<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oktober Inflasi 0,07%, Ini Sederet Pemicunya</title><description>BPS mencatat inflasi sebesar 0,07% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan inflasi 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya"/><item><title>Oktober Inflasi 0,07%, Ini Sederet Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya-AEnIaDVs4e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/320/2302684/oktober-inflasi-0-07-ini-sederet-pemicunya-AEnIaDVs4e.jpg</image><title>Cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,07% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan inflasi 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi terjadi pada kelompok makanan minuman yang tinggi. Serta tembakau sebesar 0,29% dan andilnya terhadap inflasi umum sebesar 0,07%.
Baca Juga: Inflasi Oktober Jadi Bukti Permintaan Membaik saat Covid-19
 
Untuk makanan, komoditas yang menyumbang inflasi adalah cabai merah yang andilnya 0,09% , bawang merah 0,07%, dan minyak goreng 0,09%.
&quot;Sementara yang deflasi telur ayam andilnya 0,02% serta daging ayam dan buah 0,01%,&quot; jelas Suhariyanto, Senin (2/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS8xLzExNzAwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,09% dan andilnya 0,01%. Selanjutnya kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,15% dan andilnya sebesar 0,01%.
Lalu, untuk kelompok transportasi mengalami deflasi 0,14% dan andilnya ke deflasi sebesar 0,02%.
&quot;Komoditas transportasi yang dominan adalah penurunan tarif angkutan udara sebesar 0,02%,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,07% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan inflasi 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi terjadi pada kelompok makanan minuman yang tinggi. Serta tembakau sebesar 0,29% dan andilnya terhadap inflasi umum sebesar 0,07%.
Baca Juga: Inflasi Oktober Jadi Bukti Permintaan Membaik saat Covid-19
 
Untuk makanan, komoditas yang menyumbang inflasi adalah cabai merah yang andilnya 0,09% , bawang merah 0,07%, dan minyak goreng 0,09%.
&quot;Sementara yang deflasi telur ayam andilnya 0,02% serta daging ayam dan buah 0,01%,&quot; jelas Suhariyanto, Senin (2/11/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS8xLzExNzAwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,09% dan andilnya 0,01%. Selanjutnya kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,15% dan andilnya sebesar 0,01%.
Lalu, untuk kelompok transportasi mengalami deflasi 0,14% dan andilnya ke deflasi sebesar 0,02%.
&quot;Komoditas transportasi yang dominan adalah penurunan tarif angkutan udara sebesar 0,02%,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
