<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kabar Gembira, UMP Yogyakarta 2021 Naik 3,54% Jadi Rp1,76 Juta</title><description>Upah Minimun Provinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2021 diputuskan naik 3,54%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta"/><item><title> Kabar Gembira, UMP Yogyakarta 2021 Naik 3,54% Jadi Rp1,76 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta</guid><pubDate>Minggu 01 November 2020 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta-GxvnHskRPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMP 2021 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302235/kabar-gembira-ump-yogyakarta-2021-naik-3-54-jadi-rp1-76-juta-GxvnHskRPl.jpg</image><title>UMP 2021 (Foto: Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Upah Minimun Provinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2021 diputuskan naik 3,54% menjadi Rp1.765.000.

Jumlah ini  lebih besar Rp60.392 dibandingkan UMP 2020, yakni Rp1.704.608

UMP DIY 2021 tersebut  berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No.319/KEP/2020 tertanggal 31 Oktober 2021  tentang Penetapan UMP DIY 2021 dan  berlaku mulai 1 Januari 2021.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji  mengatakan, dasar penetapan UMP DIY 2021 tersebut, yakni PP Nomor 78 tahun 2015 yang mengatur perihal pengupahan,  pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi daerah.

&amp;ldquo;Lewat kajian tenaga ahli yang menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang inflasi tersebut, muncullah rekomendasi kenaikan UMP 2021 3,33%. Kemudian ada permintaan dari buruh itu lebih dari 3,33%.  Lalu Pak Gubernur dalam rangka pembulatan kemudian ditetapkan 3,5%,&amp;rdquo; katanya, Sabtu (31/10/2020).
Baca Juga: UMP Jakarta Naik 3,27% Jadi Rp4,4 Juta bagi Usaha Tak Terdampak Covid-19

Menurut Aji panggilan Kadarmanta Baskara Aji, alasan menaikkan UMP 2021 dibandingkan UMP 2020,  selain rekomendasi dari Dewan Pengupahan DIY,  juga karena besaran UMP DIY  yang  terendah di Indonesia dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah (Jateng) yang telah menetapkan kenaikan UMP sebesar 3,27%.

Dengan berbagai alasan itu, meski ada SE Menteri Tenaga Kerja menginstruksikan tak ada kenaikan UMP pada 2021, DIY tetap menaikan UMP 2021.

&amp;ldquo;Kami berharap langkah menaikkan UMP 2021 ini,  dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama buruh tetap bagus di tengah pandemi,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Upah Minimun Provinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2021 diputuskan naik 3,54% menjadi Rp1.765.000.

Jumlah ini  lebih besar Rp60.392 dibandingkan UMP 2020, yakni Rp1.704.608

UMP DIY 2021 tersebut  berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No.319/KEP/2020 tertanggal 31 Oktober 2021  tentang Penetapan UMP DIY 2021 dan  berlaku mulai 1 Januari 2021.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji  mengatakan, dasar penetapan UMP DIY 2021 tersebut, yakni PP Nomor 78 tahun 2015 yang mengatur perihal pengupahan,  pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi daerah.

&amp;ldquo;Lewat kajian tenaga ahli yang menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang inflasi tersebut, muncullah rekomendasi kenaikan UMP 2021 3,33%. Kemudian ada permintaan dari buruh itu lebih dari 3,33%.  Lalu Pak Gubernur dalam rangka pembulatan kemudian ditetapkan 3,5%,&amp;rdquo; katanya, Sabtu (31/10/2020).
Baca Juga: UMP Jakarta Naik 3,27% Jadi Rp4,4 Juta bagi Usaha Tak Terdampak Covid-19

Menurut Aji panggilan Kadarmanta Baskara Aji, alasan menaikkan UMP 2021 dibandingkan UMP 2020,  selain rekomendasi dari Dewan Pengupahan DIY,  juga karena besaran UMP DIY  yang  terendah di Indonesia dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah (Jateng) yang telah menetapkan kenaikan UMP sebesar 3,27%.

Dengan berbagai alasan itu, meski ada SE Menteri Tenaga Kerja menginstruksikan tak ada kenaikan UMP pada 2021, DIY tetap menaikan UMP 2021.

&amp;ldquo;Kami berharap langkah menaikkan UMP 2021 ini,  dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama buruh tetap bagus di tengah pandemi,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
