<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Dinilai Jadi Angin Segar bagi Perbankan</title><description>Perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit kemungkinan akan memperbaiki outlook perbankan nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan"/><item><title>Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Dinilai Jadi Angin Segar bagi Perbankan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan</guid><pubDate>Minggu 01 November 2020 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan-AncVEYgeAX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/01/320/2302307/perpanjangan-restrukturisasi-kredit-dinilai-jadi-angin-segar-bagi-perbankan-AncVEYgeAX.jpg</image><title>Bank (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit, dari sebelumnya berakhir Maret 2021 menjadi Maret 2022 kemungkinan akan memperbaiki outlook perbankan nasional.

Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, perpanjangan restrukturisasi potensial memberikan napas kepada debitur yang terdampak PSBB sehingga kualitas kredit tidak memburuk.

&quot;Termasuk di dalam stimulus lanjutan ini adalah pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian kesehatan bank dan juga penundaan implementasi Basel III,&quot; kata Adrian di Jakarta, Minggu (1/11/2020)
Baca Juga: Sah! OJK Perpanjang Relaksasi Restrukrisasi Kredit Selama Setahun
Selain itu cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dari perbankan yang cenderung meningkat dalam enam bulan terakhir tetap menunjukkan kehati-hatian pengelolaan kredit.

&quot;Perpanjangan ini mendorong kami untuk merevisi perkiraan pertumbuhan kredit 2020 dan 2021 dan merevisi turun angka NPL perbankan dan juga merevisi naik angka rasio kecukupan modal,&quot; katanya.

Selain itu, likuiditas perbankan yang melimpah juga membuka peluang kenaikan pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas kredit.</description><content:encoded>
JAKARTA - Perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit, dari sebelumnya berakhir Maret 2021 menjadi Maret 2022 kemungkinan akan memperbaiki outlook perbankan nasional.

Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, perpanjangan restrukturisasi potensial memberikan napas kepada debitur yang terdampak PSBB sehingga kualitas kredit tidak memburuk.

&quot;Termasuk di dalam stimulus lanjutan ini adalah pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian kesehatan bank dan juga penundaan implementasi Basel III,&quot; kata Adrian di Jakarta, Minggu (1/11/2020)
Baca Juga: Sah! OJK Perpanjang Relaksasi Restrukrisasi Kredit Selama Setahun
Selain itu cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dari perbankan yang cenderung meningkat dalam enam bulan terakhir tetap menunjukkan kehati-hatian pengelolaan kredit.

&quot;Perpanjangan ini mendorong kami untuk merevisi perkiraan pertumbuhan kredit 2020 dan 2021 dan merevisi turun angka NPL perbankan dan juga merevisi naik angka rasio kecukupan modal,&quot; katanya.

Selain itu, likuiditas perbankan yang melimpah juga membuka peluang kenaikan pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas kredit.</content:encoded></item></channel></rss>
