut   Secara umum, kawasan ini direncanakan menjadi kawasan industri terpadu   yang didukung oleh beragam fungsi pendukung. Tata guna lahan industri   mendominasi kawasan memiliki rasio sebesar 61.7% dan terdiri dari   lot-lot industri 57.8%, dan logistic park 3.9%yang berada di dekat   dryport dan stasiun, Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap   ini memiliki area total 33.6 ha, yaitu sekitar 7.4%.
Selain itu, terdapat beberapa area komersial sebesar 1.9% yang   terdiri dari pusat kegiatan kabupaten, kantor pengelola, dan retail.   Fungsi pendukung lain seperti asrama, politeknik, sentra pelayanan dan   utilitas berada tersentralisasi di area tenggara kawasan.
KIT Batang didapuk akan didukung oleh infrastruktur dan utilitas yang   memadai, seperti: pengadaan air baku dan air bersih, tempat  penampungan  limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur  sistem  telekomunikasi, drainase, jaringan gas, dsb.
Selain sederatan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan   tersebut, KIT Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi, antara lain:   terletak di sisi utara Tol Trans Jawa di mana dapat mempermudah akses ke   Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry   Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa, terdapatnya PLTU   Batang 2x1.000 MW &amp;amp; PLTS 50 MW dengan lokasi alternatif di area   Batang, serta kedepannya akan dibuat Transit Oriented Department oleh   Pemerintah Kabupaten Batang.
Selain itu, KIT Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat   ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang. Kawasan   tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 50 ( kilometer dari Bandara   Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas dengan waktu   tempuh selama 50 menit.
Dalam pembangunan kawasan industri ini, perusahaan konstruksi milik   negara ini melakukan sinergi dengan lembaga pemerintahan lainnyaz   Sebelumnya, PTPP bersama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma   (Persero) (KIW)dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (PTPN IX) terus   mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang   Fase 1 seluas 450 hektare.</content:encoded></item></channel></rss>
