<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Mengejutkan Garuda Indonesia Pecat 700 Karyawan Kontrak</title><description>Garuda Indonesia melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak"/><item><title>Fakta Mengejutkan Garuda Indonesia Pecat 700 Karyawan Kontrak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak</guid><pubDate>Minggu 01 November 2020 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/31/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak-AlwcSdLVGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/31/320/2302150/fakta-mengejutkan-garuda-indonesia-pecat-700-karyawan-kontrak-AlwcSdLVGn.jpg</image><title>Bandara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Garuda Indonesia melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan. Garuda mengatakan perseroan menerapkan kebijakan penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak.
Adapun kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi. Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban Perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.
Dirangkum Okezone, Minggu (1/11/2020), berikut fakta Garuda Indonesia pecat 700 karyawan kontrak:
1. Keputusan yang Sulit
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19.
&quot;Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja Perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia,&quot; kata Irfan di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi8xLzEyMzU5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh ditengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini.
&quot;Kami turut menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan ini, atas dedikasi dan kontribusinya yang telah diberikan terhadap Perusahaan hingga saat ini,&quot; katanya.
2. Dampak Pandemi Covid-19
 
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di luar perkiraan, kondisi Pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang mana kondisi Perusahaan sampai saat ini belum menunjukan perbaikan yang signifikan.
&quot;Namun kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan kedepan, dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan Perusahaan di masa yang akan datang&quot; tandasnya.
3. 700 Karyawan Garuda Indonesia Jadi Pengangguran
 
Garuda Indonesia menyelesaikan kontrak lebih awal 700 karyawan  berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 telah menjalani  kebijakan unpaid leave. Hal ini karena pandemi virus corona membuat  demand layanan penerbangan perseroan menurun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui kebijakan  tersebut keputusan sulit yang terpaksa melakukan berbagai upaya  penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah  tantangan dampak pandemi Covid-19.
&quot;Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang  selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan  kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan  langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja Perusahaan demi  kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia,&quot; katanya.
4. Kepentingan Karyawan Merupakan Prioritas Utama
 
Menurut Irfan kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang  selalu perusahaan kedepankan. Dan ketika maskapai lain mulai  mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, perusahaan terus  berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan  kinerja demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda  Indonesia.
&quot;Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa  harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan  ketidakpastian ini. Dan ini semua diluar perkiraan kami, kondisi pandemi  ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang  mana kondisi perusahaan sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan yang  signifikan,&quot; katanya.
Namun, tambah Irfan, perusahaan meyakini segala langkah dan upaya  perbaikan yang terus akan dilakukan ke depan dapat mendukung upaya  pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis  pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan  perusahaan di masa yang akan datang.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Garuda Indonesia melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan. Garuda mengatakan perseroan menerapkan kebijakan penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak.
Adapun kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi. Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban Perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.
Dirangkum Okezone, Minggu (1/11/2020), berikut fakta Garuda Indonesia pecat 700 karyawan kontrak:
1. Keputusan yang Sulit
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19.
&quot;Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja Perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia,&quot; kata Irfan di Jakarta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi8xLzEyMzU5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh ditengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini.
&quot;Kami turut menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan ini, atas dedikasi dan kontribusinya yang telah diberikan terhadap Perusahaan hingga saat ini,&quot; katanya.
2. Dampak Pandemi Covid-19
 
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di luar perkiraan, kondisi Pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang mana kondisi Perusahaan sampai saat ini belum menunjukan perbaikan yang signifikan.
&quot;Namun kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan kedepan, dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan Perusahaan di masa yang akan datang&quot; tandasnya.
3. 700 Karyawan Garuda Indonesia Jadi Pengangguran
 
Garuda Indonesia menyelesaikan kontrak lebih awal 700 karyawan  berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 telah menjalani  kebijakan unpaid leave. Hal ini karena pandemi virus corona membuat  demand layanan penerbangan perseroan menurun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui kebijakan  tersebut keputusan sulit yang terpaksa melakukan berbagai upaya  penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah  tantangan dampak pandemi Covid-19.
&quot;Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang  selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan  kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan  langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja Perusahaan demi  kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia,&quot; katanya.
4. Kepentingan Karyawan Merupakan Prioritas Utama
 
Menurut Irfan kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang  selalu perusahaan kedepankan. Dan ketika maskapai lain mulai  mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, perusahaan terus  berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan  kinerja demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda  Indonesia.
&quot;Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa  harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan  ketidakpastian ini. Dan ini semua diluar perkiraan kami, kondisi pandemi  ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang  mana kondisi perusahaan sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan yang  signifikan,&quot; katanya.
Namun, tambah Irfan, perusahaan meyakini segala langkah dan upaya  perbaikan yang terus akan dilakukan ke depan dapat mendukung upaya  pemulihan kinerja Garuda Indonesia agar dapat bertahan melewati krisis  pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan  perusahaan di masa yang akan datang.</content:encoded></item></channel></rss>
