<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Oktober Jadi Bukti Permintaan Membaik saat Covid-19</title><description>Inflasi yang terjadi pada bulan Oktober cukup memberikan sentimen positf untuk ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19"/><item><title>Inflasi Oktober Jadi Bukti Permintaan Membaik saat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19-YXwW8xup3Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302675/inflasi-oktober-jadi-bukti-permintaan-membaik-saat-covid-19-YXwW8xup3Y.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai inflasi yang terjadi pada bulan Oktober cukup memberikan sentimen positf untuk ekonomi Indonesia. Hal itu seiring dengan inflasi menunju perbaikan permintaan yang sebelumnya melemah.

&quot;Terjadinya inflasi, walaupun masih sangat rendah, menghentikan deflasi yang terjadi tiga bulan berturut-turut. Hal ini tentunya menggembirakan karena sedikit banyak menunjukkan adanya perbaikan permintaan,&quot; ujar Piter saat dihubungi MNC News Portal di Jakarta, Senin (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Oktober Terjadi Inflasi 0,07%, Tren Deflasi Berakhir
Menurutnya, Inflasi yang rendah sesuai diperkirakan. Masih rendahnya demand akibat masih terbatasinya aktivitas sosial ekonomi membuat inflasi terjaid pada bulan ini.

&quot;Dan sebagian masyarakat kehilangan daya beli menyebabkan inflasi terjaga rendah atau bahkan deflasi,&quot; tandasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07%. Dari 90 kota yang di survei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi.

Rinciaanya, inflasi kalender (Januari-September 2020) mencapai 0,95% dan adapun inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,44%.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai inflasi yang terjadi pada bulan Oktober cukup memberikan sentimen positf untuk ekonomi Indonesia. Hal itu seiring dengan inflasi menunju perbaikan permintaan yang sebelumnya melemah.

&quot;Terjadinya inflasi, walaupun masih sangat rendah, menghentikan deflasi yang terjadi tiga bulan berturut-turut. Hal ini tentunya menggembirakan karena sedikit banyak menunjukkan adanya perbaikan permintaan,&quot; ujar Piter saat dihubungi MNC News Portal di Jakarta, Senin (2/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPS Catat Oktober Terjadi Inflasi 0,07%, Tren Deflasi Berakhir
Menurutnya, Inflasi yang rendah sesuai diperkirakan. Masih rendahnya demand akibat masih terbatasinya aktivitas sosial ekonomi membuat inflasi terjaid pada bulan ini.

&quot;Dan sebagian masyarakat kehilangan daya beli menyebabkan inflasi terjaga rendah atau bahkan deflasi,&quot; tandasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Oktober Diprediksi 0,06%
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07%. Dari 90 kota yang di survei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi.

Rinciaanya, inflasi kalender (Januari-September 2020) mencapai 0,95% dan adapun inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,44%.</content:encoded></item></channel></rss>
