<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Transaksi Festival Ekonomi Syariah 2020 Tembus Rp5 Triliun</title><description>Transaksi yang terjadi selama kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival ke-7 tahun 2020 (ISEF 2020) mencapai Rp5,03 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun"/><item><title>   Transaksi Festival Ekonomi Syariah 2020 Tembus Rp5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun</guid><pubDate>Minggu 01 November 2020 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun-4z5BbuJPVi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syariah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302270/transaksi-festival-ekonomi-syariah-2020-tembus-rp5-triliun-4z5BbuJPVi.jpg</image><title>Syariah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi yang terjadi selama kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival ke-7 tahun 2020 (ISEF 2020) mencapai Rp5,03 triliun.

Hal ini dikarenakan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan komitmen wakaf produktif.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyampaikan bahwa pandemi Covid-29 tidak menyurutkan semangat penyelengaraan ISEF secara virtual. Hal tersebut justru memberikan hidayah dan optimisme penciptaan peradaban baru yaitu peradaban digital.

&quot;Sebagaimana ditegaskan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam pembukaan lalu, ISEF 2020 diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan nasional, guna mendukung perwujudan Indonesia maju dan menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,&quot; kata Sugeng di Jakarta, Minggu (1/11/2020).
Baca Juga: 3 Langkah Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah versi BI
ISEF 2020 telah mendapatkan rekognisi sebagai salah satu kegiatan utama berskala internasional, integrator strategis (strategic integrator) pertemuan dan kesepakatan berbagai pihak, dan tidak kalah pentingnya sebagai sarana efektif peningkatan literasi dan pengetahuan masyarakat luas terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkomitmen untuk mengimplementasikan tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, guna mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi halal, dengan sektor-sektor unggulan: pertanian, fesyen, wisata ramah muslim, energi terbarukan. Kedua, keuangan syariah, memperluas produk dan akses keuangan baik komersial, yaitu perbankan, pasar keuangan dan lembaga keuangan lainnya; maupun keuangan sosial, yaitu zakat, infak/shodaqoh dan wakaf, serta ketiga, edukasi dan sosialiasi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi82Ny8xMjM2MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi yang terjadi selama kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival ke-7 tahun 2020 (ISEF 2020) mencapai Rp5,03 triliun.

Hal ini dikarenakan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan komitmen wakaf produktif.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyampaikan bahwa pandemi Covid-29 tidak menyurutkan semangat penyelengaraan ISEF secara virtual. Hal tersebut justru memberikan hidayah dan optimisme penciptaan peradaban baru yaitu peradaban digital.

&quot;Sebagaimana ditegaskan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam pembukaan lalu, ISEF 2020 diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan nasional, guna mendukung perwujudan Indonesia maju dan menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,&quot; kata Sugeng di Jakarta, Minggu (1/11/2020).
Baca Juga: 3 Langkah Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah versi BI
ISEF 2020 telah mendapatkan rekognisi sebagai salah satu kegiatan utama berskala internasional, integrator strategis (strategic integrator) pertemuan dan kesepakatan berbagai pihak, dan tidak kalah pentingnya sebagai sarana efektif peningkatan literasi dan pengetahuan masyarakat luas terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkomitmen untuk mengimplementasikan tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, guna mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi halal, dengan sektor-sektor unggulan: pertanian, fesyen, wisata ramah muslim, energi terbarukan. Kedua, keuangan syariah, memperluas produk dan akses keuangan baik komersial, yaitu perbankan, pasar keuangan dan lembaga keuangan lainnya; maupun keuangan sosial, yaitu zakat, infak/shodaqoh dan wakaf, serta ketiga, edukasi dan sosialiasi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMi82Ny8xMjM2MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
