<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%</title><description>Pada bulan Oktober 2020 diperkirakan terjadi inflasi 0,06% atau sebesar 1,44% (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06"/><item><title>Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06-dm8k77GsQ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302579/inflasi-oktober-diprediksi-0-06-dm8k77GsQ1.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pada bulan Oktober 2020 diperkirakan terjadi inflasi 0,06% atau sebesar 1,44% (year on year/yoy). Besaran tersebut dibandingkan dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,05% (month of month/MoM) atau 1,42% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan Inflasi bulan Oktober didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi serta inflasi harga diatur pemerintah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Ramal Inflasi 2020 di Bawah 2%
&quot;Kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi dari tren kenaikan harga dari sebagian besar komoditas pangan, antara lain: daging ayam (2,0% MoM); daging sapi (0,1% MoM); bawang merah (7,6% MoM); bawang putih (1,1% MoM); cabai merah (28,1%MoM); cabai rawit (6,8% MoM) dan minyak goreng (1,1% MoM) meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang turun seperti beras (-0,1% MoM) dan telur ayam (-1,7% MoM),&quot; kata Josua saat dihubungi MNC News Portal, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah cenderung meningkat didorong oleh kenaikan tarif transportasi udara pada akhir bulan Oktober bertepatan dengan libur cuti bersama.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Jokowi Beberkan 5 Langkah Kendalikan Inflasi, Apa Saja?
&quot;Inflasi inti pada bulan Oktober diperkirakan sebesar 1,82% yoy dimana dipengaruhi oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat meskipun tertahan oleh mulai stabilnya inflasi pendidikan dibandingkan bulan September yang lalu serta penurunan harga emas sebesar 2% MoM,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada bulan Oktober 2020 diperkirakan terjadi inflasi 0,06% atau sebesar 1,44% (year on year/yoy). Besaran tersebut dibandingkan dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,05% (month of month/MoM) atau 1,42% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan Inflasi bulan Oktober didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi serta inflasi harga diatur pemerintah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Ramal Inflasi 2020 di Bawah 2%
&quot;Kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi dari tren kenaikan harga dari sebagian besar komoditas pangan, antara lain: daging ayam (2,0% MoM); daging sapi (0,1% MoM); bawang merah (7,6% MoM); bawang putih (1,1% MoM); cabai merah (28,1%MoM); cabai rawit (6,8% MoM) dan minyak goreng (1,1% MoM) meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang turun seperti beras (-0,1% MoM) dan telur ayam (-1,7% MoM),&quot; kata Josua saat dihubungi MNC News Portal, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah cenderung meningkat didorong oleh kenaikan tarif transportasi udara pada akhir bulan Oktober bertepatan dengan libur cuti bersama.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Jokowi Beberkan 5 Langkah Kendalikan Inflasi, Apa Saja?
&quot;Inflasi inti pada bulan Oktober diperkirakan sebesar 1,82% yoy dimana dipengaruhi oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat meskipun tertahan oleh mulai stabilnya inflasi pendidikan dibandingkan bulan September yang lalu serta penurunan harga emas sebesar 2% MoM,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
